Terjerat Cinta CEO

Terjerat Cinta CEO
Pemegang Saham Datang


__ADS_3

Happy Reading 😘


**__**


Tak terasa Kania sudah hampir seminggu lewat dia bekerja sebagai karyawan di perusahaan itu. Setiap hari pekerjaan yang ia lakukan hanyalah membantu karyawan lain.


"Hei anak baru, kamu nanti fotokopi berkas itu ya?"


"Hei mbak, tolong buatkan kita kopi ya, makasih."


"Nanti jangan lupa ya antarkan berkas ini ke ruangan metting."


Setiap hari Kania hanya menghela nafas, tanpa membantah.


Huft... kerja udah seminggu tapi mereka masih juga gak pernah manggil namaku? Apa mereka itu gak tau siapa nama ku? Kenapa kerjaaan Ki hanya seperti pembantu ya, disuruh ini disuruh itu. Hadeh... tapi gajinya besar ini sih gak masuk akal?.


Sama seperti pagi ini Kania harus menuju mesin fotocopy seperti yang sudah-sudah. Berdiri disana sambil memperhatikan karyawan lain yang duduk santai dengan komputer mereka.


Sampai dua wanita berjalan sambil ngobrol datang dan ikut fotocopy di ruangan yang sama dengan Kania sambil ngobrol.


"Eh,, kamu tau gak kalau perusahaan kita ini sekarang sudah dibeli sama perusahaan lain loh?" tanya wanita dengan rok mini nya.


"Hah masa sih, ko gak ada info pemberitahuan apapun?" balas wanita satunya yang memakai hells dengan hak sangat lancip.


Kania diam ditempat sambil mencuri dengar.


"Iya jelas gak di infoin lah, kan baru seminggu yang lalu juga kabarnya?"


"Kamu tau dari siapa?"


"Dih, ya tau dari pak Sugih lah, dari siapa lagi!"


"Oiya lupa kamu kan minyak cem cem an nya pak Sugih hi-hi-hi."


"Dasar apaan sih sembarangan."


"Terus siapa yang ambil alih perusahaan kita, dia pasti bos besar deh sampai bisa beli saham perusahaan ini?"

__ADS_1


"Kamu tau perusahaan Apple Group kan? Yang bos nya naujubilah ganteng nya gak ketulungan itu?"


"Ya tau lah, siapa sih yang gak kenal bos Apple Group pak Kevin Pratama kan, jadi dia yang beli saham perusahaan ini wah keren aseiiik berati ada kemungkinan kalau pak Kevin tampan itu bakal datang kunjungan dong?!"


Hah....!!! Apple Group..?? Kevin Pratama..??!! Jangan bilang dia si Gila mesum.


"Ya pastilah, aku juga penasaran sama bos tampan itu. Siapa tau ku bisa tebar pesona terus nempel deh."


"Ya ampun dia tuh playboy kali, kamu mau?"


"Gak pa pa, asalkan hidup ku terjamin he-he-he."


"Dasar metre."


"Udah gak usah munafik, cewek itu butuh modal biar cantik, aku sih kalau ada cara cepat kenapa harus repot sama cara lama dan sulit. Aku coba dulu sebulan abis itu gantian sama kamu ya?"


"Eh..eh.. itu denger deh ko kayanya rame banget sih suara heboh bener, ada apa ya liat yuk?"


"Iya bener, suara cewek teriak ya, hayuu kita kedepan."


Hah,,, apa yang mereka katakan barusan itu benar? Jangan sampai aku bertemu lagi dengan si gila itu. Aku sudah keluar dari genggaman nya dan gak akan masuk lagi. Aku juga harus memastikan.


Kania ikut melihat keluar Kerumutan orang yang dimana kebanyakan wanita sudah memenuhi lobby kantor yang tidak terlalu luas itu, Kania yang mungil tidak terlalu bisa melihat siapa yang datang dan membuat heboh karena dia melihat terlambat, maju sedikit nyelip sana sini karena penasaran hingga akhirnya Kania bisa melihat dua laki-laki berdiri di pintu masuk dengan mata berkeliling.


Astaga beneran si gila.


"Selamat pagi ladies.." sapa Kevin dengan mata mencari sesuatu dan menemukan apa yang dicari berada diantara kerumunan melihat sekilas.


Ya Allah,,, tadi dia ngeliat kearah ku apa bukan sih? Semoga sih bukan lah ya. Aku harus cepat kabur dan menghindar.


Semua wanita bukannya menjawab malah semakin heboh dan memanggil nama Kevin.


"Pak Kevin boleh salaman gak?" tanya seorang wanita yang ternyata cukup berani.


"Hemmm ya boleh lah."


Sambutan heboh suara wanita yang juga ingin memegang tangan Kevin semakin menjadi dan terjadi dorong-dorongan. Belum sempat kabur Kania justru ikut terdorong yang lain dan akhirnya dia pun jatuh tersungkur dihadapan Kevin.

__ADS_1


*Aduh kenapa malah gini sih, sial amat nasib ku hari ini gara-gara si gila dateng. Pake acara jatoh pula lagi, bikin malu aja.


Ayo Kania bangun, berdiri dan pergi dari sana*.


Kania yang berusaha berdiri tak bisa karena pergelangan kakinya terkilir akibat dorongan wanita pengagum bos gila. Suara bisik gunjingan mulai terdengar.


"Idih siapa sih nih cewek? bisa-bisanya sengaja jatuh?"


"Iya dia bukannya anak baru yang kerja seminggu ya?"


"Bukannya bangun malah duduk di lantai, cari muka amat sih?"


"Iya dia pikir pak Kevin bakal nolongin dia kali ya?"


"Jangan mimpi selera pak Kevin itu bukan kaya dia."


"Iya lah kita liat aja paling juga pak Kevin langsung pergi,"


"Jelas mana mau pak Kevin repot-repot ngurusin cewek biasa aja kaya dia."


Makin banyak suara gosip yang muncul, membuat Kania kesal tapi harus ditahan emosi.


Sialan,, ini juga kan ulah kalian mbak-mbak bar-bar gk pernah liat cowok gila ya? lagian kalau kaki gak terkilir gini aku juga males kali duduk di lantai lama-lama. Apalagi sampai harus ketemu dan bertatapan sama si gila ini lagi. Aduuuuhhh kenapa sakit banget sih.


Kania mencoba lagi berdiri masih tak sanggup. sampai akhirnya sebuah uluran tangan datang.


"Ayo bangun sini aku bantu."


Suara berat Kevin yang sudah sekian lama tak didengar Kania kini muncul lagi. Jantung Kania mendadak kembali berdegup kencang. Antara ragu menerima uluran tangan itu atau tidak, masih tak percaya sama seperti wanita yang di belakang tak percaya melihat nya.


**__**


to be continued 🤭


Cie... ada yang deg deg an lagi 🤣 Hemmm bakal berlanjut seperti apa ya setelah Kania tau.


Jangan lupa like nya makasih.

__ADS_1


__ADS_2