Terjerat Cinta CEO

Terjerat Cinta CEO
Kesal


__ADS_3

Lanjut baca lagi ya,,, Happy Reading 😘


**__**


Andri masih berdiri di pintu setelah keluar masih terheran-heran kenapa Kevin bisa tergoda dengan wanita aneh seperti tadi.


"Emang sih, dia cantik, seksi, artis juga tapi gak gitu juga kali haduh bodo ah. Suka-suka Lo aja lah Vin." Andri pergi turun ke lobby.


Diruangan Kevin, wanita yang bekerja sebagai artis itu berjalan mendekat dan merangkul pundak Kevin manja.


"Kenapa tumben kemari mencariku?"


"Iiiiihhhhh... Kamu yang kemana aja, gak pernah menelepon ku lagi. Aku kangen tau?"


"Kamu kangen aku? terus kamu kesini mau minta apa sama aku?"


"He-he-he.. kamu paling tau deh apa yang aku mau Vin. Aku naksir kalung berlian yang baru muncul itu Vin, mau kan kamu membelikan aku itu?"


Heh.. denger ya gak semua cewek bisa tergoda sama uang mu. Aku salah satunya yang sangat muak dengan gaya sombong mu. pikiran Kevin kembali teringat Kania dan tanpa sadar Kevin tersenyum.


Kania kamu memang beda.


"Kevin, kamu kenapa sih ko senyum gitu?"


"Gak pa pa, ya udah yuk kita beli kalung yang kamu mau sekalian aku ajak kamu makan siang." ucapnya lalu berdiri dan dengan cepat wanita itu menggandeng lengan Kevin.


*****


Sementara Kania yang masih di toilet merasa sedih, kesal, heran dengan semua rekan kerja wanita yang ada di ruangannya hampir semua memusuhinya.

__ADS_1


"Salah aku apa coba, mereka sampai segitunya benci sama aku?"


Waktu terus berjalan hingga tiba waktu jam pulang kerja. Kania yang merasa malas berlama-lama di ruangan itu pun segera memilih pulang saat jam kerja habis.


Berjalan cepat keluar dan turun ke bawah, ingin segera merasakan udara luar yang dingin dan segar.


Lama-lama aku muak, dengan semuanya. Bisa-bisanya mereka memusuhi ku, apa salah ku. Hampir sebagian besar karyawan wanita menggunjing aku. Semua ini salah cowok gila itu, gara-gara dia, aku yang merasakan ketidaknyamanan ini.


"Dasarrrr Kevin Siaaalllaaaaannnnn....!!!!" teriak Kania tiba-tiba hingga dia akhirnya terengah-engah setelah meluapkan kekesalannya.


"Kania..." seseorang menepuk bahunya.


Melonjak kaget dan menoleh "Astaga kak Ivan, sedang apa disini kak?"


"Aku lagi lewat sini aja, tadinya mau menjemput mu kerja eh malah udah ketemu disini."


Kak Ivan tadi denger gak ya aku teriak apa?


"Kamu ngapain teriak-teriak?"


"Oooh itu gak, bukan apa-apa kak."


"Ya sudah gimana kalau kita makan malam yuk."


"Ini kan masih sore kak?"


"Ya gak pa pa, jadi nanti sampai rumah gak usah makan lagi. Gimana?"


"Ehmmm tapii..." kruyuk.. kruyuk.. antara mulut dan perut tidak singkron.

__ADS_1


"Ha-ha-ha udah jangan nolak, perut kamu aja udah gak sabar minta diisi, Yuk didekat sini ada cafe yang enak banget buat ngobrol sambil makan juga."


"He-he-he jadi malu ketauan, ada makanan berat nya juga kan kak di sana?"


"Ya ada lah, nasi goreng, spaghetti."


"Hemmm delicious.."


"Ha-ha-ha kamu lucu ya, ya udah yuk, kita jalan kaki aja ya, Deket ko, mobilku lagi aku parkir disana kalau aku pergi ambil kelamaan."


Kania mengangguk.


"Ya udah deh, ayo kita kesana kak!"


Tak jauh dari sana mobil melintas perlahan ketika melihat seseorang yang dikenalnya asik bicara dengan senyum di pinggir jalan.


Kania...


Lagi-lagi kamu dengan laki-laki itu,,,


**__**


to be continued lagi deh 🤗🤭


Siapa ya yang memperhatikan Kania n Ivan dari dalam mobil?


Yah Kania kamu ketangkep basah lagi deh,, ketauan mulu sih kamu neng, mainnya yang jauh sana biar gak keciduk satpol PP 😂😂😂


Jangan lupa like ya 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2