The Ugly Wife

The Ugly Wife
Kedatangan Ibu Dan Ayah


__ADS_3

Sepasang suami istri yang baru saja turun dari taksi, terlihat menuju bangunan yang kini berada tepat di hadapan mereka dengan terburu-buru.


Mereka segera menghampiri pos jaga satpam untuk menanyakan sesuatu.


"Permisi pak, apa saya boleh bertanya sesuatu?"


"Boleh, silakan bu"


"Apa di gedung apartemen ini, ada penyewa yang bernama Asyifa?"


"Apa maksud ibu non Asyifa yang menyewa bersama dengan dua orang teman ceweknya itu yah?"


"Iya, betul yang itu pak! Perkenalkan saya Laras, ibunya Asyifa. Apa bisa bapak antarkan saya ke unit apartemen yang disewa oleh anak saya dan dua temannya itu?"


"Maaf bu, tapi mereka sudah tidak tinggal disini lagi dan pindah ke tempat lain"


"Pindah? Pindah ke mana pak? Bapak jangan asal bicara, tidak mungkin asyifa pindah tanpa mengabarkan kepada saya!"


"Saya tidak asal bicara kok bu. Mereka memang sudah pindah dari dua bulan yang lalu, tapi saya tidak tau pindah ke mana"


"Apa? Dasar anak kurang ajar, berani-beraninya dia melakukan hal ini kepadaku! Awas saja kalau aku menemukannya, anak sialan!"


"Sudahlah Laras. Sebaiknya kita pulang saja, tidak seharusnya kita mengikuti Asyifa sampai ke kota ini!" ucap sang suami yang sedari tadi hanya diam saja.


"Aku tidak akan pulang sebelum menemukan anak sialan itu dan mendapatkan uang yang menjadi hakku! Enak saja dia melarikan diri begitu saja setelah kita membesarkannya dengan susah payah!"


"Biarkan dia menjalani hidupnya dengan tenang Laras, jangan ganggu Asyifa lagi. Dia sudah cukup menderita karena kita"


"Apa sih maksudmu, kita membuatnya menderita? Kamu pikir dong, dia bisa hidup enak seperti sekarang itu karna siapa? Jelas karna kita orang tuanya, jadi wajar kalau sekarang Asyifa harus memberikan uang yang banyak kepada kita sebagai balas budi!"


"Sadarlah Laras, kita tidak pernah memberikan apa yang menjadi hak Asyifa sebagai anak sedari dia kecil dan hidupnya menjadi sangat menderita! Tidak seharusnya sekarang kamu memerasnya seperti ini!"


"Diam lah Kemal, aku tidak butuh ceramah darimu! Jika kamu ingin kembali dan hidup miskin, sebaiknya kamu pulang saja sendiri! Aku tidak akan pulang sebelum mendapatkan uang milikku dari anak sialan itu!"


"Lalu apa yang akan kamu lakukan? Bukannya pak satpam bilang kalau mereka sudah pindah dan tidak tinggal lagi disini!"


Mendengar ucapan suaminya, Laras tampak berpikir sejenak. Namun tak lama kemudian, dia tersenyum penuh kemenangan.


"Pak satpam, pastinya bapak tau dimana alamat tempat anak saya bekerja bukan? Boleh saya minta alamatnya?"


"Sebentar yah bu, saya carikan. Sepertinya dulu saya sempat menulisnya di buku yang ada di ruangan saya"


Lelaki tua itu berpura-pura mencari sesuatu di dalam laci meja, tapi sebenarnya kedua tangannya sedang sibuk mengetik pesan yang akan ia kirimkan kepada Mira.

__ADS_1


Sebenarnya sebelum pindah, Mira sempat meminta tolong untuk mengabarinya jika ada orang yang mencari salah satu dari mereka bertiga. Tapi karena tak ada pesan untuk tidak memberikan alamat tempat mereka bekerja, pak satpam itu menjadi bingung.


Lima menit berlalu, namun tak ada balasan yang ia dapatkan. Dengan berat hati, satpam itu terpaksa menuliskan sebuah alamat disecarik kertas dan diberikan kepada Laras.


*****


"Asyifa, gawat! Pokoknya gawat!"


"Apanya yang gawat? Duduk dulu Ra, terus ceritain sama kita ada apa sebenarnya!"


Angel yang sedang menyantap bekal makan siang bersama Asyifa di dalam ruang kerja milik Asyifa, menatap wajah Mira yang terlihat cemas dengan perasaan khawatir.


"Tidak ada waktu untuk duduk Ngel, ini benaran darurat banget! Ibu dan ayah Asyifa, sekarang ada di kota ini dan akan segera datang ke perusahaan kita!"


"APA?" seru Asyifa dan Angel bersamaan.


"Kamu dapat info dari mana, kalau ibu dan ayah Asyifa ada di kota ini dan akan datang ke perusahaan kita?"


"Aku dapat sms dari pak satpam di apartemen lama kita. Dalam sms itu pak satpam bilang, kalau orang tua Asyifa datang mencarinya. Saat tau kalau kita sudah tidak tinggal disana lagi, ibumu meminta alamat perusahaan tempat kita bekerja"


"Astaga! Bagaimana kalau orang tua Asyifa benaran sampai datang ke sini?"


"Itu juga yang aku bingung, Ngel! Aku tidak sempat bilang jangan memberikan alamat perusahaan kita, makanya pak satpamnya jadi bingung dan akhirnya malah memberikannya begitu saja"


Bagaimana pun juga, Asyifa tidak pernah lupa seperti apa sifat ibunya di masa lalu. Ibunya selalu menyiksa dirinyatanpa belas kasihan sedikit pun, ketika keinginan wanita itu tidak terpenuhi.


Sedari Asyifa kecil, Laras selalu menyuruhnya untuk berhenti bersekolah dan memaksanya mencari uang dengan melakukan segala macam cara.


Menurut Laras, sekolah hanya untuk orang kaya yang memiliki banyak uang. Padahal, Asyifa bersekolah juga berkat beasiswa yang di dapat karna kepintarannnya, bukan menggunakan uang kedua orang tuanya.


Sedangkan ayah Asyifa yaitu Kemal, tidak bisa berbuat banyak untuk anaknya. Karna sifatnya yang tidak bisa bertindak tegas, Kemal hanya bisa mengikuti apa pun yang dikatakan oleh istrinya tanpa bisa membantah.


"Ada apa ini? Kenapa kalian bertiga ribut sekali, suara kalian bahkan bisa terdengar sampai ke dalam ruangan saya!"


Pertanyaan Zidan yang tiba-tiba masuk ke dalam ruangan Asyifa, membuat gadis itu seketika mendapat kesadarannya kembali.


Ia berjalan ke arah Zidan dan menjatuhkan dirinya untuk berlutut di depan kaki sang bos, membuat Zidan dan kedua sahabatnya yang melihat hal itu terkejut.


"Apa yang sedang kamu lakukan Asyifa? Cepat bangun! Bagaimana kalau ada karyawan lain yang melihat?"


"Saya tidak akan bangun sampai pak Zidan mau berjanji untuk membantu saya!"


"Membantumu? Dalam hal apa memangnya?"

__ADS_1


"Berjanjilah dahulu kalau pak Zidan akan membantu, saya mohon!"


"Baiklah saya berjanji! Sekarang bangun dan jelaskan pada saya apa yang sebenarnya terjadi, serta apa yang harus saya lakukan untuk kamu!"


Asyifa bangkit berdiri dan memandang wajah kedua sahabatnya bergantian untuk meminta persetujuan.


Angel dan Mira mengangguk setuju, kemudian Asyifa mulai mengatakan masalahnya serta bantuan yang ia inginkan, secara singkat kepada Zidan.


"Jadi kamu ingin meminta bantuan saya, supaya membuat kedua orang tuamu yang akan datang ke perusahaan saya dalam beberapa saat lagi, untuk jangan sampai tau kalau kamu bekerja disini?"


"Iya, benar pak!" jawab ketiga gadis itu bersamaan.


"Tapi bukannya saya juga harus tau apa alasannya?"


"Akan saya katakan kepada pak Zidan, tapi tidak sekarang. Tunggu sampai masalah kedua orang tua saya selesai, kemudian saya akan menceritakan semuanya!"


Tanpa menjawab perkataan Asyifa, Zidan mengeluarkan ponsel dari saku jas kerjanya kemudian menghubungi seseorang.


"Halo Cyntia, saya punya tugas untuk kamu. Nanti akan ada sepasang suami istri yang datang dan bertanya padamu tentang sekretaris saya dan kedua sahabatnya. Saya ingin kamu mengatakan pada mereka bahwa di perusahaan ini, tidak ada karyawan yang bermana Asyifa, Angel ataupun Mira! Apa kamu mengerti?"


"Baik pak, saya mengerti" jawab Cyntia sebelum Zidan memutuskan sambungan telepon.


"Terima kasih banyak, pak Zidan" ucap Asyifa setelah mendengar percakapan tersebut.


"Kirimkan foto kedua orang tuamu yang terbaru ke ponsel saya, sekarang juga!"


Tanpa bertanya lagi, Asyifa segera mengikuti perintah Zidan "Sudah saya kirimkan pak"


Zidan kembali menelepon seseorang lagi "Halo Raka, apa kamu sedang sibuk sekarang? Aku ingin meminta bantuanmu"


"Halo juga bro, ingin meminta bantuan apa? Apa pun itu, pasti akan aku lakukan meski sesibuk apa pun!"


"Aku ingin kamu mengawasi sepasang suami istri untukku, apa kamu bisa?


"Tentu saja bisa! Mengawasi seseorang adalah keahlianku, jadi percayakan saja padaku!"


"Terima kasih banyak Raka. Aku akan segera mengirimkan foto kedua orang itu beserta detail permintaanku ke ponselmu"


"Oke, bro"


Zidan memasukkan ponselnya kembali setelah mengirim pesan kepada Raka, dan kemudian mengalihkan padangan kepada ketiga karyawannya yang sedang menunggu sedari tadi.


"Kalian tidak perlu khawatir lagi, karena aku akan menangani perihal kedua orang tua Asyifa. Sekarang, fokus kembali ke pekerjaan kalian masing-masing"

__ADS_1


*****


__ADS_2