
Happy Reading 😘
**__**
Didalam mobilnya yang sengaja dia hentikan Kevin menatap dua orang di pinggir jalan yang sedang asik menentukan tempat makan dengan sesekali senyum diantara mereka hal ini membuat perasaan Kevin mendadak kesal dan cemburu.
Sudah dua kali aku memergoki kalian bersama, Apakah selama aku pergi enam bulan belakangan ini, kalian sudah berpacaran?
Apakah laki-laki itu sudah mencium bibirmu?
Apakah dia sudah menyentuh kulitmu?
Atau bahkan telah melakukan nya dengan mu?
Kevin terus diam memperhatikan dengan tangan yang memegang erat setir kemudi hingga mencengkeram penuh emosi. Sementara Kania dan Ivan pun akhirnya berjalan menuju cafe mungil yang menjadi tempat tujuan mereka.
"Vin..kamu kenapa? Apa kamu baik-baik aja?" tanya wanita disebelahnya.
Begitu Kania dan Ivan menghilang dari pandangan dan masuk kedalam cafe dengan cepat Kevin menginjak gas mobilnya hingga membuat wanita disebelahnya tersentak kaget.
"Vin.. katanya kita mau makan? Kenapa buru-buru ngebut seperti ini?!"
"Aku akan mengajak mu makan, jadi diam lah!"
Di cafe D'Halu...
Kania dan Ivan memilih kursi yang dekat dengan jendela dan juga tak jauh dari pintu masuk, dengan posisi Kania dapat melihat siapa pun yang datang dan pergi dari cafe itu. Seorang pelayan cafe menghampiri meja mereka ketika Ivan memanggilnya.
__ADS_1
"Silahkan mbak, mas mau pesan apa?" tanyanya ramah.
"Kak Ivan mau makan apa?"
"Kamu aja dulu pilihlah yang kamu suka, aku tinggal mengikuti."
"Oh gitu, baiklah." beralih ke pelayan "Mbak kita pesen nasi goreng spesial nya dua, roti bakar satu, sama kentang goreng nya satu. Terus minumnya teh manis hangat dua ya." ucap Kania.
"Oiya mbak nasi goreng nya yang satu jangan pedes ya!" kata Ivan tiba-tiba.
"Kak Ivan biasanya suka pedes?"
"Buat kamu, kamu kan gak bisa makan pedas!"
Kak Ivan masih inget aja, kalau aku gak bisa makan pedas. Kenapa kak Ivan baik sama aku sih kak?
"Ehmmm mbak kasih pedes nya agak sedeng aja ya jangan terlalu pedes."
"Nia,, kamu beneran mau makan pedes? nanti perut mu sakit!"
"He-he-he iya kak, gak pa pa lah kali ini aja aku lagi pengen makan pedes, lagi agak kesel soalnya ha-ha-ha.."
"Kamu kesel kenapa?"
Belum sempat Kania menjawab dari arah pintu masuk terdengar suara heboh.
"Eh..itu siapa yang datang sih? cowok nya ganteng banget, cewek nya itu artis kan?!"
__ADS_1
"Cowoknya itu bukannya Kevin Pratama ya, bos Apple Group yang suka masuk majalah bisnis"
"Ooh jadi sekarang pacarnya mbak artis itu ya,?"
"Wah tumben banget ketemu artis dan cowok ganteng disini!"
Suara-suara heboh yang kebanyakan suara perempuan, membuat Kania melirik dan kaget.
Astaghfirullah itu si gila, kenapa dia bisa kesini.
"Kevin sayang, kenapa kamu ngajak aku ke sini sih?" tanya wanita disebelahnya.
Kevin diam dan malah mengedarkan pandangannya mencapai seseorang dan matanya tertuju pada sebuah meja dan dia tersenyum.
Aduhhh si gila gak boleh liat aku ada disini, bisa panjang kali lebar nih urusan.
Kania menutup mukanya dengan buku menu tapi masih saja mengintip dari pinggir buku.
"Gak pa pa lah sayang, sekali-kali boleh lah kita mencicipi makanan orang biasa seperti mereka yang disini!" jawab Kevin sombong.
Artis itu menunjukkan wajah tidak suka dan masih bergelayut manja di lengan Kevin.
Semoga dia gak tau aku disini,, dasar cowok gila. Ngapain dia disini? apa dia mengikuti aku?
***__***
to be continued ðŸ¤
__ADS_1
Amsyong dah Kania, alamat ada tragedi lagi ini mah. Sabar sabar.
Jangan lupa like nya. makasih