
Happy Reading 😘
**__**
Kania melangkah masuk kedalam kamar kostnya, dengan pelan sambil sesekali meringis menahan sakit. Setelah masuk sengaja tak menyalakan lampu utama melemparkan tas nya, menuju kamar mandi untuk membersihkan muka dan mengganti bajunya dengan pakaian tidur.
Ketika duduk diatas kasur matanya melirik foto mama yang berdiri diatas meja disamping kasur seolang sedang menatap nya. Mengambil foto dan menatap nya sambil bicara.
"Mah,, aku harus bagaimana? kak Ivan sekali lagi menyatakan cintanya sama Nia! Nia bingung."
"Nia sayang sama kak Ivan, tapi Nia malu dengan keadaan Nia yang sekarang, merasa tak pantas untuk kak Ivan. Sejujurnya Nia ikhlas mah dengan apa yang sudah terjadi, karena Nia lakukan semua demi panti. Tapi kenapa ada rasa sedih ya mah?!"
"Nia ingin menerima kak Ivan, tapi Nia gak berani jujur mengatakan yang sebenarnya. Pasti kak Ivan bakal sedih dan kecewa, ya kan mah?!"
"Belum lagi sekarang Nia harus berhadapan dengan Kevin si bos gila yang mesum, Aaaarrrhhhhh Nia pusing mah. Kenapa sih itu orang gak udah-udah nya muncul di hadapan Kania?"
Posisi duduk sudah berubah menjadi tiduran, masih memegang foto mamanya berkeluh kesah sendiri hingga akhirnya tertidur.
Keesokan paginya...
"Aduh kepalaku sakit ya, seperti nya aku banyak memikirkan sesuatu." gumam Kania ketika bangun sambil memijit kening.
"Ini pasti gara-gara si gila mesum itu, setiap memikirkan dia kepala ku pasti sakit, huft." kaluhnya.
Kania turun dari kasur menggapai handuk menuju kamar mandi, melewati kaca kecil yang ada didinding dan berhenti.
"Aku gak boleh lemah, aku Kania gadis yang kuat. Jangan kan hanya melawan satu cowok gila seribu cowok gila pun pasti aku kabur ha-ha-ha..."
"Semangat Kania, aku pasti bisa mengatasi semua masalah hidup." dengan tangan mengepal bersemangat.
"Mandi mandi, kerja kerja," berjalan ke kamar mandi.
***
__ADS_1
Tiba di kantor Kania segera bergabung bersama yang lain setelah menyimpan tas nya.
"Selamat pagi semua nya." sapanya
Ruangan kecil yang hanya diisi oleh lima orang dengan Kania diam hening tak membalas ucapan salam nya.
Dih, ko mereka gak jawab salam ku sih?
Kania mencoba mendekati seorang dari mereka yang bernama mbak Karin, bisa dibilang senior di ruangan itu.
"Hai mbak,, ada yang bisa aku bantu?"
Karin menoleh "Mau bantu apa? Udah gak usah, mending kamu duduk aja sana sambil minum kopi atau teh"
"Eh.. ko gitu mbak, saya disini mau kerja bukan mau berleha-leha. Biar saya bantu, mbak Karin ngomong aja!"
"Heh,, anak baru gue heran deh sama Lo. Ko bisa ya Lo dapat perlakuan spesial dari pak direktur Kevin. Lo ada main apa sama dia?"
"Maksud mbak Karin apa ya? Saya gak ada hubungan apapun sama direktur disini atau siapapun disini. Saya disini hanya ingin kerja."
"Halah,,, pake bohong lagi. Mana ada direktur yang baik banget sama bawahannya kalau bawahannya gak ngerayu, iya kan!"
Astaga jadi mereka bersikap dingin padaku, bahkan sekarang mereka mengucilkan aku juga, cuma gara-gara si gila itu mau membantu ku bangun kemarin.
"Rin, kamu tau gak kemaren masa anak baru ini sampai ke ruangan pak direktur loh, ngapain coba?!" gosip yang lain.
"Yah paling juga mau ngerayu, mau apa lagi?" ledek yang satunya.
"Hadeh, baru kemaren kerja udah mau menggaet bos aja, selera nya boleh juga." timpal wanita satunya lagi.
"Udah kamu anak baru kesayangan pak direktur kamu duduk santai aja, gak bakalan kena potong gaji juga ko hi-hi-hi.."
Kania kesal tapi dia tak melawan dan memilih pergi dari sana ke toilet setelah sebelumnya mendengus kesal.
__ADS_1
Sementara di ruangan Kevin.
"Mau sampai kapan kita di kantor ini Vin?" tanya Andri
"Tunggu lah, aku masih mau lihat rekap laporan keuntungan perusahaan ini."
"Alasan, kan bisa dikirim via email kali, bilang aja Lo masih mu liat cewek yatim piatu itu kan?"
"Sembarangan man ada, dia mah biarin aja ngapain juga gue mikirin dia."
"Halah masih aja gak ngaku.."
"Eh,, lagian nih ya gak ada sejarahnya seorang Kevin sehabisan cewek. Tau gak?!"
"Iya deh iya, yang banyak banget penggemar nya. Sampe sekarang aja noh tadi gue liat di bawah ada cewek seksi masuk gedung, pasti Lo yang manggil kan?"
"Eh sory ya, dia yang datang ke gue. Ngomong-ngomong udah datang ya dia?"
Tok..Tok..Tok..
Andri berjalan ke pintu dan membuka, masuklah seorang wanita cantik juga seksi, dengan dress mininya yang super ketat sampai benar-benar memperlihatkan tonjolan atas dan bawahnya.
Andri hanya menggelengkan kepalanya "Kaya gak ada yang laen aja Vin..Vin.. gue cabut dulu ya!" ucapnya lalu keluar menutup pintu.
Wanita itu tersenyum "Kevin,,, kamu kenapa gak menghubungi aku? Aku rindu sekali!" katanya manja.
Kevin hanya diam memperhatikan dan tersenyum nakal.
**__**
to be continued ðŸ¤
Like dulu baru lanjut lagi.
__ADS_1