Terjerat Cinta CEO

Terjerat Cinta CEO
Meninggal nya Ranya


__ADS_3

Sejak kemarin hujan mengguyur Kota ini, udara dingin dan lembab membuat Orang enggan beraktivitas di luar rumah. Tapi ini tidak berlaku untuk Zie, sejak pagi Ia sudah meninjau lokasi yang merupakan project terbaru dari perusahaan nya.


Di temani Alexander asisten pribadi nya, Zie meninjau project tersebut satu persatu, tak ada satu pun yang terlewat kan. Saat Zie sedang beristirahat ponsel nya berdering ada panggilan masuk dari Mama Mertua nya. Zie pun menerima panggilan itu.


#Zie, apakah Kamu sedang sibuk! Mama boleh bicara?


#Tentu saja Ma


#Sebenar nya Ranya ingin bicara pada Mu, ada yang ingin Ia sampai kan, Mama mohon Kamu mau bicara pada Ranya!


#Mmmhh ... Baiklah kalau begitu


#Terima kasih Zie

__ADS_1


#Haloo Zie, Aku hanya ingin bicara sebentar pada Mu


#Silahkan bicara saja, Aku mendengarkan nya


#Baiklah, Aku hanya ingin meminta maaf pada Mu, untuk semua kesalahan Ku di masa lalu, Aku benar-benar menyesal Zie


#Aku sudah memaafkan Mu, bagi Ku semua nya sudah berlalu dan Aku rasa tak perlu lagi Kita membahas nya!


#Baiklah Zie, terima kasih karena Kau pernah mencintai Ku dengan tulus, semoga Kamu selalu bahagia, sekali lagi maafkan Aku


#Aku sebentar lagi juga akan bahagia Zie, selamat tinggal Zie


Tuuuutttt... Telepon pun terputus, tak lama Mama Mertua mengirim pesan pada Zie bahwa Ranya sudah selesai berbicara pada Zie, Ranya minta di antar bertemu dengan Yie.

__ADS_1


Ternyata Yie yang akan datang berkunjung untuk menemui Ranya. Yie mengajak serta Miana namun saat hendak pergi, Miana mendapat telepon kalau kedua Orang Tua akan akan datang ke rumah Mereka. Akhir nya pergi sendiri.


.


.


Tiba di rumah Ranya, ternyata Ranya sudah menunggu di ruang utama, tak banyak basa-basi Ranya nya pun segera mengutarakan maksud nya ingin meminta maaf pada Yie. Mereka berdua sudah saling bicara, sudah memaafkan satu sama lain.


Dan saat Yie hendak berpamitan pulang Ranya mengucapkan "selamat tinggal Yie" dan Yie menganggap itu hanya kata-kata lelucon dari Ranya. Yie pun mengacak rambut Ranya sambil tersenyum. Tampak di sudut ruangan Mama menangis menyaksikan Putri Kedua nya menjalani hidup seperti ini.


Mama pun menghampiri Ranya, memeluk Putri nya dengan erat "jangan menangis Ma, sebentar lagi Ranya akan bahagia", Mama pun semakin mengeratkan pelukan nya. Mama merasa ini seperti pelukan terakhir untuk Ranya.


Hari ini Mama meminta Rosya dan Anak-anak makan siang di rumah, Mereka pun makan siang bersama, suasana begitu terasa begitu hangat, hanya Putri Sulung yang tidak bisa hadir karena sedang berlibur bersama Suami dan Anak-anak nya ke Eropa.

__ADS_1


Sore hari nya, Rosya dan Anak-anak pamit pulang ke rumah nya. Saat hendak pulang Rosya ingin pamit pada Ranya, namun Ranya sedang tidur, Rosya pun hanya mencium kening Kakak nya itu, Ia tak mau membangunkan karena melihat tidur Ranya begitu lelap.


Hingga pukul 20:00 malam Ranya belum juga keluar dari kamar nya. Mama pun berinisiatif mengecek ke kamar nya. Betapa terkejut nya Mama saat melihat Rosya sudah tergeletak di lantai, Mama pun berteriak meminta pertolongan, untung saja ART mendengar teriakan Mama, dan segera memanggil pihak keamanan rumah dan menelpon Dokter pribadi untuk segera datang ke rumah, Mama mengira Ranya pingsan seperti biasa nya. Namun dugaan Mama salah saat ini Ranya telah meninggal dunia


__ADS_2