
Selamat Hari Raya Idul Adha man teman ๐ Mohon maaf lahir dan batin ya jika kemarin author update nya blentang blentong ๐ Besok kita lebaran mbek n moo ya๐คญ jangan lupa di siapkan aneka bumbu nya untuk bertempur dengan mbek dan mooo ๐supaya jadi hidangan yang istimewa, nanti author minta ya.
Sambil menunggu mbek dan moo nya disembelih gimana kalau kita lanjutkan baca cerita Kevin dan Kania yang belum usai ๐ kalau cerita author mah udah usai wkwkwk๐ Jangan lupa di like bab nya dan di komen juga, karena komen kalian itu parah..parah..parah๐คฃ
I like it.
Happy Reading ๐
***___***
Pasangan itu berjalan ditengah keramaian ruko yang berderet dengan masih dengan jari mereka yang saling mengait, jari yang pandai berbohong tapi jangan salah kan hati jika suatu saat akhirnya harus memilih kebenaran nya.
"Ehmmm jadi mau makan apa nih? Kamu lagi ingin makan apa Nia?" tanya Ivan.
"Aku haus deh kak, es campur enak kali ya."
"Kamu yakin siang panas gini mau minum es, gak takut nanti malam tenggorokan mu sakit?" jawab Ivan mengingatkan.
"Aku haus kak, sekalian makan juga deh biar imbang he-he-he."
Ivan masih terus menggandeng jari Kania.
Ternyata kak Ivan tangannya dingin dan basah berkeringat gini ya. Apa dia gugup juga sama seperti aku. Tapi kenapa jadi aneh gini sih setelah menjalin kasih kenapa malah rasanya agak canggung ya.
Sedang berjalan tiba-tiba dari arah belakang mereka seorang pria berlari dan menyenggol Ivan, hingga Ivan pun malah reflek memeluk Kania yang juga hampir oleng.
"Maaf mas.!!" seru pria itu dan pergi.
Kania yang terkejut dan sadar seketika mendorong tubuh Ivan agar menjauh dari nya.
"Maaf Nia, aku gak sengaja."
"Eh.. iya kak. Aku mau ke kedai itu mau beli takoyaki, duluan ya kak." jawab Kania menunjuk salah satu kedai pinggir jalan dan berlari pergi meninggalkan Ivan yang menatapnya bingung.
__ADS_1
Kenapa setelah berpacaran malah jadi semakin kaku gini sih. *Harusnya kan aku bahagia bisa menjadi pacar kak Ivan, laki-laki yang aku suka tapi kenapa malah ada rasa aneh seperti ini.
Aku tadi menolak dipeluk nya, Kemarin aku menolak dicium juga. Kenapa aku selalu menyakiti perasaan kak Ivan gini. Tapi tubuhku reflek tak menginginkan itu dari kak Ivan. Maafkan aku kak*...
"Nih es campur nya," ucap kak Ivan membawa semangkuk es campur kehadapan Kania yang tengah asik bermain ponsel sambil menunggu takoyaki matang.
"Eh kak Ivan makasih."
Kak Ivan selalu baik, perhatian, sabar, dan sangat penyayang. Aku malah selalu melukai perasaan nya. Gak boleh seperti ini, aku harus menyingkirkan perasaan aneh dalam hati ku dan mulai fokus pada kak Ivan.
"Kania ko bengong, eh mata mu kenapa berkaca-kaca?"
"Gak pa pa kak, kayanya kemasukan debu aja deh." jawab nya asal.
Penjual mengantarkan pesanan takoyaki mereka. Dalam diam mereka menikmati hidangan yang masih mengeluarkan asap panas. Tapi beberapa saat kemudian terdengar suara heboh dari sekumpulan wanita yang tengah berdiri di depan papan iklan Billboard.
"Ya ampun itu cowok cakep amat ya??"
"Apa dia artis?"
"Iya kah,, ko aku baru liat ya, kirain artis. Liat bentar yuk, ko tumben ada wawancara gitu sih?"
Sekerumunan wanita saling bertanya sambil menatap papan iklan yang memang tengah menampilkan seorang pria berjas sedang di wawancarai. Kania yang mendengar suara ribut pun ikut melirik dan agak sedikit kaget, tapi berusaha cuek.
Penyiar cantik yang mewawancarai Kevin kembali bertanya.
"Pak Kevin apakah saya boleh bertanya hal pribadi?"
"Silahkan tanyakan saja."
"Pak Kevin, apakah benar anda menjalin hubungan dengan artis cantik yang sedang naik daun itu?"
"Oh tidak ada, saya cukup berteman saja dengan dia. Tapi kalau kamu bertanya apakah ada wanita yang saya sukai saat ini jawabannya Ada."
__ADS_1
"Berati gosip yang beredar itu tidak benar ya pak. Lalu wanita mana yang berunsur bisa mendapatkan rasa cinta dan suka dari pak Kevin?"
"Hemmm... Wanita itu bukan dari kalangan artis, bukan anak pejabat, juga bukan sosialita, hanya seorang wanita yang punya tekad dalam bekerja dan membantu. Hanya saja saya begitu sulit untuk menggapai nya saat ini. Tapi saya yakin suatu saat nanti saya akan bisa mendapatkan nya. Karena dalam hati saya yakin bahwa wanita itulah yang nanti akan saya nikahi dan menjadi istri saya."
"Waaaahhh,,, apakah kami bisa tau siapa nama wanita itu?"
"Jangan belum saat nya, tapi saya yakin jika dia melihat ini dia akan terkejut."
"Baiklah pak Kevin, terima kasih atas undangan wawancara kita siang ini. Sukses selalu untuk semua usaha pak Kevin." ucap mbak cantik mengakihiri wawancara nya.
Kania yang terus menatap memang benar syok kaget bahkan bersemu merah. Antara percaya dan tidak, tapi Kevin seperti telah menyatakan perasaannya di publik. Ivan melirik sekilas perubahan ekspresi Kania yang berhenti menikmati makanan.
""""___""""
to be continued ๐คญ
Author : Sabar ya Ivan,, Nanti ada ko wanita yang beneran tulus cinta sama kamu.
Ivan : Bener Thor, serius cewek lain bukan Kania?
Author : He-he-he mungkin ya, gak janji juga๐คญ
Ivan : Tega nya dirimu padaku Thor.๐ญ
Author : Iya iya, tunggu aja lah. Kalau gak ada, sama author aja lah yah๐
Ivan : Author mau, aku nya ogah ๐๐คฃ
Author : Wah ngeledek kan author gk kalah cantik ko sama mbak-mbak penjual takoyaki ๐
Ivan : Ya elah Thor, jangan kebanyakan ngelawak, cepet cariin cewek cantik selain Kania.
Author : Wani Piro ๐๐
__ADS_1
See u all,,, maaf readers beberapa hari gak up ya. mood nya belum dateng.