
Happy Reading 😘
***__***
Kania bersama taksi nya sudah sampai di bandara setelah membayar ongkos taksi Kania segera turun dan berlari.
"Harusnya kan belum naik pesawat? Kemana mbak Cynthia!" gumamnya dengan agak sedikit panik Kania celingak celinguk mencari.
Selang tak lama kemudian seorang wanita keluar dari kedai kopi dengan membawa koper yang diseretnya.
"Itu kaya dia, mbak Cynthia!!" seru Kania berteriak sambil berlari mengejar.
"Mbak Cynthia tunggu!" panggil nya lagi.
Nama yang di panggil pun menoleh kaget melihat Kania berlari menghampiri nya.
"Loh Kania kamu ngapain disini?"
Kania mengatur nafasnya dengan tangan terangkat agar diam.
"Mbak Cynthia kenapa pergi?" tanya nya setelah nafasnya mulai teratur.
"Gak kenapa-kenapa ko cuma ada masalah pribadi aja jadi aku harus kembali ke Inggris."
"Kenapa mendadak sekali, apakah aku melakukan kesalahan?"
"Gak ko justru aku mau minta maaf karena aku hubungan kalian jadi renggang."
__ADS_1
"Maksudnya?"
"Iya aku minta maaf ya Kania aku yang mengirim foto mu ke Kevin."
"Ya ampun mbak soal foto? Aku sama sekali gak mempermasalahkan itu lagi pula sebelum foto itu muncul aku sudah merasa hubungan ku dan Kevin entah akan jadi seperti apa."
"Tapi kamu mencintai nya kan?"
"Mbak Cynthia jangan pergi lah mbak, aku bakal kesepian apalagi butik juga di tutup dimana lagi aku dan yang lain akan menggantungkan hidup."
"Kania, aku yakin kamu dan yang lainnya itu punya skill yang luar biasa hanya saja belum terasah jadi aku yakin dimana pun nanti kalian bekerja, kalian akan tetap bisa mendapatkan hasil dan gaji yang memuaskan karena kemampuan kalian."
"Tapi rasa nya pasti beda, aku sudah nyaman kerja dengan mbak Cynthia."
"Kalau kamu bisa memaafkan aku dan merasa nyaman bersama ku, harusnya kamu juga bisa memaafkan Kevin dan kembali merasa nyaman bersamanya."
"Udah keputusan ku sudah bulat dan tidak bisa diubah, kalian selesaikan lah pekerjaan kalian sampai akhir bulan ini, karena setelah itu butik akan aku jual melalui pengacara ku. Dan untuk gaji kalian akhir bulan akan aku transfer."
Kania menunduk sedih.
"Udah gak usah sedih, namanya pertemuan ya pasti bakal ada perpisahan ko." ucap Cynthia sambil mengangkat dagu Kania.
"Iya betul mbak tapi ini terlalu mendadak."
"Oiya aku punya satu rahasia soal Kevin, mau tau gak?"
"Rahasia apa?"
__ADS_1
"Sebenarnya orang yang menyumbang untuk panti asuhan dulu itu bukan aku tapi Kevin. Dia sengaja menyuruhku memakai namanya karena dia sangat gak mau kalau kamu sampai tau, dia khawatir kalau kamu tau kamu bakal mengecap dirinya sombong dan sok. Padahal sebenarnya Kevin itu memang gak pernah menyumbang atas nama pribadi."
Kania melongo.
"Aku juga baru kali ini melihat Kevin sangat peduli padamu, dari dulu dia memang playboy tapi aku baru liat dia memakai perasaan nya baru sama kamu. Itu udah membuktikan bahwa dia berniat serius sama kamu."
Diwaktu yang bersamaan Kevin pun muncul dan berjalan menghampiri Kania dan Cynthia.
"Hei sampe juga katanya gak jadi, kayanya kalian emang jodoh deh, buktinya aku gak nyuruh kalian datang tapi kalian kompak buat datang" ucap Cynthia.
Kania melihat Kevin sebentar.
"Ya sudah ingat ya Kania apa yang baru aja aku bilang, semoga hati dan pikiran mu menjadi cerah. Kebetulan sebentar lagi aku harus masuk pesawat, jadi aku pamit disini ya. Jaga diri kalian baik-baik, dan semoga kalian awet ya byeee...!"
Kania memeluk Cynthia "Makasih ya mbak untuk semua ilmu yang mbak Cynthia kasih ke aku di butik. Mbak juga jaga kesehatan dan semoga mbak selalu bahagia."
Cynthia melepaskan pelukan Kania dan melambaikan tangannya lalu pergi tanpa menoleh lagi hingga masuk kedalam.
"Hemmm apa kita bisa bicara sebentar?!" tanya Kevin canggung.
"Iya."
Kania berjalan menuju salah satu coffe shop yang ada disana diikuti Kevin.
***__***
to be continued ðŸ¤
__ADS_1