Terjerat Cinta CEO

Terjerat Cinta CEO
Terjadilah


__ADS_3

Maaf ya Sayang Up nya malem-malem 🤭 Happy Reading 😘...


**__**


Setelah menutup rolling door minimarket Kania berpamitan dengan Wati dan melihat Wati pergi menjauh, tinggal dirinya yang bimbang apakah ia harus pulang atau tidak. Berjalan pelan menyusuri jalan menuju halte bus.


"Kayanya aku makan dulu deh, aku belum siap kalau harus pulang sekarang." kaki nya berbelok kearah kedai bakso yang masih buka dan duduk disana.


"Mas bakso nya 1 ya gak usah pakai mie sama teh manis hangat 1"


Kania menikmati bakso yang sudah ada di depannya dengan pelan dan lesu, rasa malas dan enggan pulang ke apartemen Kevin semakin membuat nya takut. Jam pun menunjukan waktu yang semakin malam.


"Mbak masih mau duduk disini? saya mau tutup kedai?" ujar penjual bakso.


"Oh tidak pak maaf ya, terimakasih." Kania keluar dan melangkah gontai.


*Bagaimana pun juga aku gak bisa menghindar seperti ini, semua kegelisahan hati yang aku rasakan kini aku yang mengiyakan nya. Perjanjian itu harus tetap ada jika ingin panti asuhan selamat.


Aku gak boleh nyerah apapun akan aku lakukan demi panti asuhan. Aku akan berjuang dan berkorban*.


Setelah memantabkan hati dan dirinya dengan cepat Kania menuju halte bus dan menunggu bus yang akan membawanya pulang.


***


Suasana di apartemen sudah sepi dan hening kamar-kamar semua tertutup. Kania tiba di apartemen pukul setengah 12 malam. Mencoba meletakkan kartu akses masuk yang pernah Kevin tinggalkan diatas meja untuk nya waktu itu. Suasana didalam gelap gulita menampakkan bahwa sang pemilik pun sudah terlelap tidur.


Kayanya si gila udah tidur juga deh, baguslah jadi aku selamat malam ini.


Berjalan masuk kedalam dengan pelan lalu menutup pintu, tiba-tiba lampu menyala terang.


"Dari mana saja kamu?!" suara berat dengan nada kesal tertahan menghalangi Kania untuk melanjutkan langkahnya ke kamar.


"Eh, kirain udah tidur. Aku lembur." jawab Kania sekenanya.

__ADS_1


"Aku sudah menyuruh mu untuk pulang cepat, bahkan aku pun sudah menunggu mu dari tadi. Pergi kemana kamu!!"


"Aku tadi laper jadi makan bakso dulu."


"Cepat sini, duduk disebelah ku."


Kania masih diam mematung tak bergerak ragu.


"Cepat Kania jangan sampai aku menyuruhmu dua kali!"


Dengan melangkah pelan Kania sudah ada di depan Kevin.


"Duduk disini!" pinta Kevin lagi sambil menepuk sofa kosong di sebelahnya.


"Ehmm aku mau itu ganti baju dulu."


"Kania, kamu mau menghindar ya? Apa kamu lupa dengan perjanjian kita.?"


"Iya..iya.." duduk lah Kania disebelah Kevin.


"Gak usah ngeliatin gitu malu."


"Kamu itu kalau nurut dan gak bawel manis lho kaya gulali. Aku juga gak perlu teriak-teriak."


"Udah kan aku mau ganti baju mau mandi!"


"Karena Kania malam ini penurut dan manis aku akan memberikan mu hadiah, tenang jangan takut aku gak akan menggigit mu sayang."


Wajah Kevin perlahan mendekati Kania yang dengan reflek memundurkan kepalanya hingga bersandar di sandaran sofa.


Kecupan hangat bibir Kevin yang menempel lembut di bibir Kania, membuat Kania harus reflek terpejam seperti menikmati kelembutan yang diberikan Kevin.


Kevin semakin menerobos masuk kedalam mulut Kania hingga lidah mereka pun saling bertautan tak henti, gelora panas yang mulai dirasakan pelan tapi pasti mulai naik mencari kehangatan dan kelembutan lebih.

__ADS_1


"Jangan takut aku akan melakukan nya dengan pelan." ucap Kevin disela ciuman nya.


Kania yang tak kuasa menolak apa yang diberikan Kevin hanya diam dan bersemu merah. Kevin melepaskan ciumannya ketika Kania mulai megap-megap.


"Kamu itu imut kalau dicium, tapi coba belajar ciuman sambil bernafas kalau begini terus yang ada kamu bakalan mati setelah berciuman dengan ku sebentar." ledek Kevin.


"Ini pertama kalinya untuk ku."


"Aku akan melakukan nya dengan lembut, karena semua pacarku harus mau melakukan ini."


"Hemm, cepatlah agar kamu tidak lagi mengusik panti asuhan itu lagi."


"Mau di kamarku atau di kamar mu?"


"Dikamar mu!" dengan cepat Kania menjawab.


Bayangan foto mama dilamarnya membuat nya merasa bersalah. Maafkan Nia ma, Nia hanya ingin menolong.


Kevin mengangkat tubuh mungil Kania ke kamarnya dan merebahkan nya dengan lembut. Kevin menatap Kania lembut penuh nafsu, ciuman kembali diberikan Kevin sebelum semuanya terjadi begitu cepat.


Semua pakaian mereka sudah berserakan dilantai, dengan menahan sakit yang teramat Kania hanya bisa diam bertahan dengan mata yang terpejam dan mencengkeram sprei saat Kevin mulai menuntaskan hasrat nya.


Rasa sakit yang dirasakan Kania tak sebanding jika dia melihat panti asuhan harus tergusur dari tempatnya. Pengorbanan yang diambil Kania sampai ia berani dan nekat menukar dirinya demi panti selamat membuat Kania kembali menitikkan air mata.


Kevin yang selesai dengan nafsu nya, menatap air mata yang mengalir diantara kedua mata Kania merasa sedih dan bersalah. Sebelumnya tak pernah ia merasakan hal seperti ini dengan pacar sebelumnya.


Aku tidak akan meninggalkan mu Kania. Aku akan melindungi mu dari apapun. Aku berjanji Kania.


Kevin ikut tidur disebelah Kania yang sudah menghilang dibawah alam sadar nya, menarik selimut dan menutupi tubuh polos Kania yang tergolek lelah. Mencium kening Kania penuh kasih, mengangkat kepala Kania dan meletakkan dilengannya lalu memeluknya.


**__**


to be continued...

__ADS_1


wkwkwkwk,,,, jangan traveling ketinggian nanti jatoh.🤣


__ADS_2