The Ugly Wife

The Ugly Wife
Penjelasan Zidan


__ADS_3

"Astaga, bukannya tadi itu adalah Asyifa? Kenapa dia malah melewati kita begitu saja tanpa mengatakan apa pun? Jangan bilang, kalau dia berpikir yang tidak-tidak karna baru saja melihat kita berdua keluar barengan dari dalam apertemen?" tanya Kirana cemas.


"Tidak usah pedulikan dia. Mungkin saja dia punya urusan mendadak yang harus segera diselesaikan, makanya tidak sempat untuk menyapa kita berdua" jawab Zidan beralasan.


"Kalau dia tidak sempat menyapa, kenapa tidak kamu saja yang menyapanya duluan? Sekalian tawarkan dia tumpangan, bukannya dia itu adalah tunanganmu, kenapa kamu malah bersikap dingin seperti ini"


"Dia sudah bukan tunanganku lagi kok. Jadi aku juga tidak punya hak atay kewajiban lagi untuk melakukan semua yang kamu katakan barusan"


"Bukan tunangan lagi? Kenapa bisa begitu, bukannya kalian berdua belum lama ini yah tunangannya? Kenapa malah bisa berpisah secepat itu?" tanya Kinara terkejut.


"Yah, terjadi begitu saja. Sudah cukup bicara tentang hubunganku dengan Asyifa, mau sampai kapan kita terus berdiri disini? Apa kamu tahu, kalau ini hanya akan membuang waktu yang ada?"


"Ah, benar juga katamu. Ayo pergi"


Sekali lagi niat Kinara dan juga Zidan yang hendak pergi, harus kembali tertahan karna pintu apertemen Asyifa perlahan terbuka dan menunjukkan sosok Angel dan Mira.


Kedua gadis itu berjalan keluar sambil terlihat asyik mengobrol satu sama lain, entah apa yang keduanya bicarakan. Yang jelas, Angel dan Mira pada awalnya sama sekali tidak menyadari akan keberadaan Zidan dan juga Kinara.


Namun saat kedua pasang bola mata itu bertemu dengan pemandangan yang sempat membuat terkejut sahabat mereka, ekpresi keduanya juga tak jauh berdeda. Mereka juga sama terkejutnya seperti Asyifa.


"Zi_Zidan, bu Kinara? Apa yang kalian berdua lakukan di depan pintu apertemen kami di waktu sepagi ini?" tanya Angel meski terkejut, masih berusaha sopan.


"Memangnya kenapa kalau aku dan Zidan berdiri disini? Kami hanya berhenti berjalan sesaat karna tiba-tiba pintu apertemen kalian terbuka, tidak ada maksud lain kok" jawab Kinara jujur.


"Benar apa yang dikatakan oleh Kinara. Kami hanya sedang lewat saja, dan tidak memiliki maksud lainnya. Kalau begitu kami permisi duluan yah, semoga hari kalian bisa berjalan dengan menyenangkan" timpal Zidan.


"Hah, Apa-apaan kamu Zidan?. Bukannya tadi Asyifa juga baru saja berjalan keluar, apa dia juga melihatmu sedang bersama mantan pacar sekaligus ibu tirimu ini? Apa hanya karna kalian berdua sedang bertengkar, kamu berpikir bisa mengabaikan perasaannya?" tanya Mira kesal.


"Kenapa aku tidak boleh berjalan atau pun bertemu dengan wanita yang sudah menjadi keluargaku juga? Meskipun pernah menjadi mantan pacar, tapi statusnya sekarang kan sudah berubah menjad ibu tiriku. Jadi dimana letak kesalahannya?"

__ADS_1


"Wah, luar biasa sekali bicaramu! Kalau kamu berani melakukan hal ini hanya karna sedang bertengkar dengan Asyifa, bagaimana kalau sampai kalian sudah resmi menikah?! Apa kamu tidak memikirkan perasaan Asyifa saat melakukannya?"


"Kenapa aku harus memikirkan perasaan dari seorang wanita yang tidak memiliki hubungan apa pun denganku, bukannya itu adalah suatu perbuatan yang sia-sia?"


"Tidak memiliki hubungan apa pun? Apa yang sedang kamu bicarakan Zidan, Asyifa itu kan tunanganmu!" ucap Angel bingung.


"Ah, jadi ternyata Asyifa lagi-lagi tidak ingin memberitahukan tentang apa yang sudah terjadi di hidupnya pada kalian berdua. Baik, kalau begitu biar aku saja yang akan ganti melakukannya untuk memberitahu kalian apa yang sebenarnya terjadi. Hubunganku dan Asyifa, sudah resmi berakhir beberapa hari yang lalu"


"A_apa? Ba_bagaimana bisa, kalian berdua kan baru saja memutuskan bertungangan, kenapa malah sudah berpisah saja?" tanya Angel terkejut.


"Hei Zidan, apa kamu pikir melamar Asyifa dan menjadikannya tunangannu itu hanya sebuah candaan saja, sampai bisa seenaknya mengakhiri hubungan secepat ini? Astaga, aku benar-benar tidak menduga kalau kamu teryata memiliki sifat yang sangat buruk!" timpal Mira marah.


"Ahahahahaha. Ahahahaha. Astaga, kenapa kalian berdua lucu sekali? Kalian bahkan tak mengetahui cerita lengkapnya seperti apa, tapi sudah langsung menuduhku sebagai oranh yang mengakhiri hubungan ini"


"Me_memangnya bukan?"


"Tentu saja bukan Angel! Bukannya kalian berdua sendiri juga melihat betapa kerasnya usahaku untuk mendapatkan Asyifa berada disisiku, mana mungkin aku bisa melakukan hal sebodoh itu!"


"Masih baik kalau benar ada yang terjadi diantara kami, mungkin aku masih ada niat untuk membujuknya tidak mengambil pilihan akhir seperti itu. Faktanya adalah, dia malah ingin berpisah hanya karna aku yang berniat membicarakan tentang rencana pernikahan kami" jelas Zidan sedih.


"Loh, bukannya itu adalah sesuatu yang baik untuk dibicarakan oleh kalian berdua yang memang merupakan pasangan, kenapa dia malah bersikap seperti itu? Apa mungkin dia belum siap untuk menikah, dan masih ingin diberikan waktu lagi?" tanya Kinara ikut menjadi penasaran.


"Kalau hanya masalah meminta waktu karna belum siap, apa kamu pikir aku tidak bisa memberikannya? Aku pasti akan langsung mengiyakannya, kalau memang itu lah yang dibutuhkan Asyifa. Tapi nyatanya bukan hal itu yang diperlukannya"


Entah mengapa, firasat Angel dan Mira menjadi tidak enak saat Zidan terlihat ingin membicarakan alasan Asyifa memilih untuk berpisah dan tidak melanjutkan hubungan lagi dengan pria itu.


Karna dari gerak gerik Asyifa yang semakin hari semakin sibuk dengan Eden, pikiran mereka berdua pun mengatakan bahwa itu semua memang ada kaitannya dengan Eden.


"A_apa, apa alasan Asyifa memutuskan hubungan dengamu, adalah karna masalah Eden yang belum sembuh benar?" tebak Mira tepat sasaran.

__ADS_1


"Ternyata kamu peka juga yah. Apa itu karna dia semakin sering memperhatikan pria yang mulai lebih berharga kehadirannya dibanding kehadiran diriku?"


"I_itu, bisa dibilang begitu. Sebenarnya aku dan Mira sudah merasa sedikit curiga, karna Asyifa terlihat tidak terlalu memikirkan dan berniat untuk memperbaiki hubungan kalian, yang katanya hanya bertengkar karna hal sepele saja. Sebaliknya, dia malah semakin sering menghabiskan semua waktu luangnya untuk berada di rumah sakit, dan menemani Eden dengan senang hati"


"Yah, baguslah kalau dia memang telah melakukannya seperti itu. Berarti perpisahan kami setidaknya memiliki manfaat meski tak ada artinya sedikit pun bagi kehidupanku"


Mendengar jawaban Zidan yang terdengar sangat menyedihkan, Mira dan Angel pun menjadi tidak bisa bekata apa-apa lagi pada pria malang itu.


Apalagi sosok Mira yang sudah seenaknya menuduh Zidan tanpa perasaan bahwa dia lah yang sudah mengakhiri hubungan dengan Asyifa, tapi yang terjadi justru sebaliknya.


Zidan yang seolah bisa mengerti tentang perasaan dan apa yang dipikirkan oleh kedua gadis itu, hanya bisa menghela nafas pelan sambil mengusap wajahnya.


"Kalian tidak perlu memasang wajah seolah merasa sangat bersalah padaku seperti itu. Kan semua yang sudah terjadi diantaraku dan Asyifa, bukan salah kalian. Malah aku sangat berterima kasih karna selama ini kalian sudah mendukungku dengan sepenuh hati"


"Meski begitu, aku kan juga tidak boleh bertindak seperti tadi. Aku tanpa tahu apa masalahnya, sudah menuduhmu yang telah bersalah, tanpa mendengar penjelasanmu terlebih dulu. Maafkan aku Zidan" ucap Mira merasa bersalah.


"Astaga, kamu tidak perlu seperti itu Mira, aku tidak masalah sama sekali dengan sikapmu tadi. Malah bagiku itu sangat wajar terjadi, mengingat betapa kalian sangat menyayangi Asyifa seperti keluarga sendiri"


"Terima kasih Zidan, sekali lagi aku minta maaf atas kesalahanku tadi"


"Iya sama-sama Mira. Kalau begitu, karna aku sudah menjelaskan semua masalah yang terjadi pada kalian berdua, maka aku harus pamit pergi sekarang. Karna sebenarnya aku dan Kinara memiliki hal penting yang harus kami selesaikan sesegera mungkin"


"Ah, begitu. Hati-hati di jalan Zidan, dan maaf karna sudah berkata kasar saat melihat ada kehadiranmu disamping Zidan tadi, bu Kinara" ucap Mira, sekali lagi merasa bersalah.


"Tidak apa-apa, Mira. Tapi kalau aku boleh memberi saran untuk kebaikanmu, cobalah untuk mencari tahu apa masalah yang sudah terjadi sebenarnya, sebelum menghakimi seseorang. Karna jika penghakimanmu tidak sesuai, maka kamu sendiri yang nantinya malah akan merasa bersalah. Aku bicara seperti ini bukan karna ingin menguruimu, tapi karna aku sendiri juga sudah pernah mengalamimya"


"Ah iya, terima kasih atas sarannya bu Kinara. Aku pasti akan selalu mengingatnya, sekali lagi maaf atas kecerobohanku"


"Iya sama-sama Mira. Semoga kita bisa bertemu lagi, dalam suasana yang jauh lebih baik dari sekarang. Sampai jumpa"

__ADS_1


"Sampai jumpa" jawab Angel dan Mira bersamaan, sambil tersenyum canggung.


Bersambung...


__ADS_2