Terjerat Cinta CEO

Terjerat Cinta CEO
BAB 2.Pilihan Alin


__ADS_3

Disebuah koridor rumah sakit,tampaklah seorang gadis sedang berjalan dengan tubuh yang gontay penuh airmata.Hatinya kini penuh kekhawatiran.Bukan hanya tentang keadaan sang ayah yang memperihatinkan namun,Biaya-biaya yang sudah sangat menumpuk pula yang harus segera ia lunasi.


Belum lagi ia harus membayar kontrakannya dan sekarang ia harus dihadapkan dengan keadaan sang ayah yang harus segera dibawa ke rumah sakit di ibu kota.Sungguh malang nasibnya.Diusianya yang terbilang belia ini harus menanggung beban besar di pundaknya.


Tapi, tak kalah hati penuh kekhawatiran ia mencoba menutupinya dengan senyuman.Ia mencoba bangkit dari keterpurukannya demi sang Ayah, ia akan melakukan apapun untuk kesembuhannya.


"Aku harus kuat demi ayah.Tak apa aku susah asal ayah bisa sembuh.Tapi,bagaimana caranya aku bisa mendapatkan uang untuk ayah operasi?Gaji bulanan saja masih kurang untuk menutupi biaya kontrakan dan perawatan ayah selama disini."Gumam Alin dalam hati.Kini ia baru sadar pada kenyataan didepannya."Tak apa nanti akan ku pikirkan lagi,sekarang keadaan ayahlah yang paling penting."gumamnya.sekarang ia sudah didepan pintu rawat ayahnya.


"Kreet(anggaplah begitu bunyinya ya😆)..."alin membuka pintu rawat ayahnya.matanya tertuju pada kasur rawat sang ayah.Ia berjalan sedikit berlari menuju kasur sang ayah.Dipegangnya tangan ayahnya.


"Ayah..hiks..a.ayah..ayah alin rindu suara ayah,biasanya ayah selalu memberi wejangan kepada alin,ayah selalu menyemangatin alin.Ayah..tidakkah ayah rindu pada Alin..Ayah tidak perlu memikirkan apapun..hik..Ayah hanya perlu memikirkan kesehatan ayah saja.Ayah tidak inginkan Alin sendirian jika ayah tidak ada..hiks.."Alin mencoba berbicara kepada ayahnya yang sedang terbaring di kasur tak sadarkan diri,dengan selang infus serta alat"dokter lainnya.


Alin mencoba sekuat tenaga menatapi ayahnya yang terbujur kaku di kasur rawat itu.Hatinya makin tak karuan melihat kondisi ayahnya yang sudah sangat memperihatinkan.


Jika kemarin-kemarin ayahnya masih sadar namun,siang tadi ayahnya dinyatakan koma oleh dokter.Alin yang mendengarnya ketika ia sedang belanja dipasar untuk membeli buah kesukaan ayahnya,langsung kerumah sakit.


"Ayah..ayah sadarlah..hik..ini alin membawa buah kesukaan ayah..apa ayah tidak ingin mencicipinya.."Alin mencoba lagi untuk berbicara kepada ayahnya.tapi kali ini tangisnya tak dapat dibendung lagi, setelah melihat tidak ada respon sama sekali dari sang ayah tercinta.


Dokter Arya yang semula ingin memberi tau alin kalau beliau sudah mendapatkan donor yang cocok untuk ayah alin.Melihat alin yang berusaha menyadarkan ayahnya pun membuat hatinya iba dan juga ada perasaan aneh dalam hatinya.Ia kemudian mendekati alin untuk memberi tahunya kabar baik tersebut.

__ADS_1


"Nona Alin..Maaf mengganggu anda tapi,saya ingin memberitahu kalu ada kabar baik untuk Pak Wiguna.Teman saya dikota mengatakan kalau ada donor yang cocok untuk pak Wiguna.."kata dokter Arya penuh perhatian menyampaikannya kepada Alin.


"Benarkah dok?apa ayah saya bisa sembuh nanti dok?"tanya alin dengan mata yang berbinar penuh harap.ia merasa kalau ada sedikit cahaya yang bisa membangkitkan semangatnya lagi.


"Iya nona..Tapi keluarga si pendonor memintak uang sebesar 100jta itupun belum dengan biaya operasi nanti yang akan dibebankan kepada si penerima.Jadi jika harus di kalkulasikan anda harus mempunyai uang 160jta itu belum biaya transport sebesar 10jt nona."jawab dokter arya.


''Apa dok!jadi saya harus mempunyai uang sebesar 170jt untuk biaya semuanya!"Alin yang tersadar mahalnya biaya tersebut pun menitihkan airmatanya.Sungguh syok dan berat rasanya.Tapi ia kembali mencoba tegar menghadapinya.yang terpenting kekhawatirannya satu sudah berkurang.


"Teimakasih dokter saya akan mengabari anda lagi jika saya sudah mendapatkan uangnya.Bolehkah untuk saat ini saya menitipkan ayah saya kepada anda dok?saya ingin keluar untuk mencari pinjaman."jawab alin.Sekarang dipikirannya hanya cara untuk mendapatkan uang tersebut.


...............


A : "Hello Mbak Tiwi!"


A : "mbak..hiks..keadaan ayahku sudah parah..ginjalnya harus segera dioperasi..hik..aku tidak punya uang sebanyak itu mbak,dokter bilang jumlah uang yang harus aku bayarkan sebesar 170jt..hik.."


T : "Innalillah!Sabar lin semoga Ayahmu cepat sembuh dan untuk biaya operasi aku tidak bisa membantu banyak alin.uang tabungan ku hanya ada 20jt,nanti akan aku trasfer kerekeningmu alin"


A : "Tak apa mbak..terimakasih sudah mau membantu ku..nanti jika aku ada uang akan ku kembalikan mbak."

__ADS_1


T : "Alin,jangan bilang begitu..aku ikhlas membantumu.kitakan sudah lama berteman lagian kau sudah kuanggap seperti adikku sendiri jadi,tak usah sungkan padaku.Dan masalah sisanya,aku mempunyai solusinya.Tapi..,"


A : "Tapi?tapi apa Mbak?aku akan melakukan apapun mbak demi ayahku dan kesembuhannya.Jadi jangan takut untuk memberiku solusi apapun itu akan ku lakukan."


T : "Maaf sebelumnya Lin..Tapi kau tau kan pekerjaan ku seperti apa..apa kau mau bekerja sebagai wanita P*******r?Dibar tempatku bekerja ada pelanggan yang pemilih.Dia akan membayar berapapun asalkan wanita itu masih Pe****n dan cantik."


A : "Apa cuma itu yang harus kulakukan mbak..hiks..tapi jika ayah tidak segera dioperasi..aku tak mau itu terjadi mbak..hiks.."


T : "Sabar lin maafkan aku menyarankanmu ini karena,cuma itu yang bisa membantu masalahmu saat ini lin.Sekarang terserah padamu lin,apa kau mau melihat ayahmu sembuh atau sebaliknya.Pilihannya sekarang ada padamu lin."


A : " Ini bukan pilihan mbak tapi keharusan bagiku karena keadaan yang memaksa.aku akan memilih ayahku sembuh mbak,apapun itu resikonya akan ku tempuh..hik..walaupun itu artinya aku harus menerima tawaran mbak..hiks.."


T : "Baiklah Lin jika itu pilihanmu.Maka datanglah ke Bar tempat aku bekerja nanti malam pukul 7.aku akan menunggumu dipintu belakan Lin."


A : "Ya mbak..terimakasih sebelumnya mbak.."


T : "Sama-sama lin..aku akan melakukan apapun yang ku bisa untuk membantumu."


Alin yang tak punya pilihan harus mau menerima tawaran tersebut.Beruntung ia masih memiliki Mbak Tiwi tetangga yang sudah ia kenal dari kecil,teman sekaligus kakak untuknya.Bagaimanapun Mbak Tiwi sudah berumur 28 th jauh lebih tua darinya.

__ADS_1


Bersambung...


Sorry reader upnya 1bab dulu 🙇 Author masih memilah kata-kata yang baik biar gak ada yang risih nih 😆 entar kalau dah banyak yang suka baru deh up nya dibanyakin juga 😊


__ADS_2