
Ranya sudah kembali ke kota kelahirannya. Untuk beberapa waktu Ia akan cuti dari perkuliahan. Hal yang saat ini sangat Ia butuhkan adalah menyemangati diri sendiri setelah semua apa yang telah terjadi.
Hatinya bahkan merasa sangat bersalah saat mengetahui Zie yang sedang di rawat karena mengalami depresi, sehingga mengalami gangguan kejiwaan.
Ranya ingin menemui Zie lalu meminta maaf atas semua yang telah Ia lakukan pada Zie. Namun kedua Orang Tua Zie melarang Ranya untuk menemui Zie. Mereka tak mau kondisi Zie yang sudah berangsur-angsur baik akan mengalami penurun jika bertemu dan berbicara dengan Ranya.
Ranya pun memahami itu. Hubungannnya dengan Yie juga sudah berakhir. Kini Yie bisa bernapas lega karena memang tak berniat memiliki hubungan apalagi sampai menikah dengan Ranya.
.
.
.
Kondisi Zie yang semakin baik, Ia sudah mau berbicara walau tak banyak. Rosya mulai mengingatkan dengan aktivitas perkuliahan dan pekerjaannya. Zie mulai mengikuti perkuliahan meski secara virtual, sering mengikuti webinar yang di adakan pihak kampus. Zie tampaknya sudah terlihat normal kejiwaanya, namun siapa sangka terkadang emosinya berubah menjadi kasar, pemarah dan mengamuk tak terkendali.
__ADS_1
Rosya dengan sangat sabar selalu menemani hari-hari Zie. Satu tahun pun telah berlalu, kini Zie di rawat di rumah. Dokter Frans pun telah pulang ke Belanda bersama Istrinya.
Rosya yang semula ingin pulang ke Belanda mengurungkan niatnya. Nania meminta agar Rosya tetap merawat Zie sampai benar-benar sembuh. Pada akhirnya siapa yang bisa menolak permintaan seorang Nania yang sangat lembut, penuh kasih sayang.
Rosya dan Ester perawat yang selama ini mendampingi Rosya dalam merawat Zie akhirnya dikontrak kerja oleh Mayasi. Mereka tinggal di kediaman Mayasi. Baik Rosya dan Ester di perlakukan seperti anggota Keluarga sendiri.
.
.
.
Zie sudah mulai mengikuti perkuliahan di kampus. Awal-awal perkuliahan cukup sulit untuk mengontrol emosi Zie karena Ia mendengar perkataan Orang-orang yang membicarakan hubungan masa lalunya dengan Ranya.
Rosya selalu menenangkan hati Zie. ' Pria tampan, kaya, cerdas dan penuh karismatik itu kenapa harus di khianati oleh Tunangannya sendiri, kurang apalagi coba? " Rosya bermonolog sendiri.
__ADS_1
Selama tinggal di kediaman Mayasi, kedua Orang Tua Rosya tak mengetahuinya. Keduanya hanya sesekali kumpul dan bertemu dengan Anak, menantu dan cucunya.
Ranya kembali di sibukkan dengan bisnis olshop nya. Ia berniat akan melanjutkan kuliah di kota kelahirannya saja. Memilih ekonomi bisnis agar dapat menunjang kariernya nanti.
*
Sore ini Zie tengah menikmati secangkir kopi hitam dan sepotong cheese cake di teras samping rumah yang kini banyak tanaman hiasnya.
Zie benar-benar menikmati suasana santai, tanpa sengaja Ia melihat Rosya yang sedang duduk di kursi taman sambil membaca buku, Zie mengulas senyuman kala memandang wajah Rosya ' Gadis itu sangat cantik, manis, periang bahkan lucu, tapi penampilannya sangat cuek, biasa saja. ' Zie bermonolog sendiri.
Rosya yang merasa ada yang sedang memperhatikannya, mencari keberadaan Orang tersebut. Mereka saling memandang, tersenyum malu-malu karena kekakuan sikap keduanya.
Setelah hari itu hubungan Zie dan Rosya semakin dekat. Zie tak malu-malu lagi memberikan perhatian pada Rosya, hal ini membuat Mayasi dan Nania merasa gembira. Mereka sangat mendukung jika Zie dan Rosya menjalin hubungan percintaan.
Sementara Ester kini tengah dekat dengan Sekretaris pribadi Mayasi yaitu Kameo.
__ADS_1
Sedangkan kedua Kakak Kembar Noura dan Naira akan melansungkan pertunangan dengan Brian dan Smith Putra dari Sahabat Mayasi yaitu Beny.
Brian dan Smith adalah Kakak dan Adik, Noura berpasangan dengan Brian, sedangkan Naira dengan Smith. Pendekatan sudah terjalin sejak 6 bulan yang lalu. Mayasi dan Nania berharap kedua Putri Kembarnya mendapat kebahagian bersama pasangannya.