Terjerat Cinta CEO

Terjerat Cinta CEO
Kritis


__ADS_3

Mungkin sudah saat nya penyakit yang di derita Ranya di ketahui oleh kedua Orang Tua nya dan Saudara nya. Ranya di temukan tergeletak di depan pintu apartement nya. Beruntung saat itu Petugas kebersihan sedang melewati unit yang Ranya tempati.


Petugas kebersihan dengan sigap menghubungi pihak keamanan apartement, Ia juga menelpon pihak rumah sakit untuk mengirim Petugas kesehatan agar segera. datang ke apartement.


Dalam waktu kurang dari 15 menit Petugas kesehatan tiba di unit apartement milik Ranya, tubuh Ranya sudah lemah tak berdaya. Petugas keamanan segera menghubungi Kediaman Keluarga Ranya. Dan kebetulan yang menerima telpon saat itu Mama nya sendiri.


Dengan tenang Mama mendengar kan semua informasi yang di jelas kan oleh pihak keamanan. Mama pun segera menghubungi Papa. Dan selang beberapa jam Mama dan Papa telah siap berangkat dengan menggunakan pesawat jet pribadi.


Mama dan Papa sangat terkejut melihat kondisi Ranya dan lebih terkejut lagi saat mendengar dan mengetahui bahwa penyakit yang di derita Ranya adalah HiV atau Aids.

__ADS_1


Sudah hampir 2 Minggu Ranya di rawat di ruang ICU dalam keadaan koma, kondisi nya pun belum menunjuk kan kemajuan. Mama dan Papa masih menemani Ranya. Rosya pun datang menjenguk Ranya dengan membawa 2 Bayi kembar nya.


Setelah hampir 1 Bulan lebih, akhir nya Papa memutus kan untuk kembali ke rumah karena Perusahaan tidak ada yang mengelola, Zie sampai kewalahan karena harus mengawasi Dua Perusahaan besar sekaligus.


Sementara Mama masih menemani Ranya. Sedang kan Rosya hanya bertahan 2 Minggu karena Putri Kembar nya tidak cocok dengan udara di Kota ini.


.


.

__ADS_1


Ranya tak banyak bicara, sementara Mama dan Papa tak pernah membahas penyakit yang di idap oleh Ranya. Rosya pun mengunjungi Ranya bersama kedua Purtri nya. Ranya merasa senang dan bahagia dengan kehadiran kedua keponakan nya yang sangat cantik dan menggemaskan.


Setelah kondisi Ranya jauh lebih baik Papa membawa pulang ke rumah, Papa berharap dengan kembali ke Kota asal Ranya akan semakin baik kondisi kesehatan nya.


Ranya benar-benar butuh Orang-orang yang bersikap adil dalam memperlakukan nya. Tidak mengucilkan dan menganggap seperti sampah jijik saat berdekatan.


Hidup memang tak seindah yang Kita inginkan, tak seindah yang Kita bayangkan. Ranya cukup telak mendapat cobaan hidup. Setelah menjalani hidup cukup bebas pada akhir nya Ia harus mendapat kan penyakit yang saat ini sulit untuk di sembuhkan. Sebagai Manusia tetap harus semangat dan selalu berusaha untuk mendapatkan kesembuhan.


Papa sudah mencari dokter terbaik di dunia, untuk menyembuhkan Ranya, meski tidak dapat sembuh secara total, paling tidak Ranya akan bertahan hidup lebih lama. Sebagai Orang Tua Papa dan Mama harus memberikan yang terbaik untuk Anak-anak nya. Apapun di lakukan walau harus kehilangan banyak harta, bahkan banyak Orang Tua yang rela kehilangan nyawa demi Anak-anak nya.

__ADS_1


Kondisi Ranya yang sudah membaik, membuat Papa dan Mama merasa sedikit lega, Mereka tak henti-henti mengucap syukur atas karunia dari Tuhan. Setiap ada waktu senggang Mereka selalu berkumpul, makan bersama, liburan bersama, shooping bersama, waktu Mereka banyak di habiskan bersama.


Rosya dan Anak kembar nya juga sering kali mengunjungi kediaman Mama dan Papa, Ia selalu memberi semangat pada Ranya, membelikan banyak buku, agar waktu Ranya tak sepi jika sedang berdua saja dengan Mama di rumah.


__ADS_2