
Lanjut Happy Reading 😘
**__**
Berjalan dengan canggung menuju sebuah rumah makan Padang, Kania masuk lebih dulu.
"Uda, mau nasi sama ayam bakar 1 ya." ucapnya.
Tak lama Ivan muncul di belakangnya "Saya juga pesan sama ya Uda, minumnya es teh manis 2."
Kania mulai merasa tak nyaman setelah kak Ivan menyatakan perasaannya bukan karena tidak senang, tapi justru merasa sedih.
"Hemmm Nia, kamu baik-baik aja kan? tidak sedang sakit kan? Kamu seperti nya gugup ya?"
"Hah!! aku baik-baik aja kak, udah yuk kita makan nanti kita ngobrol lagi."
Mereka makan siang bersama.
"Oiya Nia, kamu masih kerja di minimarket yang waktu itu kan?"
"Masih kak, doakan aku ya kak semoga aku bisa segera dapat pekerjaan yang gaji nya lebih besar."
"Oh, kamu sedang melamar pekerjaan ya?"
"Iya kak cari lowongan di internet aja sih, sambil kirim CV."
"Ya semoga salah satunya rezeki kamu ya."
"Aamiin."
"Tapi Kania, aku sebenarnya giat dan gigih dalam bekerja itu semua karena niat ku yang ingin membahagiakan kamu. Aku tau kamu gadis yang pekerja keras dan teguh pendirian. Tapi hatiku selalu ingin membahagiakan kamu dan berbagi kesulitan dengan mu."
"Kamu satu-satunya wanita yang bisa membuatku tersentuh dan memiliki keinginan kuat dalam bekerja, aku selalu ingat kamu setiap bekerja. Nia... aku tulus mencintaimu, aku juga ingin membahagiakan dirimu, meskipun aku bilang aku akan menunggu tapi entah kenapa rasanya aku ingin mendengar sedikit isi hati mu tentang aku." lanjut Ivan lagi.
Kania yang tadinya makan dan cuek mendadak jadi tak berselera makan mendengar ungkapan tulus Ivan, bukan karena tidak suka tapi Kania sedih dia merasa tak layak dan tak pantas lagi untuk laki-laki sebaik Ivan.
__ADS_1
"Kak Ivan maaf sepertinya aku tidak perlu lagi berfikir, aku sudah memutuskan bahwa aku tidak bisa menerima kak Ivan. Kak Ivan terlalu baik untuk ku, aku bukan wanita yang tepat menerima kebaikan dan ketulusan kak Ivan. Aku minta maaf kak." Kania berdiri dan berlari keluar.
"Kania..!!!" panggil Ivan yang kaget dengan keputusan tiba-tiba Kania ditambah lagi dia dalam suasana makan tanpa bisa menahan Kania yang berlari.
Kania tak lagi menghiraukan panggilan Ivan, dia terus berlari pulang ke kost nya tanpa menoleh kebelakang.
Sampai di kost an Kania masuk dan menutup pintu menguncinya, berlari ke kasur dan menangis disana.
*Mama.. kak Ivan menyukai ku mah. Mama tau kan kak Ivan laki-laki baik, perhatian, tulus, dia menyayangiku mah. Aku harusnya senang mendengarnya tapi kenapa aku malah sedih mah. Kenapa rasanya lain mah...
Ditambah lagi aku yang kotor dan tak pantas untuk kak Ivan, kak Ivan harus mendapatkan wanita yang lebih baik dari aku. Mah... aku kenapa merasa hampa mah, perasaan ku mendadak kosong, aku yang dulu begitu kagum dengan kak Ivan sekarang menjadi lain*.
hiks..hiks..hiks
Apakah si gila itu sudah membuat sesuatu padaku sampai aku merasa aku selalu memikirkan dirinya. Bahkan setelah berbulan-bulan pun rasa sedih, rindu, dan hampa ini tak bisa hilang.
Kania sesunggukkan hingga tertidur.
****
"Kemana si Andri sih lama banget, minta di kirim ke Pluto kali ya tuh orang."
"Vin.. sory telat bentar yaaa"
"Hadeh,, gimana tugas yang gue kasih ke Lo apa udah ada jawabannya?"
"Baru juga nyampe udah nanyain itu aja? Lagian Lo betah amat sih di Jerman, gak inget gue?"
"Inget Lo, males amat. Gue juga mau nya gak lama-lama di Jerman, tapi gimana kakek gue sakit, terus di Jerman ada si Liza, mami juga maksa gue buat tinggal lama disana. Ya mau gak mau lah gue."
Masuk kedalam mobil dan bersama mobil lain membelah jalan raya.
"Jadi bener ponsel, tas, laptop Lo di umpetin sama mami Lo?"
"Ya gitu deh, kebayang kan Lo kaya apa gue disana tanpa itu semua, gue gk bisa ngabarin Kania gue."
__ADS_1
"Apaaan, Kania Lo? dia aja udah pergi dari apartemen Lo lama."
"Iya tau."
"Tau dari mana, gue kan gak bisa hubungin Lo?"
"Gue tau gimana Kania, dia bukan cewek matre yang seneng dengan hidup mewah. Dia bakal kembali jadi Kania jika urusan selesai."
"Terus kenapa juga kemaren Lo nyuruh gue nyari jawaban buat tugas Lo itu, Lo masih tertarik sama gadis yatim piatu itu?"
"Ha-ha-ha gue ada rencana sendiri buat itu, yang jelas perjanjian gue sama dia belum berakhir, baru berjalan seperempat nya aja. Masih ada tiga perempat perjanjian yang harus landak itu lakuin."
"Astaga... kayanya Lo beneran udah terpikat sama dia deh?"
"Gak usah kepo dan sok tau, nyetir aja yang bener."
Kania sayang kamu boleh pergi dari sisi ku kemarin tapi setelah aku kembali jangan harap kamu bisa pergi lagi dariku. Aku selalu tau apa yang kamu lakukan dan aku akan membuatmu datang kembali padaku.
Sambil memandang langit Kevin tersenyum memikirkan ide yang dia rencanakan.
Vin..Vin.. jatuh cinta bisa bikin Lo jadi gila ya. Mendadak takut gue.
Andri hanya bergidik malas bertanya hanya sesekali melirik dari kaca melihat Kevin yang tersenyum sendiri.
**__**
to be continued 🤭
Hemmm apa ya rencana Kevin berikutnya? Kalau cinta pasti ada aja jalan nya. Cinta yang belum ingin diakui.
Deg deg an juga sih,,,, masih ada tiga perempat lagi perjanjian yang belum terselesaikan wiwwww bakal panjang nih berurusan sama si bos Kevin. Sabar ya Kania.
**
Thank to like, vote, and gift for me.
__ADS_1
Lope you 🍅