The Ugly Wife

The Ugly Wife
Curhatan Asyifa


__ADS_3

"Aku pulang"


"Kamu dari mana saja? Tidur di mana semalam, apa tidak bisa mengabari? Kami berdua sibuk mencarimu sampai tidak tidur!"


Mira menatap Asyifa yang baru masuk ke dalam apartemen mereka dengan tatapan marah.


Bukannya menjawab pertanyaan Mira, Asyifa malah tiba-tiba menangis.


Angel yang mendengar teriakan Mira, segera menuju ke sana. Namun ia terkejut saat melihat Asyifa yang sedang menangis dan sosok Mira yang berhadapan dengan gadis itu.


"MIRA! Apa yang kamu lakukan pada Asyifa? Apa kamu memarahinya? Aku mendengar teriakan-teriakkanmu tadi!"


"Aku tidak melakukan apa pun padanya, aku berani bersumpah!"


"Cukup Mira, aku tau kamu marah karena semalam dia menginap di luar tanpa memberi kabar. Tapi jangan menjadi terlalu keras juga padanya, dia itu adalah pasien yang baru keluar dari rumah sakit kemarin!"


"Aku tidak seperti itu padanya, jadi jangan asal menuduhku! Aku hanya bertanya! "


"Bertanya? Apakah melakukannya sambil teriak-teriak seperti itu, bisa disebut bertanya? Kamu membentaknya, makanya dia menangis sekarang!"


Asyifa melangkah maju dan malah memeluk tubuh Mira erat, membuat kedua wanita yang sedang berdebat itu diam seketika dan saling melempar pandangan heran.


"Maaf" ucap Asyifa pelan.


Mira melepaskan pelukan Asyifa dan menatapnya serius "Siapa? Katakan padaku sekarang juga, siapa yang mengganggumu kali ini? Apa itu Karin? Atau Lia?"


Asyifa menggeleng "Tidak ada satu pun dari mereka yang menggangguku"


"Lalu kenapa kamu sekarang menangis dan minta maaf sambil memelukku?"


"Bagaimana kalau kita sambil duduk saja, supaya Asyifa bisa bercerita apa yang sedang terjadi padanya" usul Angel yang langsung di setujui oleh kedua sahabatnya.


Mereka bertiga kemudian duduk di lantai ruang tamu, dengan posisi Asyifa berada diantara Angel dan juga Mira.


"Jadi, apa yang membuatmu menangis?"


"Aku ingin minta maaf kepada kalian berdua karna sudah membuat kalian kecewa. Maafkan aku Mira, maafkan aku Angel" ucap Asyifa kembali terisak.


"Kalau itu soal keputusanmu untuk tidak memenjarakan Karin dan Lia, maka dibandingkan dengan kata maaf, aku lebih mengharapkan alasannya!"


"Aku hanya tidak ingin menjadi sama seperti mereka bertiga, Ra!"


"Apa maksudnya? Kenapa kamu menjadi sama seperti mereka? Mereka bertiga itu pelaku kejahatan, dan kamu adalah korbannya! Kalian tidak sama, Asyifa!"


"Aku tau Ngel, aku tidak menyamakan diriku dengan mereka dalam hal itu. Mereka menghancurkan hidupku melalui keadaan mentalku, dan aku bisa saja menghancurkan hidup mereka dengan memasukkan ketiganya ke dalam penjara, lalu apa bedanya aku dengan mereka? Kami sama-sama saling menghancurkan satu sama lain dan saling membalas dendam!"


"Asyifa, kamu bukannya membalas dendam dengan menghancurkan kehidupan mereka, tapi kamu hanya menegakkan keadilan bahwa pelaku kejahatan memang sudah seharusnya dihukum!"


"Tapi tetap saja hidup mereka hancurkan? Bayangkan Ngel, mereka kehilangan pekerjaan mereka dengan tidak hormat dan menghabiskan waktunya di dalam penjara. Seumur hidupnya akan membawa status mantan narapidana! Aku tidak ingin menjadi sama seperi mereka, aku mohon tolong mengerti lah!"


"Lalu bagaimana dengan hidupmu sendiri yang telah mereka hancurkan? Bukannya mereka memiliki kewajiban untuk bertanggung jawab atas hal itu?"


"Aku tidak butuh semua itu, aku pernah melalui ini semua bahkan saat aku hanya seorang diri tanpa dukungan dari siapa pun! Aku yakin bisa melaluinya lagi, terlebih ada kalian berdua disisiku sebagai sahabatku"

__ADS_1


"Tapi Asyifa,...." kata-kata Angel terhenti saat mendapat sinyal diam dari Mira.


"Baiklah, aku akan membiarkan mereka kali ini, tapi tidak dengan kali berikutnya jika mereka berani berulah lagi padamu!"


"Aku yakin itu tidak akan terjadi, mereka bahkan akan terlalu malu hanya untuk menatapku dan pastinya akan banyak gosip serta rasa benci yang mereka dapatkan dari orang-orang di perusahaan. Biarlah itu yang menjadi hukuman mereka berdua seperti Safira yang sudah mendapatkan hukumannya terlebih dulu"


Angel mengangguk setuju dengan ucapan Asyifa "Baiklah, kami berdua akan mengikuti kemauanmu"


"Terima kasih, kalian berdua benar-benar sahabat terbaikku!" ucap Asyifa merangkul kedua sahabatnya dengan sayang.


"Oke, cukup. Karna masalah tentang Safira dan gengnya sudah selesai, maka sekarang saatnya membahas tentang semalam!"


"Aku setuju, Ngel! Jadi Asyifa, semalam di mana kamu menginap?"


"Aku menginap di hotel dekat perusahaan"


"Jangan bohong, tadi aku dapat info dari satpam di bawah kalau kamu diantar sama seorang pria menggunakan mobil"


"Kenapa pak satpam memberitahukan info tentangku pada kalian, Ra?"


"Karna pak satpam mengetahui, kalau aku dan Angel mencarimu semalaman sampai harus lapor polisi segala!"


"Lapor polisi? Kalian serius?"


"Itu tidak penting sekarang! Yang harus kamu jelaskan kepada kami, adalah siapa pria yang tadi mengantarmu pulang?"


"Ah, itu William, Ngel"


"Iya, kenapa?" tanya Asyifa bingung dengan respons kedua sahabatnya.


"Jangan bilang kalian sudah tidur bersama semalam di hotel? Apa dia memaksamu untuk melakukannya? Ceritakan semuanya pada kami Asyifa!"


"Apaan sih, Mira! William itu hanya membantuku saat tanpa sengaja kami bertemu, ketika aku sedang berjalan tanpa arah dan tujuan. Kami tidak melakukan apa pun, seperti yang kalian berdua katakan!"


"Oh ya?" tanya Angel dan Mira bersamaan dengan ekspresi tak percaya


"Iya! Dia yang mengantarku ke hotel dan memesankan kamar untukku, dia membelikan pakaian karna aku tidak membawa pakaian sama sekali serta membantu menggantikan perban di lukaku. Selain itu, kami pergi makan setelah itu dia pulang dan kami bertemu lagi pagi ini, karna dia bersikeras untuk mengantarku pulang"


"Hanya itu saja?" tanya Angel kecewa.


"Itu saja, memangnya mau apa lagi?"


"Tak ada hal romantis yang terjadi antara kalian? Bukannya kamu menyukai pria itu, dan sepertinya William juga menyukaimu karna ia mau bersusah payah meluangkan waktunya untuk membantumu!"


"Itu, sebenarnya ada, Ra" jawab Asyifa tersipu malu saat mengingat kembali perkataan William semalam dan pagi tadi.


"Apa? Apa yang terjadi? Cepat ceritakan pada kami!"


"Dia mengajakku pergi kencan dan mengatakan bahwa niatnya mendekatiku, yaitu untuk menjadikanku pacarnya, Ngel. Pagi ini saat mengantarku pulang, dia bilang akan berusaha menjadi calon pacar yang baik untukku" curhat Asyifa memerah.


"Aw, so sweet banget! Terus apa jawabanmu?" tanya Angel bersemangat.


"Aku menerima ajakan kencannya, dan setuju memberinya kesempatan untuk mendekatiku sebagai calon pacar"

__ADS_1


"Bagus sekali! Selamat yah Asyifa, semoga kalian berdua cepat jadian!" ucap Angel dan Mira sambil memeluk Asyifa.


*****


Tok... tok...


Asyifa mengetuk pelan kaca mobil berwarna putih yang terparkir di depan gedung apartemennya.


Kaca mobil itu kemudian perlahan turun dan tampak lah William yang sedang tersenyum manis menyambutnya.


Keduanya memang menjadi semakin dekat setelah sebulan yang lalu William mengungkapkan niatnya mendekati Asyifa.


Pria itu selalu mengantar dan menjemput Asyifa kemana pun gadis itu pergi, namun mereka belum berpacaran.


"Morning" sapa Asyifa masuk ke dalam mobil.


"Morning too, gimana tidurnya semalam?"


"Sangat nyenyak sekali! "


"Baguslah. Kamu tidak lupa kan, kalau hari ini kita akan pergi kencan ke tempat yang sangat istimewa" tanya William sambil menjalankan mobilnya menuju perusahaan Z Grup untuk mengantar Asyifa.


"Mana mungkin aku lupa, aku malah sangat menantikannya!"


"Bersabarlah. Tapi kamu yakin, tidak ingin aku jemput saat pulang kerja?"


"Iya aku yakin. Sebaiknya kamu menjemputku di apartemen saja, aku akan pulang bersama Mira dan juga Angel, oke?"


"Baiklah, kalau itu maumu"


Hari ini Asyifa sengaja memilih untuk pulang bersama kedua sahabatnya karna ingin berdandan cantik demi acara kencannya malam ini bersama William.


Mereka memang sudah beberapa kali pergi berkencan, tapi hari ini sedikit spesial dari biasanya.


Karna Asyifa tanpa sengaja mengetahui kejutan yang disiapkan William dengan bantuan Angel dan Mira, untuk menembak dirinya di kencan mereka kali ini. Dan semua itu berkat kecerobohan Angel yang mengatakannya tanpa sadar.


"Kita sudah sampai"


"Terima kasih, sampai jumpa nanti malam"


"Sebentar Asyifa. Ini untukmu, pakailah saat bertemu denganku malam ini" ucap William sambil memberikan sebuah tas belanjaan besar dengan nama merek pakaian terkenal tertulis disana.


"Apa ini tidak terlalu berlebihan? Aku bisa memakai gaun milikku sendiri, William"


"Aku mohon jangan menolaknya"


Melihat tatapan memohon William, Asyifa akhirnya terpaksa menerima pemberian pria itu "Terima kasih, aku pasti akan memakainya malam ini"


"Sama-sama, have a good day. Bye"


"You too, bye"


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2