
Happy Reading 😘 Bismillah 2 Bab ya...
**__**
Keesokan harinya,
Alarm dari ponsel Kania terdengar nyaring sekali, dengan cepat Kania menggapai meraba sekitar kasur mencari dimana ponsel itu berada. Tanpa membuka matanya dia berhasil mematikan Alarm. Mengucek matanya melihat sinar yang berhasil masuk dari sela gorden yang masih tertutup.
Bangun dari kasur berjalan ke pintu mengintip dari lubang kunci pintu, menempelkan telinganya ke pintu mencari suara diluar yang hening.
"Ko sepi ya? apa si gila udah berangkat kerja ya?" gumamnya pelan.
Dengan setengah nafas tertutup Kania membuka handle pintu pelan sekali, melongok kan kepala keluar menengok ke kanan ke kiri mencari keberadaan Kevin. Sepi.
Melangkah dengan berjingkat keluar kamar. "Alhamdulillah sepi, berati dia udah berangkat kerja. Bagus deh jadi kan aku bisa..."
"Bisa apa...?!" suara berat Kevin mengagetkan Kania.
"Astaga ngapain kamu disitu? Sejak kapan ada di belakang ku?" tanya Kania panik dan kaget melihat Kevin yang bertelanjang dada dengan cepat Kania menutup kedua matanya.
Aku harus waspada, semalam hampir aja si gila mesum ini berhasil melakukan itu padaku. Kali ini aku tidak akan tinggal diam.
Kevin dengan santai yang baru saja keluar dari kamar mandi hanya dengan memakai handuk di bagian bawah pusar nya yang tertutup.
"Dari tadi aku dibelakang mu? Ko mukamu merah gitu sih dan kenapa berjalan seperti itu? mau maling ya?"
"Enak aja, jangan asal kalau ngomong. Aku cuma ngecek aja ko, kamu udah berangkat kerja apa belum!"
__ADS_1
"Ooooh kamu rindu ya?"
"Mana ada rindu, udah sana masuk kamar mu dan pakai baju. Dasar aneh dari kamar mandi gak langsung pake baju." Kania masih menutup mukanya.
"Emang kenapa kalau aku gak pakai baju? ini kan rumah ku, terserah aku dong mau gimana!"
"Ya ya ya... suka suka kamu aja lah!" Kania hendak berjalan ke kamarnya tangannya ditahan Kevin.
"Jangan lupa ya Kania, hari ini hari terakhir perjanjian kita. Itu artinya kamu malam ini akan menjadi milikku."
"Kaya nya aku lupa deh. Aku pergi ke kamar dulu ya, baru ingat ada hal yang masih harus aku kerjakan.!" Kania menarik tangannya dan berjalan cepat ke kamarnya.
Setelah masuk ke kamar Kania masuk kedalam selimut dan menutupi seluruh tubuhnya.
Malam ini...malam ini... Matilah aku, habislah aku malam ini, aku benar-benar lupa dengan perjanjian itu. Ooohhh haruskan aku benar-benar melakukan itu dengan nya. Bagaimana ini...????
"Oh Bu Alfi" gumamnya dengan cepat menggeser tombol hijau ke atas.
"Assalamualaikum Bu Alfi?"
"Waalaikumsalam Nia, kamu gimana kabarnya baik-baik aja kan?"
"Alhamdulillah baik Bu, gimana ibu dan adik-adik panti?"
"Kita juga Alhamdulillah sehat dan baik. Oiya Nia kemarin ada seorang wanita datang memberikan sumbangan yang jumlahnya sangat besar untuk panti."
"Wah iya kah, Alhamdulillah apakah bisa untuk memperbaiki atap yang bocor dan membeli buku baru Bu?"
__ADS_1
"Iya Nia, bisa itu juga sudah ibu pikirkan. Apa kamu kenal sama wanita ini Nia?"
"Namanya siapa Bu?"
"Namanya Cynthia, kamu kenal gak?"
"Cynthia... sepertinya gak Bu. Tapi nanti aku cari tahu Bu, kalau aku bisa bertemu dia aku akan bilang terimakasih padanya."
"Iya nak, sampaikan terimakasih ibu juga. Ya sudah ibu hanya ingin menyampaikan kabar gembira ini padamu. Kamu baik-baik ya dalam bekerja jangan lupa makan yang teratur."
"Iya Bu, terimakasih salam untuk adik-adik ya."
"Iya, assalamualaikum Nia."
"Waalaikumsalam"
Alhamdulillah ada yang bermurah hati mau menyumbangkan harta nya untuk panti asuhan itu.
Kania tersenyum bahagia raut wajah bingung nya seketika hilang. Diluar Kevin mendekati pintu kamar Kania ingin berpamitan. Dibuka handle pintu dan melihat Kania yang sedang tersenyum bahagia. Tanpa ingin mengganggu kebahagiaan Kania, Kevin menutup kembali pintu dengan pelan.
Aku pergi kerja ya sayang, sampai jumpa nanti malam bidadari ku.
**__**
Lanjut yuukkkkk...
Jangan lupa di like ya cerita nya dan di komen juga ðŸ¤
__ADS_1
Jaga kesehatan selalu ya sayang.