Terjerat Cinta CEO

Terjerat Cinta CEO
Asti Pingsan


__ADS_3

Happy Reading 😘


**__**


"Aku mohon mbak Kania mau memahami perasaan ku. Aku sangat mencintai kak Ivan dan gak mau kehilangan dia. Aku tidak bisa hidup tanpa nya." ucap Asti dengan air mata berderai dan memegang jemari Kania.


"Aduh, gimana ya Asti?! Bukannya saya gak mau melepaskan kak Ivan, tapi kamu juga tau perasaan seseorang tidak bisa dipaksakan. Jika memang kak Ivan mencintaimu, aku akan rela mundur dan melepaskan kak Ivan."


"Justru itu aku mohon kepada mbak Kania, karena aku tau kalau kak Ivan mencintaimu. Tapi aku juga mencintai kak Ivan." Suara Asti makin melemah seiring dengan tangan nya yang memegang dada nya mulutnya menarik nafas terus menerus tak beraturan.


"Asti.. Asti.. kamu kenapa?!" seru Kania mulai panik dan berdiri ketika melihat Asti mendadak pingsan dan jatuh di kursi.


"Tolongggggg... panggil kan ambulans!!" teriak Kania panik.


"Asti bangun Asti kamu kenapa??!!"


"Ada apa mbak?" seorang waiters datang.


"Tolong telepon ambulans, temen saya pingsan!"


"Oh oke oke mbak.!"


Rumah Sakit


Kania duduk di salah satu kursi rumah sakit, tempat yang paling dia hindari adalah rumh sakit.


Aku benci ke rumah sakit. Tempat yang memisahkan aku dengan mama itu rumah sakit, aku gak suka wangi rumah sakit, aku gak suka.

__ADS_1


Flashback


14 Tahun yang lalu


Kecelakaan yang membuat mama Kania harus dibawa ke rumah sakit untuk penanganan segera. "Dokter jangan bawa mama ku, mama mau dibawa kemana?" ucap anak kecil dengan menangis melihat mamanya yang terbaring diatas brankar hendak di dorong ke ruang ICU.


Kejadian kecelakaan itu terjadi ketika Kania dan mama hendak menyebrang jalan, dari kejauhan sebuah sepeda motor melaju dengan kecepatan tinggi yang nyaris menabrak Kania dan mama yang kaget hingga reflek mendorong Kania ke pinggir dan membiarkan mama harus tersenggol motor itu dan terpental dengan kening yang terbentur trotoar.


"Mama jangan tinggalin Kania maaaa... nanti Kania sama siapa??"


"Kania sayang,,, mama gak pergi kemana-mana ko sayang. Mama akan selalu ada di hati Kania dan menemani Kania selamanya." jawab mama dengan terbata dan menahan sakit.


Darah terus mengalir dari pelipis sang mama.


"Mamaaaaa... Kania mau ikut mamaaaa..."


Dengan segera brankar di dorong perawat dan perawat lain menggendong Kania kecil yang menangis melihat sang mama semakin menjauh.


Flashback off


"Kania...!!" suara dan tangan menyentuh bahu Kania.


"Mamaaaa...!!!" spontan Kania kaget dan mendongak melihat Ivan di depannya.


"Kania kamu gak pa pa?"


"Eh kak Ivan, iya aku gak pa pa. Itu Asti sebenarnya sakit apa kak?"

__ADS_1


"Dia punya asma,, dia gak bisa terlalu tertekan, gak bisa terlalu banyak berfikir berat."


"Oih gitu. Karena kak Ivan sudah disini. Aku pamit pulang ya."


"Kania soal Asti itu aku mau bicara..."


"Gak ada lagi yang perlu di bicarakan saat ini kak. Aku lelah." Kania berjalan pelan menjauhi Ivan.


Pintu ruang perawatan Asti terbuka.


"Keluarga dari pasien Asti..?"


"Eh iya sus saya keluarga nya.!" jawab Ivan menoleh.


"Bisa ikut saya kedalam sebentar, dokter ingin bicara sesuatu!"


"Baik sus." Ivan menoleh ke arah Kania yang masih terus berjalan gontai melangkah meninggalkan rumah sakit, sementara Ivan dalam kebimbangan antara mengejar Kania atau menemani dan mengurus Asti.


*Maafkan aku Kania, Aku terikat janji dengan Alm. papa Asti untuk menjaga Asti. Tapi biarlah kamu yang menyimpulkan sendiri, biarlah kamu yang membenci ku. Karena aku memiliki alasan kuat tentang suatu hal.


Sekali lagi maafkan aku Kania*.


**__**


to be continued 🤭


Kayanya Ivan punya rahasia yang dia sembunyiin, tapi apa ya 🙄 ada yang tempe eh tahu gak gaesss??

__ADS_1


Kenapa Ivan terlihat lemah saat bertemu Kania setelah kejadian Asti.


wooowwww...


__ADS_2