Terjerat Cinta CEO

Terjerat Cinta CEO
Bertemu Sahabat


__ADS_3

Happy Reading 😘


**__**


Malam harinya...


Setelah selesai bekerja Kania yang menolak diantar pulang Ivan saat di telepon.


"Nia,, kamu apa sudah selesai kerja nya?"


"Iya udah ini aku mau ke halte."


"Maaf ya Nia, aku gak bisa anter kamu pulang kerjaan ku masih lumayan banyak, kalau aku jemput kamu nanti malam aku di suruh lembut dan gak bisa menemani kamu makan malam."


"Iya gak pa pa kak, aku pulang sendiri aja sekarang. Kak Ivan selesai kan aja kerjaan nya, kan masih sore juga."


"Okey kamu hati-hati ya di bus. Nti malam sepulang kerja aku jemput di kost an."


Kania melangkah turun ke lobby dan melangkah keluar gedung dalam diam, pikirannya terbayang soal kepindahan nya besok ke kantor pusat Apple Group.


Gimana aku bilang ke kak Ivan ya? Hadeh makin sulit aja sih hidup ku.


Kania duduk menunggu bus di kursi halte diam, tak bersemangat sejak tau besok dia harus berhadapan kembali dengan Kevin. Bus pun berhenti di depan halte.


"Alhamdulillah sampe juga di depan pintu kamar!" ucap nya setelah turun di halte dan berjalan kaki santai menuju tempat kost nya.


Membuka pintu dan masuk kedalam mencari kasur dan merebahkan diri disana, tak butuh waktu lama dia pun tertidur.


Suara dering ponsel membuat terbangun setelah beberapa saat tertidur cepat.


"Astaghfirullah jam berapa ini?" gumam nya sambil melirik ke tembok tempat jam dinding terpasang.


"Syukurlah masih jam 6, lumayan agak enak lah badan. Eh ponselku mana?" Kania sadar mendengar dering ponsel nya kembali dan mencari tas kerjanya.


"Halooo iya kak Ivan."


"Nia, aku ke tempat kost kamu ya, kamu udah siap kan?"

__ADS_1


"Iya kesini aja kak. Aku baru bangun tidur he-he-he, aku langsung siap-siap deh kak."


"Ya ampun kamu pulang kerja langsung tidur, ya udah sana siap-siap. Aku otw ya."


"Oke."


Dengan gerakaj secepat kilat Kania meluncur ke kamar mandi setelah menarik handuk dari atas paku. Tak perlu waktu lama cukup setengah jam pintu kamar mandi sudah terbuka.


***


Didalam mobil yang sedang di kendarai Ivan.


"Temen kamu ngajak kita ketemuan dimana?"


"Belum ngabarin lagi kak, bilangnya sih nanti mau telpon!"


Panjang umur suara ponsel Kania berdering.


"Nah kan baru kita omongin!" gumamnya menggeser tombol hijau.


"Aku tunggu kalian di restoran Shabu Moen Moen ya!" jawab Ayu


"Wedeh serius mau traktir kita makan shabu-shabu?"


"Iya lah sekali sekali biar kamu ngerasain makan enak ha-ha-ha."


"Kurang asem tau aja kalau aku kurang gizi, okey kita meluncur ke sana ya!" Kania mematikan sambungan telepon nya.


"Tadi kak Ivan denger gak,?"


"Restoran Shabu Moen Moen ya?"


"Iya,, kita kesana kak."


"Oke."


Restoran Shabu Shabu Moen Moen

__ADS_1


Mobil memasuki area parkir restoran dan berhenti dengan mulus diantara beberapa mobil lainnya. Turun dan berjalan masuk kedalam.


"Kania..!!' panggil Ayu dari meja yang letak nya agak pojok.


Kania celingak celinguk dan melambaikan tangan nya, "disana kak yuk!" ajak nya.


"Ayuuuu apa kabar?" dengan segera Kania memeluk ayu sahabat nya begitu pun Ayu membalas pelukan Kania.


"Silahkan duduk Kan, mas, kabar ku baik Kan. Kamu sendiri gimana?"


"Ya seperti yang kamu liat, masih sama kan?"


"Kata siapa sama ada yang beda tuh, sekarang sudah punya gandengan, gak jomblo lagi." ledek Ayu.


"Oiya kenalan dulu dong, kak Ivan ini Ayu sahabat aku, Yu ini kak Ivan."


"Oooh ini yang namanya kak Ivan, oke kenalin juga ini pacar ku Baim."


"Pacar apaan, kita ini udah mau tunangan kali Yu, bilang tunangan aku kek gitu!" semprot Baim protes.


"Ha-ha-ha sabar ya mas Baim, Ayu emang suka amnesia." balas Kania meledek.


"Oh jadi kalian sudah akan bertunangan, kapan?" tanya Ivan


"Beberapa Minggu lagi lah, pengen sih secepatnya biar ini anak gak pecicilan lagi." jawab Baim.


"Kalian berdua ini baru jadian apa gimana?" tanya Baim.


Kania dan Ivan saling pandang, dengan cepat Ivan memegang tangan Kania berusaha menenangkan.


"Yah sepertinya ide tunangan gak buruk ya, aku memang ingin serius dengan Kania. Tapi kalau saat ini aku masih harus bekerja keras untuk menjadi lelaki mapan, karena aku gak mau Kania akan merasa susah hidup bersama ku!" jawab Ivan.


Kania menoleh menatap Ivan dengan hati yang sakit dan bimbang.


***__***


to be continued 🤭

__ADS_1


__ADS_2