Terjerat Cinta CEO

Terjerat Cinta CEO
Ngerjain Pacar


__ADS_3

Happy Reading 😘


***__***


"Mami aku tau kenapa kak Kevin gak mau datang dan nemenin aku ngerayain ulang tahun pasti karena disana kak Kevin sudah punya seseorang yang spesial mam, makanya kak Kevin gak bisa ninggalin perempuan itu. Iya kan kak...??!" timpal Liza dengan cepat dan cemberut.


"Kevin apa benar disana kamu sudah punya pacar?" tanya sang mami mengambil alih layar hape.


"Mam, maaf ya aku harus rapat nih nanti kita sambung lagi ngobrol nya. Oiya jangan khawatir aku akan mengirimkan kado untuk Liza." jawab Kevin tak lama menekan tombol putus.


"Huft akhirnya selesai juga video call yang meresahkan ini." gumam Kevin.


"Sepertinya bukan waktu yang tepat jika kau memberitahu soal Kania saat ini! Dan keinginan ku membawa Kania ke Jerman sepertinya harus di tunda dulu sampai suasana di sana baik."


Kevin membuka laci meja nya melihat sekotak kecil berwarna merah dari bahan bludru.


"Kapan ya aku ngasih Kania cincin ini? Harus segera pokoknya."


Kevin pun menutup laci dan berdiri menuju ruang rapat.


***


Di butik Kania masih memiliki sekitar seminggu lebih tinggal disana dan menyelesaikan pekerjaan nya yang sudah menjadi tanggung jawabnya sampai akhir bulan sebelum butik ini berpindah kepemilikan.


"Setelah butik ini dijual apakah aku akan benar-benar harus kembali kerja di Apple Group? Lebih baik aku sambil cari kerja dulu aja deh."


Kania pun mulai menggambar beberapa desain pakaian, dan menyelesaikan satu pakaian yang menjadi pegangan nya sebelum di kirim ke Inggris.


"Kevin akan membawa ku ke Jerman dia ingin mengenalkan aku dengan keluarganya apakah aku siap? Bagaimana jika mereka tidak menyukai ku?"


"Kania hei.. ko bengong sih udah waktu nya makan siang nih, kita cari makan yuk!" ajak Amy menepuk bahu Kania.


"Eh iya sampe gak kerasa saking seriusnya. Mau makan dimana?"


"Dimana aja lah yang penting makan, laper banget."


"Ayo lah." Kania mengikuti Amy keluar butik.


Akhirnya mereka menemukan sebuah kedai nasi yang lumayan enak dan murah, mereka makan disana.


Pukul 16:00


"Amy aku duluan ya!" ucap Kania ketika melihat jam sudah waktunya pulang.


"Okey ati-ati ya."


Di luar butik "Apa aku ke kantor Kevin aja kali ya, dia pasti seneng kalau aku bilang akan kembali ke apartemen." gumam nya sambil berjalan ke halte.


****


Apple Group

__ADS_1


"Selamat sore mbak, apa pak Kevin ada?" tanya Kania pada resepsionis.


"Eh mbak Kania apa kabar? Kayanya belum pulang deh,langsung aja ke ruangannya mbak."


"Oh iya alhamdulilaah makasih ya mbak." balas Kania lalu berjalan menuju lift.


"Yang mana ya ruangan nya lupa he-he-he"


Melihat di pintu tulisan Direktur. "Nah ini dia."


Mengetuk pintu beberapa kali dan membuka, begitu masuk kedalam ruangan nampak kosong.


"Ko gak ada orang sih?"


Kania mendengar suara dari balik pintu toilet, berjalan pelan kesana dan diam. Begitu terdengar suara pintu terbuka dengan cepat Kania mengagetkan.


"Dorrrr!!!" serunya.


"Kania,, ngapain kamu disini?"


"Yah ko gak kaget sih?"


"Harus kaget ya? Mau di ulang gak?"


"Males ah gak seru."


"Ha-ha-ha, tumben kamu kesini ada apa?"


"Ini kan jam pulang kerja, emang kamu gak mau pulang apa?"


"Ehmm itu aku mau kembali ke apartemen boleh gak he-he-he"


"Serius sayang, akhirnya aku bisa melihat mu setiap saat. Ayooo kita langsung pulang."


"Eeetttt tapi ada syaratnya?"


"Ko aneh ya kamu yang tinggal di apartemen ku kenapa aku yang di kasih syarat?"


"Mau gak aku pulang?"


"Ya mau lah, ya udah apa syaratnya?"


"Gampang ko, malam ini aku mau masak jadi syaratnya hanya nemenin aku belanja, gampang kan?"


"Oooh cuma nemenin belanja aja kecil itu mah."


"Tapi gak cuma nemenin belanja, kamu jangan lupa bawa uang ya"


"Kan bisa bayar pake kartu!"


"Gak bisa karena aku mau belanja di tempat spesial."

__ADS_1


"Butuh berapa banyak uangnya?"


"Gak banyak ko, bawa 500 ribu aja, pasti lebih. Yuk."


Kania menarik lengan Kevin agar segera keluar dari ruang kerja nya.


***


"Yaaa belok ke kiri ya, nanti parkir nya di ruko yg itu ya. Kita harus jalan kaki belanjanya, gak bisa masuk mobil, gak jauh ko tenang." ucap Kania didalam mobil.


Mobil berhenti di ruko yang ditunjuk Kania, keduanya turun dengan sengaja Kania menggandeng lengan Kevin agar dia tidak kabur. Masuk kesebuah gerbang bertuliskan Pasar Tradisional.


Wajah Kevin mulai agak berubah langkahnya mulai agak bingung karena harus menghindari jalan becek dan sampah pasar.


"Ya ampun sayang, kenapa gak ke supermarket aja sih." mulai mengeluh.


"Sayang, disini aku bebas menawar dan bisa dapet banyak dan murah juga siapa tau bawa kamu bisa dapet gratis ha-ha-ha"


"Astaga jadi kamu sengaja ya!"


"Gak sayang, udah jangan bawel aku duluan ya kamu ikutin aku, karena aku akan belanja banyak nih jadi kamu bantu bawa."


Kevin diam karena sibuk mencari jalan kering.


"Ibu mau beli sawi, buncis, wortel nya ya!"


"Wahhhhh ini siapa mbak, cakep amat artis ya?" tanya penjual wortel.


"Mas nya ganteng amat mbak, boleh minta foto gak? Nanti saya kasih bonus bawang putih deh seperempat." kata penjual wortel lagi.


Kania melirik ke Kevin dan dengan tatapan imut agar Kevin mau berfoto dengan penjual sayur. Dan cekrek foto pertama ditukar bawang pun berhasil. Ketika Kania akan pergi si penjuak memberikan bonus daun bawang dan seledri.


Kania berpindah ke penjual daging, Kevin mulai mual mencium aroma daging dan menggelengkan kepalanya tanda tak ingin mendekat, akhirnya Kania pasrah. Begitu juga ketika ke penjual ayam lagi-lagi Kevin tak ingin mendekat tapi karena mata Kania yang melotot dengan berat hati Kevin berjalan maju, dan lagi-lagi satu buah foto yang ditukar dengan ati ampela 10 pasang didapatkan dengan percuma.


Berpindah ke penjual buah-buahan Kania kembali mendapatkan bonus pisang se sisir karena Kevin bersedia di foto oleh ibu penjual buah. Kania membeli aneka jenis buah.


"Liat aja nanti kamu Landak, aku akan balas perbuatan mu ini yang sengaja mengerjaiku." batin Kevin senyum jail.


"Udah lengkap kan? Udah banyak nih belanja nya, pulang yuk??!" ajak Kevin.


"Iya sambil jalan keluar aku mau beli tahu dan tempe, yuk pulang. Makasih ya sayang."


"Iya, ini terakhir kalinya ya kamu ajak aku kesini, besok kalau mau belanja ke supermarket aja."


"Tapi sayang liat deh segini banyak nya cuma abis 300 ribu loh, lumayan kan gak kena pajak juga."


"Pokoknya gak ada lagi kamu ngajak aku kesini."


"Iya deh iya. Tapi makasih ya., Yuk pulang aku akan msak enak."


***___***

__ADS_1


to be continued 🤭


Siapa yang suka jail ngerjaij pasangan nya ha-ha-ha....???


__ADS_2