Terjerat Cinta CEO

Terjerat Cinta CEO
Kejutan


__ADS_3

Happy Reading 😘


**__**


Keesokan harinya...


"Tidurku nyenyak gak sih semalam, ko rasanya aku malah gak tidur ya?"


"Mandi lah, semoga dengan guyuran air bisa menyegarkan otak ku."


Mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi.


Tok..Tok..Tok.


"Eh, siapa ya? Apa kak Ivan?" gumam Kania masih dengan menyisir rambutnya.


"Kania,, kamu sudah siap apa belum?" suara di luar memanggil.


"Kak Ivan, iya kak sebentar lagi aku keluar." Mengamati tas dan berjalan ke pintu.


"Jangan lupa di kunci pintu nya."


"Iya kak pasti!"


Ivan berjalan menuju mobilnya diikuti Kania.


"Makasih ya kak, sudah repot mengantar ku." ucap Kania sebelum turun dari mobil.


"Bekerja dengan baik dan jangan lupa makan ya, aku langsung ke kantor ya macet banget hari ini."


"Oke, kak Ivan juga hati-hati."


Kania melangkah masuk kedalam gedung menuju ruang kerja nya. Menarik kursi dan duduk diam mengatur napas.


"Kania, kamu di cariin pak Manajer." ucap salah seorang karyawan wanita.


"Oh iya kah, oke makasih ya mbak."

__ADS_1


Ngapain lagi pak manajer itu manggil aku? Jangan-jangan di ruangan nya ada si gila itu lagi, hadeh kerjaan deh.


Kania berjalan enggan menuju ruangan manajer.


Tok Tok Tok...


"Permisi pak, saya Kania apa boleh saya masuk?!" seru nya dari luar.


"Ya masuk Kania!"


Pintu terbuka dan melangkah kedalam, Sepi gak ada si gila itu, huft syukurlah aman. Tapi ada apa ya aku di panggil?


"Maaf pak,ada apa ya bapak memanggil saya?" tanya Kania.


"Hemmm begini Kania, saya ada berita bagus buat kamu."


"Berita bagus buat saya? Berita apa pak?"


"Kamu kan waktu itu pernah bilang kalau mau resaign dari sini kan?"


"Iya sih tapi itu kan dulu, dan gak jadi karena harus bayar kompensasi!"


Dengan kaget dan melotot "Hah..!! bapak serius nih? saya boleh resaign dari kantor ini. Beneran pak, bapak gak bercanda?!" Kania masih tak percaya.


"Iya Kania, saya serius, dua rius malahan. Kamu mulai besok sudah tidak lagi bekerja disini. Kamu senang kan??"


"Iya pak saya senang sekali, makasih ya pak." Kania menjabat tangan pak manajer dengan senang.


"Iya iya, sudah sudah, mulai besok kamu tidak lagi bekery dikantor ini. Dan mulai besok juga kamu akan langsung bekerja di kantor pusat Apple Group. Selamat ya Kania!! Pak Direktur Kevin yang meminta langsung via telepon tadi." cerita pak manajer yang seketika membuat Kania lemas syok.


"Hei Kania,, kamu kenapa malah lunglai, kamu kenapa?" tanya pak manajer.


"Apa saya boleh kembali ke ruangan saya pak?!" tanyanya pelan.


"Iya iya, silahkan saya hanya menyampaikan kabar gembira ini aja ko. kamu bisa berpamitan nanti sebelum pulang kerja. Sekali lagi selamat ya Kania."


Kania melangkah pelan tak menghiraukan perkataan pak manajer.

__ADS_1


*Astaga aku kira bisa keluar dari mulut buaya dengan tenang, eh malah masuk ke mulut harimau.


Ya ampun apa lagi ini, kenapa bukan menjauhinya Tuhan... Kenapa malah Kau dekat kan aku pada nya.


"Gak bisa,,, aku harus menemuinya dan menyelesaikan ini segera. Aku gak mau kak Ivan sampai salah paham lagi*." batin Kania


Duduk di meja kerja nya mengeluarkan ponsel yang berdering dari dalam tas nya.


Ayu...


"Kaniaaa...." suara nyaring Ayu membuat nya menjauhkan ponsel dari telinganya.


"Berisik tau, bisa ngomong pelan-pelan gak?"


"He-he-he kangen sama kamu Ikan!"


"Kangen tapi malah ngeledek. Tutup nih!"


"Eeeehhh jangan dong. Aku baru balik nih abis liburan dan mau ketemu kamu, kita ketemuan yuk sambil aku traktir makan deh." kata Ayu.


"Okey malam ini ya?"


"Yoi... aku kabarin ya ketemuan di mana, sampai nanti malam Kan sayang, byeee!"


"Byeee sayang."


Wah kebetulan aku ajak kak Ivan juga deh, kan dia bilang mau ngajak aku makan malam jadi sekalian aja. Mau gak ya???


Kania mengetik pesan dan mengirim ke Ivan, tanpa menunggu lama balasan chat dari Ivan pun diterima Kania.


Oke Nia, apapun yang bisa bikin kamu senang aku akan melakukan nya. Aku akan mengikuti mu selagi itu membuat kamu happy. (bunga pesan Ivan)


Deg...


Hati Kania terbaru dengan cinta tulus Ivan padanya, sampai saat ini dia masih bingung menggambarkan rasa nya untuk Ivan.


Kak Ivan, kamu selalu baik padaku, bagaimana aku membalas kebaikan mu.

__ADS_1


**__**


to be continued 🤭


__ADS_2