
Halooo Readers tayang 😂 sudah lama ya othor gak Up🙈 miip ya 😘, ada susuatu lah. tapi don't worry cerita ini akan di usahakan untuk Tamat alias gk gantung, karena yang gantung itu enak 😂 eh gak enak maksud nya seperti tinta ku padamu yang di gantung terus 🤠Jiaaaaahhhh saaa ae mbak jamu😂
Silahkan di lanjut baca nya, suka gak suka pokoknya suka suka aja lah ya ðŸ¤
***
Di rumah sakit.
Brian duduk di sisi ranjang menunggu Kania yang belum sadar dari pingsan nya.
Aduh ini aku mesti hubungin pak Kevin apa gak usah ya? Gimana pun juga dia kan pacarnya dan harusnya sih tau juga tentang pacarnya yang sedang sakit.
Ketika Brian hendak merogoh saku celana nya, dia melihat Kania bergerak dan membuka matanya.
"Eh Kania alhamdulilaah kamu sudah sadar. Baiklah aku akan menghubungi Kevin, kamu istirahat dulu aja." kata Brian
"Jangannn!!!" seru Kania.
"Hah,, Kania kamu kenapa? ko melarang ku menghubungi Kevin?"
"Bukan gitu kakak senior, tunggu deh aku kenapa bisa di sini ya?"
"Yah dia lupa, tadi di tempat pameran kamu pingsan, kamu inget kan kamu pergi mengantar gaun? Nah kalau dari laporan dokter yang tadi periksa kamu, kayanya kamu kepanasan dan dehidrasi juga makanya pingsan."
"Oooohhh terus kakak senior yang mengantarkan aku kesini?"
"Ya iya lah masa ya iya dong, semua orang di pameran itu pada sibuk apalagi bos kamu duh cantik tapi jutek banget, udh di bantu malah ngomelin kamu tadi, gemes deh liat nya."
__ADS_1
"Ha-ha-ha kakak senior kenapa jadi curhat?"
"Eh, Kania bisa gak jangan panggil aku kakak senior, aku udah gak kuliah lagi kali panggil nama aja."
"Iya maaf kak Brian."
"Ya udah aku mau hubungi Kevin ya, kasian dia juga kan harus tau keadaan kamu."
"Jangan kak, bukannya apa-apa dia pasti sibuk dan aku gak mau ganggu kerjaan nya hanya karena masalah sepele begini. Lagian juga kan aku udah gak pa pa."
"Waah kamu pengertian banget ya sama pacar mu, mengerti akan kesibukan Kevin. Ya sudahlah."
He-he-he sebenarnya sih aku gak mau kakak telpon Kevin karena dia itu cemburu berat, bisa mati berdiri aku nanti kalau sampai dia tau aku pergi dengan kakak Brian dan juga diantar ke rumah sakit juga. Oooohhhh Noooo.
"Ehmm kak Brian, berhubungan aku merasa sudah lebih baik aku mau pamit ya kak kembali ke butik karena disana masih banyak sekali pekerjaan yang belum aku selesaikan."
"Ha-ha-ha gak usah kak, nanti aku kepanasan pingsan lagi he-he-he."
"Bisa aja kamu, ya udah hati-hati di jalan."
"Oke siap sekali lagi terimakasih kak." Kania membuka pintu kamar perawatan dan berjalan keluar.
***
Butik
Kania melangkah masuk dan duduk di meja kerja nya, mengatur nafasnya pelan sambil meminum air dari botol yang dia beli sebelum setelah keluar dari rumah sakit.
__ADS_1
"Kaniaaa,." panggil Amy rekan kerja nya
"Iya kenapa My?"
"Aku punya kabar gembira."
"Kabar gembira apa?"
"Kamu tau Cosmopolitan kan?"
"Cosmopolitan? kalo gak salah itu nama salah satu brand fashion terkenal di Jerman ya? Kenapa?"
"Bener banget, dan kebetulan Cosmopolitan sedang membuka kontes untuk umum, dan kata mbak Cynthia syarat nya juga gak ribet ko. Kita cukup ngasih beberapa hasil karya kita ke pihak panitia aja. Gimana kamu mau ikut gak?"
"Wahhh serius ya ikut dong!"
"Aku udah yakin kamu bakal minat, nih formulir pendaftaran nya. Mari kita coba demi cita-cita kita, semangat!"
"Oke makasih ya, semangat!" jawab Kania menerima selembar kertas yang di sodorkan Amy.
Aku akan mencoba peluang ini meskipun harus bersaing dengan banyak calon desainer gak masalah yang penting aku sudah mencoba.
Sementara di ruang kerja Cynthia dia mengeluarkan amplop coklat dari dalam tas nya dan menuang isinya ke atas meja, beberapa lembar foto berjatuhan disana, foto yang dia ambil saat Kania pingsan dan di gendong Brian.
Kania harusnya kamu menyingkir dari sisi Kevin.
**__**
__ADS_1
to be continued ðŸ¤