
Happy Reading
***___***
Sementara di Kantin kantor.
"Kak Andri pesen makanan dulu deh, aku mau pesen Teriyaki jangan lupa atasnya kasih wijen dikit ya, tambah nasi dikit terus salad sayurnya isinya wortel, kol, m timun aja, terus minum nya es jeruk es nya jangan terlalu banyak tapi jeruknya yang manis aku gak mau jeruk yang hijau kalau ada yang jeruk mateng gak pa pa." ucap Liza.
"Yah barengan aja pesen nya, aku mau pesen nasi goreng beda tempat itu mah, mana pesenan kamu ribet banget lagi."
"Ih, aku kebelet pipis kak, udah gak tahan ini mau ke toilet."
"Ya ampun, ya udah sana nanti malah ngompol disini lagi."
Tanpa membuang waktu Liza segera berlari kecil keluar dari kantin, padahal di kantin pun ada toilet, untungnya Andri yang sudah berjalan ke boot makanan tidak memperhatikan.
***
Di ruangan Kevin
"Jadi aku harus bagaimana?" tanya Kevin yang sedari tadi diam.
"Ya ampun, malah nanya sih. Kamu itu beneran cinta sama dia gak sih? Aku jadi ragu deh kalau kamu beneran cinta sama Kania? Aku datang kesini sebagai penyambung keinginan Kania yang harus kamu lakukan, eh malah nanya lagi."
"Kania maaf, aku pikir dengan aku sudah berjanji akan menikahi mu dan bahkan sudah melamar mu, tanpa adanya campur tangan orang lain pun kita akan menikah. Ternyata kamu ingin pernikahan yang normal. Maaf Kania aku tidak menyadari isi pikiran mu."
"Baiklah aku akan membawamu ke keluarga ku."
"Ayooo kita kerumah mu, aku sudah tau apa yang harus aku lakukan. Aku akan membawa Kania bertemu keluarga ku" ucap Kevin seraya menarik tangan Ayu.
__ADS_1
"Eeeeehhhh tunggu kayanya jangan sekarang deh, dia masih marah sama kamu."
"Terus kapan dong?"
Ayu diam berfikir.
"Ooooiyaaa gimana kalau lusa, lusa itu hari peringatan kematian ibu nya dan Kania pasti kemakam, nah kamu bisa datang ke makan ibu nya dan berjanji untuk menjaga Kania dan menikahinya serta membahagiakan nya. Gimana?"
"Astaga aku sampai lupa, Kania pernah mengajakku untuk ke makan ibunya ketika hubungan kami masih baik. Ya Tuhan kenapa aku bisa melupakan hal sepenting ini." sesal Kevin dalam hati sambil mengenang permintaan Kania ketika itu.
"Baiklah, aku akan datang."
"Ya sudah aku permisi ya. Jangan lupa sudah tau kan apa yang harus kamu lakukan."
"Iya Terimakasih Ayu, gak salah Kania memilihmu sebagai sahabat nya. Disaat genting pun kamu bisa diandalkan."
Tanpa disadari pintu yang tak tertutup rapat dan lagi seseorang yang mendengar kan obrolan kedua orang yang didalam sedari tadi.
"Sekali lagi terimakasih Yu."
"Okey byee." Ayu pun keluar dengan perasaan lega.
***
Di apartemen Ayu
Kania yang sepulang sarapan memilih untuk diam di apartemen.
"Aku gak boleh lesu gini, ayo dong Kania mana semangat mu?!" ucap nya kepada dirinya.
__ADS_1
Kania berjalan menuju wastafel membasuh muka dengan air dingin yang mengalir lalu berkaca.
"Aku harus semangat dengan atau tanpa dia disisi ku."
"Ibu...!!" gumamnya
"Astaghfirullah ya ampun aku hampir aja lupa, lusa adalah hari peringatan kematian ibu, aku akan pergi kesana."
Bayangan Kania kembali akan kenangan ketika dia meminta Kevin untuk datang ke makan juga.
"*Aku mau kemakam ibu, kamu mau ikut kan?"
"Tentu aku ingin berjanji bahwa aku laki-laki yang pantas untuk mendampingi kamu"
"Ha-ha-ha masa iya*."
Lamunan Kania akan kenangan hubungan mereka yang dulu masih baik-baik saja buyar dengan kenyataan yang ia terima.
"Sudah sebulan lamanya sejak perkataan itu, apakan dia masih ingat? Apa mungkin sedang sibuk dengan tunangan nya?"
"Sudahlah aku yang memilih meninggalkan dirinya, aku yang mengalah demi dia, jadi please Kania jangan berharap lagi."
"Semoga kamu bahagia."
"Ini ngomong-ngomong si Ayu kenapa lama amat ya pergi belanja nya."
"Awas aja kalau dia pulang gak bawa apa-apa, pasti alasan nya lupa. Selalu begitu."
***_____***
__ADS_1
To be continued 😂