
Happy Reading 😘
***__***
"Kamu bilang apa Asti? Kak Ivan barusan pingsan? Kamu gak bercanda kan Asti?"
"Mana mungkin aku bercanda soal kak Ivan, aku juga gak tau kenapa sebabnya."
"Suster apa belum ada kabar dari pasien bernama Ivan yang tadi pingsan?" tanya Kania menoleh ke suster yang kebetulan datang untuk mengecek Asti.
"Maaf mbak saya kurang tau, cuma tadi di bawa ke UGD untuk pemeriksaan. Dan mbak Asti jangan terlalu emosional seperti ini sangat tidak bagus untuk kesehatan mbak Asti sendiri. Ingat mbak juga disini pasien jadi pikirkan kondisi mbak juga." jawab suster.
"Tapi sus, saya harus tau kondisi kak Ivan? Saya mau menunggu di UGD!"
Tiba-tiba pintu terbuka
"Loh ada Kania rupanya, sudah lama?" tanya Ivan yang sudah kembali ke kamar Asti masih dengan wajah sedikit pucat.
"Kak Ivan, kakak kenapa aku takut liat kakak pingsan tadi." ucap Asti menangis.
"Iya kamu kenapa kak? Dokter bilang apa?" tanya Kania juga merasa khawatir.
"Aku gak apa-apa, hanya terlalu lelah memforsir tenang untuk bekerja aja. Asti kamu harus istirahat jangan bandel ya. Hari ini aku akan menjaga mu seharian." jawab Ivan tanpa menoleh lagi ke arah Kania.
"Benarkah kak,, aku senang sekali. Aku akan istirahat dengan baik supaya lekas sehat."
"Ehmm Kania kamu gak kerja?"
"Aku sudah meminta ijin libur untuk menengok Asti bergantian dengan kak Ivan." jawab Kania.
__ADS_1
"Kamu bukannya baru dipindah tugas ke kantor pusat ya? Baru sehari kerja masa sudah mau ijin, apa itu baik?? Sudah mending kamu kembali kerja sana, tak perlu menemani Asti. Asti disini sudah bersama ku." tanya menatap wajah Kania.
Deg...
Apakah ini artinya kak Ivan tidak menginginkan aku ada disini? kenapa sikapnya begitu dingin terhadap ku? Apakan kak Ivan kesal padaku karena aku semalam pergi meninggalkan dia?
"Oiya kak Ivan benar juga, baiklah aku akan berangkat kerja. Asti kamu cepat sembuh ya, aku permisi dulu. assalamualaikum." ucap Kania lalu melangkah keluar.
"Iya mbak Kania, Terimakasih sudah menjenguk ku. waalaikumsalam"
"Waalaikumsalam." jawab Ivan
Maafkan aku Kania,, mulai sekarang kamu harus bisa melupakan aku dan menjauh dariku. Meskipun sakit tapi akan lebih sakit jika aku memaksa tetap menahan mu.
Flashback ketika Ivan Pingsan
Brankar di dorong menuju ruang UGD. Hingga dilakukan pemeriksaan CT scan keseluruhan selama dua jam sampai akhirnya Ivan sadar dari pingsan nya.
"Kepala saya agak pusing dok."
"Apakah bisa ke ruangan saya, mari saya bantu berjalan."
"Bisa dok, pelan-pelan"
Di ruangan dokter Ivan duduk berhadapan dengan dokter.
"Jadi dengan pak siapa?"
"Nama saya Ivan dok, bagaimana kondisi saya Dok, saya kenapa?"
__ADS_1
"Sebelumnya saya ingin bertanya sejak kapan pak Ivan mengalami sakit kepala seperti ini?"
"Sudah lama Dok, tapi baru beberapa hari belakangan ini semakin terasa Dok."
"Tadi kami baru melakukan CT scan, hasilnya baru akan keluar sekitar 3-4 hari harap bersabar. Tapi kalau dari dugaan saya sementara dengan pengalaman yang saya tau seperti nya pak Ivan mengalami Tumor Otak."
"Apa Tumor Otak!!"
"Tapi pak Ivan tenang dulu, itu kan baru dugaan saya aja bisa jadi dugaan saya salah. Kita tunggu sampai hasil nya keluar."
"Saya rasa dugaan dokter tidak salah, dulu ayah saya juga meninggal karena penyakit Tumor Otak ini."
"Pak Ivan tenang, sekarang ini dunia kedokteran sudah semakin canggih jadi sudah banyak juga yang sembuh, asalkan kita mau berusaha n berdoa."
Kenapa aku harus mengidap penyakit ini. Tumor Otak penyakit yang dengan cepat bergerak dan berkembang.
Flashback off
Ivan kembali menatap pintu kamar rawat Asti, tak ada lagi Kania disana.
Maafkan aku Kania, sepertinya membiarkan mu membenci ku dan meninggalkan aku adalah pilihan yang terbaik.
Ivan menatap Asti yang sudah tertidur.
Dan kamu Asti, aku akan menemani dan mengajarkan mu agar bisa menjadi wanita mandiri dan kuat. Karena aku mungkin tak akan bertahan lama bersama kalian berdua.
***__***
to be continued ðŸ¤
__ADS_1
ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ Kak Ivan....