Teror Sekolah Baru

Teror Sekolah Baru
Sesuatu Terbayang Oleh Zafran


__ADS_3

Mira masih dipenuhi rasa bersalah karena dia yang selamat dari kecelakaan sedangkan dua laki-laki itu hanya memanggil satu nama sebelum mereka dihantam benda berkecepatan tinggi.


Setelah opname hampir satu bulan Mira menolak Juan dan Jefri menjenguknya.


Mereka bahkan tidak merasa telah berbuat sesuatu yang salah hingga membuat Mira melarang keduanya masuk.


Dalam satu bulan Mira dirawat dia pun tidak ikut memakamkan Yuni, hanya beberapa keluarganya sebagai perwakilan bela sungkawa.


Selain itu Mira hanya diam. Dia marah dengan dirinya sendiri, kenapa tidak Yuni saja yang hidup kalau mereka menginginkan dia selamat.


Ketika mata batinnya terbuka, Mira senang dan sedih bersamaan bisa melihat Yuni lagi.


Itulah mula Mira mengizinkan Yuni berada di dekatnya supaya bisa melihat Jefri dan Juan dari dekat.


Bertahun-tahun mereka dekat hingga Mira merasa ada yang aneh dengan tubuhnya menjelang matahari terbenam.


Energinya terasa tersedot tapi tidak bisa tidur nyenyak.


Mungkin itu juga awal Yuni telah melekat dengan Mira hingga situasi makin tak terkendali begitu mereka pindah sekolah dan banyak hantu yang menginginkan posisi Yuni dan berusaha mengambil alih raga Mira.


Yuni terpaksa harus masuk beberapa kali untuk menjaga Mira dari makhluk lain, bahkan tanpa sepengetahuan keluarganya Yuni pernah menggantikan posisi Mira bercakap-cakap dengan mereka.


Kemudian Jefri menyadari keberadaan Yuni meski dia tak melihat.


Jefri mencari cara mengurung Yuni sementara demi keselamatan Mira.


Entah Mira terus mencari Yuni dan memanggilnya hingga dia datang lagi dan makin lekat.


Yuni berkeinginan membawa sahabat dekatnya untuk kekal di alam sana.


Akan tetapi mengingat peristiwa kecelakaan yang dialami mereka telah membuat hati Mira amat terluka, Yuni sadar sudah mengambil banyak keuntungan dari dia.

__ADS_1


Yuni menyaksikan sendiri Mira murung dan menangis setiap hari.


Lebih baik Yuni merelakan segalanya dan naik ke atas. Yang hidup harus tetap hidup.


**


"Mira nanti gue yang anterin pulang ke Jakarta," ujar Juan bermurah hati.


"Oh gitu.. " Dewi tidak masalah.


"Gue mau ngomong sebentar sama Mira sebelum pulang." Jefri izin ke Awan yang menjaga Mira sejak tadi.


"Tapi dia ngelarang lo masuk," kata Awan.


Zafran dan Dewi saling tatap bingung. Kok bisa Jefri dilarang masuk padahal mereka seperti amplop dan perangko.


"Sebentar aja."


Awan membiarkan Jefri masuk.


Kehadiran Jefri bahkan tak dihiraukan.


"Juan," panggil Awan khawatir.


"Ya?"


"Di tempat mereka kecelakaan ... Kalian berdua cuma panggil Yuni. Gue liat pas pegang tangan Mira tadi," pungkas Awan.


"Iya ... Gue salah." Juan pasrah melengang pergi dari kamarnya sendiri.


Jefri menarik napas dalam-dalam. "Mira. Gue pamit pulang."

__ADS_1


"Kenapa cuma Yuni yang kalian panggil?" Mira bertanya menghadap dinding.


"Gue salah."


"Gue udah rela menukar hidup gue. Kenapa kalian balikin gue lagi ke sini?"


"Waktu itu kita spontan panggil Yuni karena-- " Buat apa Jefri jelaskan sekarang. Sudah terlambat. "Kita sepakat gak bahas kecelakaan itu lagi, jadi gue pikir lo udah ikhlasin Yuni."


"Hm, kalian gue maafin."


Zafran menahan Dewi masuk mobil Jefri. "Bentar, Dew."


"Apa? Kenapa lagi? Kita mau balik loh ini."


"Gue masuk sebentar, lo di sini aja."


"Lah? Kan lo udah pamit sama mereka, Zafran! Woi!"


Zafran masuk lagi bertemu Awan. "Jefri masih di dalam?"


"Iya, masih."


"Gue masuk sebentar."


Belum juga dibolehkan masuk Zafran main terobos. Ikut masuk lah Awan penasaran ada apa mereka.


"Mira.. " Napas Zafran naik turun kemudian dia lanjut bicara. "Yuni cuma benteng, kan?"


"Benteng apa maksud lo?" sahut Awan.


"Tadi Yuni masuk ke Mira gue kebayang sesuatu yang awalnya gue pikir cuma halu. Tapi dipikir-pikir semuanya mungkin berkaitan."

__ADS_1


Mira mengeryit heran.


"Bukan Yuni yang mau ambil raga lo atau lo yang mau bertukar roh, tapi sosok lain ... yang lebih jahat."


__ADS_2