Terjerat Cinta CEO

Terjerat Cinta CEO
Ribut dan Fokus


__ADS_3

Happy Reading 😘


**__**


"Jelasin apa? Kamu kan tau aku sama kak Brian hanya kakak kelas saat dulu sekolah gak ada hubungan apapun diantara kami."


"Terus kenapa bis ada foto seperti itu?!"


Kania diam dan memandang wajah Kevin yang masih penuh dengan emosi.


"Jadi waktu itu aku ngejar waktu untuk membawa box gaun mbak Cynthia buat pameran dan itu kayanya jam 12 siang, mana panas, macet, aku akhirnya berjalan mencari kendaraan sampai akhirnya aku ketemu dengan kak Brian dia menawari ku tumpangan dan mengantar ku ke tempat acara tepat waktu."


"Yang aku tanyakan kenapa kamu bisa di gendong sama dia?!"


"Huft,,, jadi aku itu pingsan begitu sampai di lokasi acara karena kepanasan dan kak Brian membawa ku ke rumah sakit."


"Apaaa kamu pingsan?!! Ko kamu gak ngabarin aku sih??!!!" seru Kevin


"Maaf bukannya gak mau ngabarin kamu, tapi aku tau sifat mu yang cemburuan, jadi aku gak mau bikin suasana panas makanya aku gak ngabarin kamu."


"Oooohhhh jadi aku gak boleh cemburu? Terus kenapa kamu gak ngabarin aku, kalau memang kamu gak ada hubungan apa-apa sama Brian bisa kan kabarin aku, mana sampai sekarang pun kamu gak cerita kalau kamu pingsan.?!"

__ADS_1


"Bukannya gak boleh cemburu, hanya aja kadang cemburu mu itu berlebihan, ya udah aku minta maaf."


"Dulu ada Ivan, setelah dia pergi datang lagi Brian, apa aku gak boleh cemburu dengan mu yang dikelilingi oleh cowok?! Harusnya kamu kabarin aku, aku pacarmu harusnya aku yang mengantar mu ke rumah sakit, bukan laki-laki lain!!"


"Kenapa kamu marah kaya gini sih, masih bagus ada orang yang nolong aku harusnya kamu terimakasih sama dia juga dan jangan emosi kaya gini! Emang apa salah nya kalau aku mempunyai teman cowok, yang penting aku gak punya rasa apapun sama dia?!" seru Kania mulai kesal.


"Ooooohhhh jadi kamu lebih seneng ya dengan mereka.!"


Kania geleng-geleng kepala "Aku gak nyangka pikiran mu sempit banget tentang aku. Sekarang aku tanya dari mana kamu dapetin foto itu? Kamu nyuruh orang buat mata-matain kegiatan aku di luar?!"


"Bukan,,, itu aku juga gak tau ada orang yang mengirimkan amplop tanpa nama pengirim ke apartemen!"


"Hmmm..."


"Kenapa aku harus percaya sama omongan mu, sedangkan kamu sendiri curiga dan gak percaya kan sama semua yang aku ceritakan.!"


Kevin diam.


"Sudahlah, aku rasa seperti nya kita jangan bertemu dulu lebih baik kita tenangin diri dulu deh, sampai lomba fashion ku selesai baru kita bahas lagi soal ini. Aku permisi!" ucap Kania lalu pergi masuk kedalam butik.


Kevin yang kaget, hanya diam seperti ada kesadaran yang baru saja dia dapatkan.

__ADS_1


Astaga kenapa aku sampai seperti ini? Kenapa aku harus marah-marah gak jelas gini.


Didalam butik.


"Kania ada apa? Kevin terlihat seperti marah?" tanya Cynthia.


"Gak ada apa-apa ko mbak." jawabnya lalu menunduk.


Cynthia pun diam dengan pikiran nya sendiri.


***


Beberapa hari kemudian...


Acara Lomba Fashion Desainer pun di mulai, bertempat di sebuah ballroom hotel yang sudah di sulap menjadi tempat para pragawati berlenggak lenggok. Didepan banyak kursi penonton dan kursi para juri. Kania masih membantu model nya memberikan arahan sambil menunggu giliran tampil.


"Semangat ya, apapun hasil nya nanti kita sudah berusaha." ucap Kania.


"Iya mbak, aku akan menampilkan yang terbaik, gaun karya mbak Kania bagus ko, aku pede memakainya." jawab sang model.


Sampai akhirnya nama sang desainer di panggil dan tiba giliran karya Kania tampil.

__ADS_1


**__**


to be continued 🤭


__ADS_2