Terjerat Cinta CEO

Terjerat Cinta CEO
Surat pun Tiba


__ADS_3

Happy Reading 😘


***


"Kaniaaaaaa.... Astagaaaa.... mau sampai kapan kamu gak pulang Hahhhhh!!!! sudah jarang menelepon, telepon ku juga jarang diangkat. Kamu itu sibuk nya kebangetan amat sih!!!" omel Kevin


"Ko kamu kenceng banget sih suaranya, kamu lagi marah ya?" tanya Kania


"Cepat pulang atau aku akan menyusul mu ke butik dan menarik mu keluar dari sana!"


"Ya ampun iya iya, sabar dong."


Kevin pun mematikan panggilannya.


Huft, desah napas panjang Kania dimalam yang dingin mengakhiri obrolannya dengan Kevin. Tapi sayang nya sesaat kemudian suara ponselnya berdering panggilan masuk dari Kevin.


"Ya ampun, kirain udah selesai hmmm!" gumam Kania sambil menggeser tombol hijau di layar.


"Kenapa dimatiin telpon ku?!" suara teriak Kevin kembali terdengar di telinga Kania yang spontan menjauhkan ponselnya.


"Siapa yang matiin? Kirain emang udah selesai telpon nya?" jawab Kania.


"Cepet pulang aku tunggu di apartemen.!"


"Sekarang masih belum bisa Vin, tanggung gaun rancangan ku sebentar lagi selesai. Kamu kan tau kalau kompetisi ini langkah awal aku untuk bisa menjadi desainer sukses, kamu dukung dong."


"Haduh,, jadi masih belum bisa ketemu lagi nih?"


"Iya sekarang belum, nanti kalau selesai acara aku pasti akan mencari waktu untuk kita, meluangkan waktu untuk mu. Udah ah jangan marah jelek tau."


"Kamu gak tau ya, aku itu kangen. Emang kamu gak kangen ya sama aku?!" Kevin kembali emosi


"Ya kangen tapi kan gimana, maaf ya!"

__ADS_1


"Ya udahlah aku akan maafin kamu, tapi kamu harus bilang sayang dulu, kamu bilang sayang jangan marah lagi ya, gitu cepet!" kata Kevin.


Raut muka Kania bersemu merah, sejak mereka menjalin hubungan pacaran dia belum pernah menyebut kata sayang sekalipun. Menurutnya aneh.


"Heiiii Kaniaaa ko malah diem sih, bilang sayang buruan!' seru Kevin.


"Iya iya bawel amat sih. Saa..sa.. sayang" katanya kaku.


"Yang lengkap minta maaf nya.!"


"Huuuuhhhh dasar sayangggggg aku minta maaf ya." Lalu


Tut..Tut..Tut.. Kania menutup teleponnya, Kevin kaget dan melihat ponselnya tak ada lagi wajah Kania dilayar nya.


"Bener-bener ya si landak ini, berani dia menutup teleponnya. Huft ya sudahlah toh aku yang menyetujui nya, aku yang memilihnya menjadi pacar ku. Apapun yang dia lakukan aku harus mendukung nya."


"Tapiiiiii gak gini jugaaa kaleeeee,,, gak tau orang kangen apa yaaaa!!!!" teriak Kevin.


***


"Selamat pagi semuanya..?" sapa Cynthia ketika masuk kedalam butik.


"Pagi mbak" jawab beberapa karyawan yang berpapasan dengan nya.


Cynthia pun segera masuk kedalam ruangan kerja nya.


Gak lah,, aku buang aja surat isi foto itu. Aku gak boleh iri begini. Kenapa aku jadi punya sifat jahat kaya gini.


Berjalan ke meja melirik ke bawah buku melihat surat yang kemarin dia simpan disana."Hah ko gak ada, kemana surat yang kemaren aku taruh di bawah sini ya?" gumam nya bingung.


Berjalan ke pintu dan membuka pintu, "Sariii..!!" panggil Cynthia.


"Iya mbak, ada apa?"

__ADS_1


"Kemarin kamu merapihkan meja kerja saya?"


"Iya mbak, abis berantakan banget. Emang kenapa mbak?"


"Kamu liat gak surat yang ada di bawah tumpukan kertas ini."


"Oh surat amplop putih ya, liat mbak tapi sudah saya kirimkan kemarin juga pakai yang expres"


"Hah,,apa,,, dikirim?!"


"Iya mbak, kirain emang mau dikirim, kenapa mbak?"


"Huft, ya sudahlah gak pa pa. Kamu bisa kembali kerja lagi."


Sari bingung dan keluar dari ruangan itu.


Sudah dikirim, apa yang harus aku lakukan. Nasi sudah menjadi bubur.


Cynthia bingung, bimbang, takut, dan duduk dalam diam di kursinya.


***


Sementara di apartemen, Kevin yang sudah siap akan berangkat kerja begitu membuka pintu bersamaan dengan ketukan pintu dari luar.


"Eh ada apa ya?" tanya Kevin


"Ini pak ada surat untuk bapak." jawab kurir


Kevin menerima surat yang disodorkan kurir "Silahkan tanda tangan disini pak."


Kevin membubuhkan tandatangan diatas kertas, "Terimakasih pak." ucap kurir lalu pergi.


"Gini hari masih maen surat-suratan ya. Mana gak ada nama pengirimnya lagi. Aneh surat kaleng, buka di kantor aja lah." gumam Kevin lalu berjalan menuju lift yang akan membawanya turun menuju basement.

__ADS_1


***__***


to be continued 🤭


__ADS_2