The Ugly Wife

The Ugly Wife
Menjadi Diri Sendiri


__ADS_3

Malam itu Asyifa dan William sedang melakukan kencan romantis dengan makan malam disebuah restoran mahal.


"Asyifa, momy mengundangmu untuk datang ke rumah kami hari minggu ini"


"Uhuk... Uhuk... Uhuk"


Asyifa yang sedang makan tiba-tiba tersedak mendengar kabar yang disampaikan oleh William tersebut.


"Ya ampun, makan lah pelan-pelan sayang"


William menyodorkan segelas air ke hadapan Asyifa, yang langsung diminum habis oleh gadis itu.


"Apa tadi katamu? Hari minggu ini?"


"Iya sayang, kamu bisa kan? Tidak ada janji penting atau acara lain dan semacamnya di hari itu, bukan?"


"Aku tidak punya janji apa pun di hari itu. Tapi aku tidak bisa datang Will, karna aku belum melakukan perawatan dan belanja pakaian yang pantas untuk dipakai bertemu dengan keluargamu"


"Perawatan dan belanja pakaian? Untuk apa semua itu, sayang?"


"Aku meminta saran dari Angel dan juga Mira, lalu mereka menyarankanku untuk melakukan kedua hal itu"


"Sayang, kamu itu sudah cantik tanpa perlu melakukan perawatan apa pun lagi, percaya padaku! Dan untuk masalah pakaian, aku harap kamu memakai pakaian yang sesuai dengan dirimu, oke?"


"Tapi kata Angel dan Mira, pakaianku semuanya sudah ketinggalan zaman! Untuk masalah wajahku, sebenarnya aku setuju melakukan hal itu karna tau kalau aku tidak cantik sama sekali"


"Asyifa, aku tidak mau melihatmu bersusah payah merubah penampilan dan pribadi dirimu menjadi seperti yang orang lain inginkan. Apa pun yang kamu lakukan, aku ingin kamu nyaman dengan hal itu tapi jika tidak, maka jangan lakukan!"


"Tapi William, aku ingin tampil dengan penampilan terbaik yang bisa ku berikan di depan keluargamu"


William mengulurkan tangannya untuk membelai pelan kepala Asyifa, kemudian berpindah untuk duduk disebelah kekasihnya itu.


"Pakai dan lakukan apa pun yang membuatmu nyaman, selebihnya biar aku yang mengambil alih. Lagipula ini hanya perkenalan biasa, jadi jangan terlalu gugup, oke?"


"Baiklah, aku akan menuruti ucapanmu dan tampil apa adanya sesuai dengan diriku yang selama ini"


"Bagus sekali, itu baru Asyifa yang aku kenal. Tidak perlu mendengarkan kata orang, karna aku akan tetap mencintaimu apa adanya"


"Terima kasih, Will. Tapi, aku harus tetap membelikan sesuatu untuk dibawa sebagai buah tangan"


"Benar juga! Baiklah, aku akan menjemputmu lebih cepat supaya bisa pergi belanja hadiah untuk dibawa ke rumahku, bagaimana?"


"Setuju!"


Melihat senyuman manis diwajah Asyifa, membuat William tidak bisa menahan diri untuk mengecup dahi gadis itu.

__ADS_1


Mendapat perlakuan manis seperti itu, membuat Asyifa malu dan hanya bisa memeluk tubuh William erat untuk menyembunyikan wajahnya.


****


Hari minggu sore itu menjadi sore yang sangat penting bagi Asyifa karna jam Empat nanti ia akan pergi ke rumah William.


Tak heran sejak pagi, Asyifa sudah sibuk menyiapkan segala sesuatu yang sekiranya akan ia butuhkan nanti.


"Kamu yakin akan memakai pakaian itu untuk bertemu keluarga William?"


Mira dan Angel muncul diambang pintu Asyifa, ketika gadis itu baru saja keluar dari kamar mandi.


Tatapan kedua gadis itu terarah pada pakaian yang sudah di setrika rapi oleh Asyifa sejak pagi dan diletakkan diatas kasur.


"Ini sudah kali ketiga kamu bertanya Mira, dan jawabanku masih tetap sama yaitu iya!"


"Sudahlah Mira, biarkan Asyifa menentukan apa yang akan di lakukannya. Tugas kita adalah mendoakan supaya semua urusan Asyifa hari ini berjalan lancar"


"Betul sekali! Terima kasih yah, Angel sayang"


"Sama-sama, Fa"


"Baiklah terserah kalian berdua saja! Tapi Fa, bukannya jam empat sore baru kamu akan berangkat, kenapa sudah mandi saja padahal masih jam tiga saat ini?"


"Ah, aku lupa bilang pada kalian. Sebenarnya sebelum pergi ke rumah William, aku dan William berencana pergi ke tempat lain terlebih dahulu untuk membeli hadiah yang akan ku bawa untuk keluarganya"


"Yup, sekarang dia sudah menunggu di tempat parkir gedung apertemen kita. Jadi kalian berdua tolong keluar dari kamarku, supaya aku bisa segera bersiap"


Asyifa mendorong tubuh kedua sahabatnya untuk keluar dari kamarnya, kemudian ia segera bersiap karna tidak ingin membuat William menunggu lebih lama.


Asyifa hanya memerlukan waktu beberapa menit saja untuk bersiap, karna dirinya adalah salah satu gadis yang tidak suka merias diri dengan berbagai macam alat make up yang menjadi kebutuhan wajib para wanita.


"Aku pergi yah guys, bye"


"Hati- hati, Fa. Semoga sukses!"


"Semangat Asyifa!"


Setelah selesai berpamitan dengan kedua sahabatnya, Asyifa segera menuju ke tempat parkir dimana mobil William berada.


"Hai, maaf lama"


"It's ok. Kamu terlihat cantik hari ini"


William mengecup pelan bibir Asyifa saat gadis itu sudah masuk ke dalam mobil, membuat wajah gadis itu bersemu merah.

__ADS_1


"Ini terima, aku sudah membelikannya sebelum datang ke sini"


Asyifa menerima sebuah tas belanjaan dari William yang diambil pria itu dari tempat duduk belakang "Apa ini?"


"Itu adalah guci. Aku segaja membelinya karna momy sangat suka dengan kerajinan tangan, kamu bisa membawa ini sebagai hadiah"


"Kenapa kamu yang beli? Harusnya ini menjadi tugasku, Will!"


"Tidak apa-apa. Aku hanya ingin membantu, karna melihatmu kebingungan"


"Baiklah aku terima niat baikmu, terima kasih yah. Lalu sekarang kita mau kemana? Kan masih ada waktu satu jam lagi sebelum pergi ke rumahmu"


Asyifa menatap wajah William dengan pandangan penuh harap akan diajak ke tempat kencan lain terlebih dahulu.


"Sebenarnya momy memintaku memajukan waktu untuk datang ke rumah menjadi jam tiga sore, jadi sekarang kita akan langsung ke rumahku. Kamu tidak masalah kan?"


"Jadi itu sebabnya kamu membeli hadiah sendiri tanpa mengajakku?"


"Maaf sayang, aku terpaksa" ucap William memasang wajah memelas supaya Asyifa tidak bisa marah pada dirinya.


"Hah, baiklah, aku akan memaafkanmu untuk kali ini saja. Untuk selanjutnya, beritahu aku juga jika ingin melakukan sesuatu, janji?"


Asyifa mengacungkan jari kelingkingnya ke arah William, yang langsung disambut oleh pria itu dengan senang hati.


"Aku janji sayang"


Tanpa mereka sadari, ada tiga pasang mata yang senantiasa mengawasi gerak-gerik keduanya tak jauh dari sana.


"Awas saja jika dia dan keluarganya berani menyakiti Asyifa sedikit saja, akan ku buat mereka semua menyesal!"


Zidan mengepalkan kedua tangannya menahan rasa cemburu yang hinggap di hatinya.


"Tahan emosimu Zidan. Kita tidak tau alasan sebenarnya gadis di masa lalu William bisa diperlakukan seperti itu, mungkin William tidak terlalu mencintainya dan bisa saja saat ini dia benar-benar mencintai Asyifa"


"Tapi tetap saja, apa yang dilakukan William dan keluarganya pada sahabat kecilku itu adalah sesuatu yang sangat jahat Adam!"


"Kita belum tahu alasan pastinya, kecuali kita menanyakan langsung pada gadis itu. Bisa saja itu adalah rencana keluarga William sendiri tanpa melibatkan pria itu, Raka. Cobalah berpikir positif"


Raka memandangi wajah Adam dengan tatapan emosi karna mendengarnya membela William.


Melihat hal itu, Zidan terpaksa mengendarai mobil untuk meninggalkan tempat parkir apertemennya karna tidak ingin kedua pria itu bertengkar jika terus berada disana.


"Raka, aku ingin minta bantuanmu untuk mencari tahu keberadaan gadis itu. Apa kamu bisa?"


"Akan aku usahakan"

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2