
Happy Reading 😘
**__**
"Dia wanita yang berarti buat mu? Ko gak seperti wanita yang sesuai selera mu? Dia terlihat biasa aja!"
"Iya, gue juga gak tau sejak kapan gue bisa suka sama dia, tapi begitu gue sadar ya gue gak bisa jauh dari cewek ini."
Cynthia hanya diam sambil sesekali memandang wajah Kania yang terpejam.
"Ya udah, sekarang ambil baskom isi air hangat ya sama bawa saputangan kecil. Aku mau lap badan nya biar gak dingin." perintah Cynthia.
"Oke, bentar ya." Kevin keluar menuju dapur.
Sepeninggalan Kevin, Cynthia mendekati kasur dan duduk di sisi ranjang menatap wajah Kania dalam.
Apa yang dilihat Kevin dari cewek ini ya.
Tak lama Kevin pun datang dengan baskom ditangan nya.
"Segini airnya kepanasan gak?" tanya nya.
"Udah cukup." setelah mencelupkan jari kedalam baskom.
"Terus gue bantu apa lagi?"
"Kamu sekarang tunggu di luar, aku mau buka pakaian dan me lap badan nya."
"Mau gue bantuin gak?"
__ADS_1
"Modus banget sih, gak perlu aku bisa ko. Udah sana keluar!!" jawab Cynthia sambil mendorong Kevin keluar.
"Iya iya, di bantuin gak mau ya sudah." Kevin berdiri di luar pintu kamarnya.
Didalam kamar Cynthia membuka pakaian Kania menutupnya dengan selimut dan meng elap badannya pelan-pelan dengan air hangat.
"Eeeehhh siapa kamu?"
"Aku Cynthia sahabat Kevin, aku diminta membantu nya merawat mu. Jangan melawan dan menurut lah."
Kania tak ada tenaga untuk melawan meski hanya berkata jangan dan tidak ketika wanita bernama Cynthia itu mengelap seluruh badan nya. Kemudian memakaikan pakaian kering yang hangat ke tubuh Kania.
"Sekarang buka mulut mu, kamu harus makan sedikit bubur ini setelah itu minum obat kemudian istirahat supaya besok demam mu turun dan bisa segera sembuh." kata Cynthia
Kania hanya mengangguk. Dibuka mulutnya pelan ketika Cynthia menyuapi bubur ke mulutnya sedikit-sedikit.
"Sudah, sudah cukup aku sudah kenyang, nanti bisa aku makan lagi." ucap Kania ketika perut ya mulai terasa bergolak mual.
"Terimakasih ya." balas Kania.
"Oke, istirahat lah aku keluar. Semoga lekas sembuh." jawab Cynthia berdiri berjalan keluar.
"Eh, kamu dari tadi nunggu disini?!" tanya Cynthia ketika dia sudah berada di luar pintu dan melihat Kevin bersandar.
"Gimana keadaanya?"
Pertanyaan ku diabaikan dan malah menanyakan keadaan wanita didalam.
"Dia baik-baik saja, besok juga demamnya turun dan sembuh. Tadi sudah makan bubu beberapa suap dan minum obat juga."
__ADS_1
"Tapi dia panas sekali tadi,"
"Wajarlah panas namanya juga orang demam gimana sih. Nanti siang begitu dia bangun berikan sedikit makanan lagi jangan bubur karena itu bubur pagi, gak enak kalau dimakan siang. Setelah itu kasih obat lagi kalau dia memang masih pusing."
"Okey baiklah. Gue berhutang jasa lagi sama kamu ya Cyn."
"Gak masalah kita kan teman. Ya sudah aku masih ada urusan penting aku pergi dulu ya."
"Okey maaf ya aku gak bisa mengantar mu."
Iya aku tau, karena wanita yang sakit itu kan.
"Gak pa pa, aku permisi. byee"
Setelah Kevin menutup pintu apartemen nya dia berjalan ke kamar membawa kursi kecil ke ranjang dan duduk menatap wajah Kania yang sedang tertidur pulas efek obat. Meraih tangan Kania dan memegang nya.
"Kamu harus segera sembuh." ucap nya pelan.
Beberapa jam berlalu hingga masuk jam makan siang Kania terbangun membuka mata masih dengan posisi tubuh terlentang.
"Ini dimana? ini bukan kamar ku, kamar siapa ini, kenapa aku bisa ada disini?"
Kania menarik badannya keatas untuk duduk bersandar dan kaget melihat seseorang duduk dengan kepala tertelungkup ke kasur sambil memegangi tangannya.
Kevin...
**__**
to be continued ðŸ¤
__ADS_1
Jangan lupa like jempolnya