Terjerat Cinta CEO

Terjerat Cinta CEO
Permintaan Sulit


__ADS_3

Happy Reading 😘


**__**


Cafe Mungil


Kedua wanita yang kemudian memasuki cafe itu pun memilih tempat agak pojok yang sepertinya terlihat nyaman jauh dari pintu masuk.


"Disana aja yuk? seperti nya enak buat ngobrol lebih sepi." ajak Asti


Kania hanya mengangguk dan mengikuti Asti berjalan di belakangnya. Seorang waiters cafe mengikuti mereka pelan sambil membawa buku menu.


"Permisi mbak, ini buku menu nya silahkan di lihat dulu. Jika sudah ingin memesan bisa memanggil saya lagi. Permisi!"


"Iya mas terimakasih." jawab Asti.


"Eh.. mas tunggu saya pesen sekarang aja." ucap Kania.


Kania membuka buku menu, dan memilih satu minuman yang ingin ia minum supaya tenggorokan nya lancar setelah beradu argumen dengan Kevin sekarang dia harus mendengarkan wanita lain ingin bicara soal tunangannya.

__ADS_1


"Pesan jus alpukat aja mas." katanya


"Saya juga deh pesen jus mangga." akhirnya Asti pun ikut memesan.


"Oke mbak, permisi dan silahkan tunggu pesanan nya."


"Oke mbak Asti, maaf sebelumnya apakah laki-laki yang mbak Asti maksud kak Ivan itu adalah Ivan Gunawan?" tanya Kania.


"Iya betul mbak, kak Ivan Gunawan."


"Mbak Asti mau bicara apa soal kak Ivan?"


Spontan Kania kaget dengan ucapan dan sikap jujur dari wanita didepannya.


"Mbak Asti bangun dulu, jangan seperti ini. Kita bicara pelan-pelan. Ayo bangun dan duduk." jawab Kania membantu Asti berdiri.


"Aku tau kalau kak Ivan sangat mencintai mbak Kania, dan aku juga sama sangat menyukai kak Ivan. Aku pernah menyatakan perasaan ku padanya, tapi kak Ivan bilang kalau dia sudah ada wanita yang dia sukai."


"Kak Ivan itu bekerja di perusahaan papaku, kak Ivan sangat giat dalam bekerja sehingga papa ku sangat percaya padanya untuk memegang jabatan tinggi di perusahaan."

__ADS_1


"Mbak Kania pasti heran dari mana aku tau nama mu? Waktu itu aku tidak sengaja pernah mendengar kak Ivan menggerutu karena tidak tersambung saat menelepon seseorang dan aku dengar dia memanggil nama mbak Kania, dan maka dari itu hari ini aku nekat mengikuti kak Ivan saat mengantar mbak Kania ke tempat kerja."


Oooh waktu itu sepertinya hp ku lowbat.


"Beberapa bulan yang lalu papa ku meninggal dunia, sebelum meninggal papa berpesan kepada kak Ivan untuk memegang perusahaan dan juga menjaga ku. Setelah papa pergi selain kak Ivan tak ada lagi tempat aku bersandar. Mungkin agak terkesan egois karena memaksakan kehendak ku, tapi hanya ini yang bisa aku lakukan. Aku mohon kepada mbak Kania agar mau melepaskan kak Ivan."


Kania masih diam.


"Aku merasa seperti wanita yang jahat secara terang-terangan meminta orang untuk melepaskan kekasih nya. Tapi aku gak mungkin meminta dari kak Ivan, makanya aku mencoba bicara dari hati sesama wanita dengan mbak Kania."


Asti meraih tangan Kania memegang dan menatap matanya dalam, "Mbak Kania aku mohon berikan kak Ivan padaku. Hanya dia yang aku miliki, hanya dengan kak Ivan aku semangat menjalani hidup."


"Aku mohon mbak.."


Kania hanya diam menatap dan bingung harus menjawab apa. Baru tadi pagi dia mendapat cincin tunangan dari Ivan meskipun hati nya belum seratus persen mencintai Ivan, Kania tetap berusaha mencoba menerima. Tapi kenapa ada seorang wanita yang memohon agar melepaskan Ivan.


Ya Tuhan,,, apa maksudnya ini?? Aku mencoba meraih kebahagiaan dengan kak Ivan, karena aku sadar aku tak akan bisa bersanding dengan pria yang aku sukai. Tapi kenapa aku berhadapan dengan pilihan yang sulit.


**___**

__ADS_1


to be continued 🤭


__ADS_2