
Happy Reading 😘
**__**
"Kamu serius?"
"Ya, aku serius karena aku sudah memutuskan hanya dengan bekerja di tempat lain dan menjadi sukses baru aku bisa berdiri di samping mu dengan bangga!"
"Kalau kamu gak disini kamu mau kerja dimana?"
"Ya dimana aja, aku kan jurusan desain busana, aku bisa bekerja sambil belajar di salah satu butik sampai aku merasa yakin dan bisa menjadi desainer terkenal."
"Terus kalau aku kangen sama kamu gimana?"
"Ya ampun Vin, masih aja mesum soal itu mulu yang jadi perdebatan."
"Emang kamu gak takut kangen sama aku ya?"
"Gak usah mulai deh!"
"Tapi aku sebagai pacarmu bangga dengan sikap dan pemikiran mu, yang gak mau bergantung padaku. Kamu benar-benar beda dari wanita yang lain yang selalu meminta ini dan itu padaku. Aku sungguh bahagia bisa memiliki mu Kania."
"Oke ya jadi kamu mengijinkan aku bekerja di tempat lain ya?"
"Iya, tapi dengan syarat aku akan mencarikan butik dan pembimbing yang tepat untuk mengajarimu."
"Astaga sampe dicariin segala, gak usahlah itu sama aja kamu yang bantu aku dong. Aku tuh mau berjuang sendiri."
"Gak boleh protes pilihan kamu hanya iya atau tidak?!"
"Hufh... ya udah deh daripada daripada."
"Nah gitu kan enak gak pake berdebat. Tinggal terima beres aja ko gak mau. Nanti sore selesai kantor kita ke butik seseorang."
__ADS_1
"Okey. Udah sana kerja." mendorou Kevin menuju meja kerjanya.
***
Diruangan Andri
"Silahkan kalian duduk." begitu ketiga karyawan wanita masuk.
"Langsung aja ya, sesuai permintaan pak direktur ini surat SP dari beliau untuk kalian. Kalian tentunya sudah paham kan kenapa kalian sampai mendapatkan SP 1?"
Ketiga karyawan hanya diam menunduk.
"Saya hanya mengingatkan jika kalian masih ingin kerja disini, bersikap baiklah terhadap apapun dan siapapun."
"Saya harap dengan ini kalian bisa mengerti, dan merubah sifat tukang gosip kalian."
"Iya pak, maaf kami salah, kami janji tidak akan mengulangi nya lagi." jawab salah satu dari ketiga wanita didepan Andri.
Ketiga nya pun keluar dengan segera.
***
Sorenya...
"Yuk, kita ketempat seseorang yang sepertinya cocok dan bisa membantu keinginan kamu."
"Sekarang..?"
"Iya lah, apa berubah pikiran?"
"Ya gak lah, hayu aja. Ketempat siapa sih?'
"Ada deh nanti juga kamu tau."
__ADS_1
Setelah masuk kedalam mobil, Kevin pun segera menjalankan nya menuju sebuah tempat yang akan membawa Kania bertemu dengan calon pembimbing nya.
"Nah kita udah sampai, yuk turun!"
"Ini butik siapa bagus amat." gumam Kania
"Sebentar aku Wa orang nya dulu ya?" Kevin mengambil ponselnya mengirim pesan suara ke seseorang.
"Aku udah sampai di butik ya, otw kedalam." ucap Kevin didalam voice note nya.
Sementara didalam butik wanita yang mendapatkan pesan suara dari Kevin langsung happy. "Dia beneran kesini? Tumben ada apa ya? Apa dia kangen?" gumamnya sambil melangkah keluar menemui Kevin dan.
"Halooo teman baikku Cynthia..!" seru Kevin begitu melihat Cynthia keluar dari ruang kerja nya. Sementara Cynthia hanya bengong melihat Kevin tidak datang sendiri.
"Loh jadi yang punya butik ini mbak Cynthia? Wah hebat nya, udah cantik, pintar, punya butik pula! Keren! Semoga aku bisa seperti mbak Cynthia."
"Sabar sayang, kamu juga kalau belajar sungguh-sungguh dengan Cynthia pasti bisa juga punya seperti ini. Ya kan Cyn?!" balas Kevin.
Cynthia masih diam bingung dengan maksud pembicaraan Kevin.
"Tunggu ini maksudnya gimana ya?"
"Jadi gini loh, Kania ini berhenti kerja di tempat ku dan dia ingin kerja yang sesuai dengan keahlian nya yaitu desain busana. Nah aku kan punya sahabat cantik dan baik hati yang juga desainer, jadi bisa kan kalau Kania bekerja sambil belajar di butik mu ini?!" jelas Kevin.
"Aku janji mbak, aku akan patuh dan mengikuti semua arahan yang diberikan mbak Cynthia." timpal Kania.
Hah... Kania disini? dia mau kerja disini? hemmm... tapi sepertinya menarik juga...
"Oke baiklah," dengan senyum misterius.
**__**
to be continued ðŸ¤
__ADS_1