Terjerat Cinta CEO

Terjerat Cinta CEO
PT. Mitra Sembada


__ADS_3

Happy Reading 😘


**__**


"Jadi gimana hasil pantauan kamu?" tanya Kevin iseng sambil membuka map yang telah di berikan Andri. Map berisi kehidupan sehari-hari Kania selama beberapa bulan terakhir.


"Masih sama, kuliah, kerja sambilan, masih tinggal di tempat kost yang dulu. Tapi ada satu yang kadang dia pergi dengan seorang pria berkacamata, laki-laki itu bernama Ivan Fadilla kakak kelas Kania saat mereka SMA, dan seperti nya mereka lumayan cukup dekat."


Kevin menatap foto yang ada di map itu, foto ketika Ivan memegang tangan Kania.


Jadi si landak ini berani ya main-main dibelakang ku dengan pria lain. Benar-benar minta di hukum rupanya. Tunggu kamu landak.


"Oh dia? aku pernah ketemu dengan cowok ini, dan seperti nya Kania juga suka sama cowok ini, benar-benar gak bisa di biarin!" dengan kesal Kevin meremas foto.


Kenapa aura Lo jadi mengerikan gini sih Vin, kaya abis nangkep basah istri selingkuh aja. Andri melirik Kevin dari kaca yang ada diatas kepalanya.


"Terus apa lagi data tentang dia yang lain?"


"Hemmm apa ya? Oh iya Kania seperti nya sedang mencari perusahaan yang mau menerimanya kerja magang deh, yah kalau bisa sih bukan hanya magang tapi seterusnya."


"Kerja magang ya? Oke sekarang cepat cari tau ke perusahaan mana aja Kania mengirimkan CV dan lihat seberapa bisa perusahaan itu kita beli. Aku mau Kania datang padaku lagi."


"Hahh..!! apa gila apa stress sih?!"


"Kenapa ada masalah?"


"Ya bukan nya gitu, cuma apa gak berlebihan hanya untuk seorang Kania gadis yatim piatu Lo sampe perhatian seperti ini. Lo suka kan sama Kania?"


Deg...


"Ngaco,, gue cuma mau ngasih dia pelajaran karena sudah berani pergi tanya menunggu gue pulang."


"Dih katanya waktu gue bilang Kania pergi Lo bilang ya udah biarin aja, Hah Lo mah plin plan"


"Lo bilang apa barusan?"


"Gak bilang apa-apa ko, he-he-he..."


"Pokoknya cari tau dia ngelamar kemana terus beli saham perusahaan itu, dan panggil Kanis untuk interview."


"Oke aja gue mah."


Suka-suka Lo aja lah Vin. Timbang akuin aja Lo suka susah bener. Gengsi gede-gede amat.


Mobil memasuki halaman parkir gedung Apple Group dan berhenti.

__ADS_1


***


Suara musik memanggil Kania yang sedang asik menikmati makan siang murah meriah nya.


"Siapa sih, ganggu aja lagi enak makan?!" keluhnya berdiri berjalan ke kasur mengambil benda yang berbunyi lagi.


"Siapa nih? nomor baru? Angkat gak ya?" sempat ragu dan akhirnya di terima.


"Ya halo..."


"Selamat dengan mbak Kania?"


"Ya saya Kania, ini siapa ya?"


"Saya sekertaris pak Sugih dari PT. Mitra Sembada, apakah benar mbak Kania mengirimkan CV ke perusahaan kami?"


"PT. Mitra Sembada,, hemmm kayanya iya deh saya lupa soalnya banyak mbak saya ngirim CV. Emang kenapa ya?"


"Jadi begini setelah kami melihat email CV yang mbak Kania kirim, kami merekomendasikan mbak Kania untuk mengikuti wawancara kerja besok pagi, bagaimana mbak?"


"Apaaaa wawancara kerja? serius mbak?"


"Iya serius mbak, besok pagi mbak bisa datang ke kantor kami alamat nya nanti saya kirim ke WA. Kalau bisa datang sebelum jam 9 ya!"


"Okey kalau begitu saya tunggu besok. Terimakasih selamat siang."


"Iya mbak terimakasih kembali, selamat siang."


Sambungan telepon pun terputus, masih dengan rasa tidak percaya akan secepat itu mendapatkan panggilan wawancara kerja.


"Alhamdulillah besok aku harus datang, aku harus semangat semoga ini jalan awal ku melangkah ke yang lebih baik." gumamnya.


"Lanjut makan lagi ah.."


***


Keesokan harinya...


Pukul 07:00


"Saking gak sabar nya aku, sampai gak bisa tidur. Dan sekarang aku semangat untuk ke kantor itu. Untung alamat nya gak terlalu jauh hanya sekali naik bus. Aku pergi sekarang ajalah nanti disana baru cari sarapan, yang penting udah sampe sana dulu."


Kania mengunci pintu dan berjalan ke halte yang tak jauh dari kost nya, menunggu bus dengan berdoa dalam hati.


PT. MITRA SEMBADA

__ADS_1


Bus berhenti di halte yang tak jauh dari kantor, turun dengan hati-hati dan jantung yang berdegup.


"Tarik nafas Kania, hembuskan tarik nafas hembuskan.." ucapnya mengontrol detak jantung yang berdetak tak karuan.


"Kayanya masih bisa nih aku cari sarapan dulu lah biar gak oleng saat wawancara." katanya lagi setelah melirik jam tangannya menunjukkan pukul 08:00


Celingak celinguk mencari warung nasi, dan menemukan kedai nasi uduk, berjalan kesana dan memesan seporsi.


"Saya baru liat mbak? mbak karyawan baru ya?" tanya si ibu.


"Oh, saya baru mau wawancara Bu, insyaallah jika rezeki saya akan bekerja di gedung itu." jawab Kania sambil menunjuk ke gedung.


"Oh gitu, aamiin semoga diterima ya mbak, jadi kan bisa sarapan di warung saya terus he-he-he"


"Iya Bu, aamiin."


Setelah selesai makan Kania berjalan menuju gedung dan masuk kedalam lobby menemui resepsionis.


"Selamat pagi mbak, saya Kania kemarin saya dapat telepon untuk melakukan wawancara hari ini. Dimana ruangan nya ya?"


"Oh iya mbak Kania, mbak silahkan lantai dua nanti keluar lift mbak belok kiri pintu kedua yang tulisan ruang wawancara."


"Oh iya oke makasih mbak."


"Sama sama."


Kania pun berjalan menuju lift untuk naik ke lantai dua.


"Pak Sugih, mbak Kania baru saja datang dan sedang menuju ke lantai dua." ucap resepsionis di sambungan telepon.


"Oh iya oke,, kita harus sopan dengan mbak Kania. Soalnya mbak Kania itu rekomendasi langsung dari direktur."


"Baik pak saya mengerti."


"Ya sudah, akan saya tunggu dia datang. Terimakasih Elin."


"Sama sama pak."


***___***


to be continued 🤭


Pak direktur nya jangan-jangan si Kevin Pratama ya gak sih??? Biar gak kepo baca lagi ah...


Jangan lupa like nya makasih

__ADS_1


__ADS_2