Terjerat Cinta CEO

Terjerat Cinta CEO
Ketika Pria Berjanji


__ADS_3

Happy Reading 😘


**__**


"Jadi apa yang ingin anda bicarakan pak Kevin?!"


"Langsung saja, aku minta kamu menjauhi Kania!"


Deg


Bangun dari duduk nya karena tersulut emosi "Apa-apaan kamu bicara seenaknya seperti itu, apa hak mu menyuruh ku menjauhi Kania? Aku ini pacarnya dan juga tunangan nya.!" seru Ivan.


"Tenang pak Ivan, gak perlu menarik urat seperti itu. Aku tau dan aku rasa kamu pun tau kepada siapa hati Kania tertuju?! Aku hanya mengingat kan mu agar jangan terlalu berharap lebih."


Ya pada akhirnya aku memang tidak bisa berharap banyak. Dengan kondisi ku sekarang, akan lebih baik jika aku melepaskan Kania.


Ivan kembali duduk.


"Aku tanya padamu pak Kevin, apakah kamu yakin kamu akan mencintai Kania selamanya sampai kalian tua? Apa kamu bisa menerima segala kekurangannya? Apa kamu bisa setia dan tidak selingkuh dengan perempuan lain? Apa kamu bisa untuk tidak menyakiti perasaan Kania?!" tanya Ivan.

__ADS_1


"Perlu ku jelaskan, selama ini aku belum pernah merasakan cinta yang sebenarnya. Tapi ketika aku bertemu Kania, dia dengan mudah merubah hati ku. Aku tertarik padanya bukan hanya karena ingin memilikinya. Tapi karena aku mencintai nya." ucap Kevin.


"Aku juga berjanji bukan hanya padamu tapi pada diriku sendiri bahwa aku akan menjadi satu-satunya laki-laki yang mencintai dia. Aku akan setia dan menemaninya sampai tua. Karena hanya Kania yang ingin kau nikahi." lanjut Kevin.


Apakah ucapan laki-laki ini bisa di percaya? Laki-laki dengan cap playboy, bisa berbicara serius demi seorang wanita? Tapi dari cara nya berbicara dia terlihat serius.


"Baiklah pak Kevin, semoga kamu benar-benar bisa memegang janji mu, memegang ucapan mu."


"Jadi kamu bersedia mundur?" tanya Kevin.


"Ya,, aku akan mundur. Tapi jika aku tau Kania menangis karena mu, aku akan buat perhitungan dengan mu." Ivan berdiri dan berbalik badan.


"Ternyata tidak sesulit yang saya pikirkan ya, anda dengan mudahnya melepaskan Kania wanita yang sepertinya sangat anda cintai?" kata Kevin


Jika bukan karena penyakit ku ini, aku tidak akan melepaskan Kania, sekalipun aku tau kepada siapa hati Kania tertuju. Aku tetap akan menikahinya, karena aku yakin dengan cintaku pada Kania bisa membuat Kania bahagia.


"Anda tidak perlu tau apa alasan saya melepaskan Kania, yang saya minta hanya Anda jangan sampai menyakiti hati Kania. Penuhi janji yang anda ucapkan."


"Terimakasih"

__ADS_1


"Anda tidak perlu berterimakasih, karena langkah anda baru di mulai, Ingat janji dan perkataan anda barusan pak Kevin."


"Kamu tenang aja. Aku akan menepati janjiku."


Ivan berjalan kearah pintu dan keluar. Bersandar di pintu.


*Semoga apa yang aku lakukan benar. Sekarang tinggal bertemu Kania dan bicara dengan nya, meski harus membuat nya membenciku. Tak apa, Kania harus pergi tanpa merasa bersalah padaku. Maaf Asti aku pinjam namamu sebentar, dan aku janji akan menjaga mu dan mengajari mu hingga kamu bisa jadi gadis mandiri.


Aku harus semangat di sisa hidup ku*.


Ivan melangkah pergi dari cafe itu, keluar dengan pelan dan gontai. Bukan seperti ini hidup yang dia mau, bukan dengan sakit seperti ini yang dia ingin. Semua mimpi dan harapan nya pupus tak lama setelah dibangun. Berusaha ikhlas menerima dan menerima kenyataan.


**__**


to be continued 🤭


Sabar kak Ivan,,, kasian kamu😭


Jangan lupa like dan vote nya, Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2