Teror Sekolah Baru

Teror Sekolah Baru
Teror Bertambah


__ADS_3

Kelas yang ditempati Mira, Dewi, Zafran, dan Irlan sebelum ada tambahan mapel matematika sudah punya hawa khusus.


Zafran masih merepotkan menurut teman-teman yang menyaksikan dia kesurupan. Dari menjelang pulang berubah tak menentu. Bisa pagi saat baru masuk, siang menjelang istirahat, bahkan hampir pulang sekolah.


Kebiasaan unik yang Zafran miliki senantiasa menambah tingkat ketakutan teman-teman sekelasnya.


Mereka anggap Zafran bukan orang normal. Sekali dua kali kesurupan mungkin wajar, tapi dia setiap hari. Amat luar biasa, bukan.


Belum lama Zafran kerasukan anak kecil yang bermain-main dengan penggaris besi, diketuk-ketukan ke meja.


Mira menangis di bawah meja bukannya lari menyelamatkan diri.


Sementara Dewi yang terkenal pemberani melawan Zafran dengan menantangnya perang adu jotos tanpa senjata.


Pertama Irlan iseng menjitak kepala Zafran, habisnya geregetan menyaksikan orang kesurupan ketawa-tawa gitu.


Pas anak kecil yang memasuki tubuh Zafran marah menyerang balik, baru Irlan setel murottal. Pikirnya panggil Jefri pun belum tentu mau ke kelasnya.


Ada saja tingkah Zafran ketika dirasuki makhluk astral.


Mira yang bisa melihat juga sering tidak menyadari ada perbedaan sebelum Zafran berulah.


Zafran tidak ingin cari perhatian. Dia malah mau hidup normal. Memang jurig-jurig sialan dari penjuru pulau seperti magnet terus bermunculan mendekat.


Petang-petang begini Mira mengawasi Zafran secara berkala. Dia siap-siap kabur kalau sampai Zafran mulai aneh.


"Awas naksir gue."


Dewi berdecak. "Gue sambit mulut lo lama-lama."


Pengajar matematika berbeda dengan guru yang sehari-hari masuk kelas karena jam kerja yang padat.


Kali ini Pak Munir berusia 52 tahun dengan kacamata bulat bertengger di hidungnya.


Sebetulnya bukan Mira saja yang waspada, tapi semua anak terus melirik Zafran.


Zafran itu sudah jadi maskot SMA Trimukti. Bukan prestasi tapi rekor kesurupan.

__ADS_1


"Tapi biarin aja gak sih kalau Zafran dirasukin lagi sama penari yang kita omongin di kantin?" bisik Dewi.


Setelah mereka dari kantin, sosok penari berselendang merah tiba-tiba muncul dari depan Zafran dan langsung masuk ke raganya.


Jadilah lelaki itu menari jaipong dari ambang pintu kelas sampai ke depan papan tulis.


Mula-mula mereka takut, tapi karena tidak main senjata si Irlan bersiul menggoda sosok tersebut.


**


Dewi berkacak pinggang melihat Zafran menari lemah gemulai dengan senyuman yang menurutnya aneh.


"Gara-gara dia cowok gue ketakutan. Itu dia kan, Mir?"


Mira yang mengaitkan tangan ke lengan Dewi pun menoleh. "Apa?"


"Cewek yang kita gibahin di kantin. Dia yang ngerasukin Zafran?"


"Iya."


Dewi menuju Zafran sambil menghentakkan kakinya kesal. Dia jambak rambut Zafran sampai kepalanya ke kanan ke kiri.


Penari itu malah tersenyum miring dianiaya Dewi.


"Malah senyum lagi lo!" Makin emosi lah si Dewi.


"Dew, udah. Bukan Zafran yang di depan lo sekarang." Mira berusaha menghentikan aksi anarkis temannya.


"Justru mumpung bukan Zafran bisa gue apa-apain," sulut Dewi.


Tangan Dewi yang masih memegang kepala Zafran pun hendak turun bertindak lain.


"Beraninya lo ngedeketin cowok gue, hah!"


Plak!


"Anjir! Dewi!" Irlan buru-buru menarik Zafran dari Dewi.

__ADS_1


Dan setelah ditampar Dewi, Zafran pingsan.


**


Seandainya bukan perempuan, Dewi pasti dihajar Zafran.


Laki-laki terpandang sepertinya kena tampar? Tidak elit banget.


Estetika di wajah Zafran berkurang drastis.


Tap! Tap! Tap! Tap!


Suara orang berlari dari depan kelas mengalihkan perhatian mereka.


Alis Dewi menyatu heran. "Ngapain si Johan lari-larian?"


"Kebelet boker kali," cetus Zafran.


Mereka tertuju pada buku lagi.


Diselingi candaan ringan tiap kelas sebelas, seluruh murid dibuat tercengang oleh adegan mengerikan.


Tepat dari jendela sebelah kiri kelas 11B, sebuah tubuh jatuh ke dari atas.


"Anjim!"


"Eh astagfirullah!"


"Itu apa!"


"Ya Allah!"


Apa yang barusan terjun bebas ke bawah?


Manusia.


Siapa?

__ADS_1


"Bukannya itu Johan?" teriak salah satu teman mereka.


"Hah?"


__ADS_2