Terjerat Cinta CEO

Terjerat Cinta CEO
Pertemuan Dua Pria


__ADS_3

Happy Reading 😘


***__***


Dalam Ruangan Dokter


"Baik dok saya akan keruangan dokter!"


"Pak Ivan ini hasil tes kemarin, sudah keluar. Silahkan di buka."


Ivan membuka kertas dan dengan cepat matanya menangkap satu kata yang sangat dia takutkan.


Hasil Diagnosa CT Scan


Nama : Ivan Gunawan


Usia : 27 tahun


Jenis Kelamin : Laki-laki


Hasil pemeriksaan menyatakan bahwa anda mengidap Tumor Otak.


"Melihat dari hasil yang sudah saya baca pak Ivan mengidap Tumor Otak stadium akhir." jelas Dokter.


"Stadium Akhir Dok! Lalu apa yang harus saya lakukan? apakah saya bisa sembuh dong?"


"Pak Ivan bisa melakukan operasi pak!"


"Jika saya melakukan operasi berapa kemungkinan saya akan sembuh?"


"Saya tidak bisa menjamin hidup dan mati seseorang pak, kita hanya bisa berusaha yang terbaik. Tapi dari hasil riset dari pasien sebelumnya setelah mereka operasi kemungkinan nya sekitar 30 persen."

__ADS_1


Hanya 30 persen


"Lalu jika saya tidak melakukan operasi, berapa lama waktu saya untuk hidup?"


"Sekali lagi pak hidup dan mati seseorang di tangan Tuhan. Saya hanya bisa mengira-ngira saja, mungkin sekitar kurang dari satu tahun."


Kurang dari satu tahun


"Baiklah Dok, Terima kasih penjelasan nya, saya permisi."


"Pak Ivan harus tetap semangat dan berfikir positif jangan terlalu lelah."


"Saya mengerti Dok."


Ivan keluar dari ruangan dokter, berjalan gontai menuju kamar Asti.


Hidupku tidak akan lama lagi, bagaimana aku bisa menjalankan semuanya. Masih banyak hal yang harus aku kerjakan dan belum semua selesai. Aku masih harus mengajarkan Asti supaya bisa menjadi perempuan mandiri. Juga Kania bagaimana pun juga Kania tidak perlu tau masalah ku, aku akan meninggalkan dia lebih dulu, aku akan buat Kania bosan terhadap ku. Dengan begitu dia akan menjauh dariku dan pergi ke sisi lelaki itu, lelaki yang menjadi cintanya.


***


Ivan sudah ada di depan kamar Asti, dia membuka pintu dan melihat kedalam, Asti masih tertidur. Merogoh saku celana nya dan mengambil ponselnya.


"Selamat siang apa benar ini dengan kantor Apple Group, saya dengan Ivan. Saya ingin berbicara dengan direktur Kevin apakah bisa?"


"Oh sebentar pak Ivan, akan saya tanyakan terlebih dahulu." jawab wanita di seberang sana.


Di ruangan Kevin


"Pak Kevin, ada seorang pria bernama Ivan ingin bicara dengan bapak? apakah bapak mau terima?"


Ivan.. Ivan yang selalu bersama Kania kan.

__ADS_1


"Oke sambungkan!" jawab Kevin


"Selamat siang pak Kevin, saya ingin bicara dengan anda berdua saja apakah anda ada waktu?" tanya Ivan langsung.


"Wah wah wah,,, kebetulan sekali saya memang ingin bicara dengan anda pak Ivan. Oke temui saya di cafe Kemuning jam makan siang!"


"Oke baik saya akan datang, terimakasih."


Cafe Kemuning


Ivan sampai didepan pintu masuk cafe, berjalan menuju kasir "Maaf mbak, apakah disini ada reservasi atas nama pak Kevin? Apakah beliau sudah datang?"


"Oh iya pak Kevin belum lama tiba, silahkan mari saya antar."


Berjalan di lorong menuju ruang privat di cafe itu.


"Silahkan masuk pak."


"Terimakasih" Ivan membuka pintu dan masuk kedalam.


"Selamat siang pak Kevin, maaf membuat anda menunggu!"


"Wowww,,pak Ivan termasuk laki-laki disiplin waktu ya. Silahkan duduk. Saya baru saja sampai."


Ivan menarik kursi dan duduk.


"Kalau boleh saya menduga, sepertinya hari ibu kita akan sama-sama membicarakan hal yang sama. Betul...?" ucap Kevin


"Benar sekali."


**__**

__ADS_1


to be continued 🤭


__ADS_2