
Angel menghempaskan dirinya ke atas sofa di ruang tamu apertemen dengan perasaan kesal yang teramat sangat.
Sedang Mira yang membukakan pintu untuk sahabatnya itu hanya bisa memandangi dengan ekspresi penuh rasa keheranan dan perasaan ingin tahu.
"Ada apa dengan ekspresi wajahmu, apa telah terjadi sesuatu yang membuatmu kesal saat berada di pesta tadi?" tanya Mira mulai ikut mendudukkan diri disebelah Angel.
"Sebenarnya selama aku berada di pesta, semuanya berjalan dengan lancar dan juga cukup menyenangkan. Tapi semuanya jadi berubah setelah kedatangan Zidan bersama dengan Kinara sebagai pasangannya, yang membuat fokus Asyifa menjadi kacau"
"Ah benar juga, Asyifa! Pantasan saat aku membukakan pintu untukmu, aku merasa seperti ada sesuatu yang kurang. Ternyata yang kurang itu adalah kehadiran Asyifa, dimana dia?"
"Aku juga tidak tahu dia ada dimana sekarang. Tapi terakhir kali yang aku lihat, dia sedang berbicara dengan Zidan dan juga Kinara di depan pintu keluar. Setelah itu aku dipanggil seorang teman, dan saat melihat ke arah Asyifa berada, rupanya dia sudah tidak berada disana lagi" jelas Angel dengan suara yang terdengar sangat cemas.
"Astaga, Angel! Apa kamu tidak mencarinya disekitar gedung atau di area dekat sana? Kan bisa saja Asyifa masih berada tak jauh dari tempatmu berada, masa kamu langsung memutuskan pulang begitu saja seorang diri"
"Yang benar saja, kamu pikir aku sahabat yang sejahat itu sampai tidak berusaha untuk mencari keberadaan sahabatku sendiri? Tentu saja aku sudah mencarinya ke segala penjuru yang bisa aku tuju, tapi tetap tidak bisa ditemukan! Aku pulang kesini juga bukan karna atas kemauanku, tapi karna aku tidak berani berada diluar seorang diri lebih lama lagi. Lihat saja sekarang jam menunjukkan sudah hampir tengah malam"
Mira yang mendengar penjelasan Angel secara panjang lebar, hanya bisa terdiam sambil melemparkan senyuman bersalah karna sudah menyimpulkan semuanya sendiri tanpa mendengar cerita lebih lanjutnya.
Melihat senyuman Mira, Angel yang masih kesal memilih beranjak dari duduknya dan masuk ke dalam kamarnya tanpa ada niatan untuk membalas senyuman tersebut.
Sontak saja hal itu membuat Mira menjadi semakin merasa bersalah dan panik sendiri. Gadis itu dengan cepat ikut bangkit menuju pintu kamar Angel, untuk meminta maaf.
"Ya ampun Ngel, masa aku ditinggal sendiri begitu saja diluar. Aku minta maaf yah, karna sudah menuduhmu yang bukan-bukan. Apa kamu tidak mau mencari Asyifa lagi, kali ini berdua denganku. Bagaimana?" bujuk Mira penuh harap.
Namun setelah ditunggu beberapa menit, tak ada suara tanggapan apa pun dari Angel. Yang terdengar malahan hanya suara dari barang yang ada di dalam kamar gadis itu.
Seperti suara lemari yang dibuka, lalu kembali ditutup lagi. Ada juga suara kursi yang ditarik, lalu laci yang dibuka dan beberapa bunyian dari barang lainnya.
__ADS_1
Hingga akhirnya suara pintu dibuka yang kemudian terdengar, bersamaan dengan munculnya sosok Angel di depan Mira. Tapi kali ini bukan dengan baju pesta, melainkan baju yang jauh lebih nyaman dan santai.
"Loh, jadi ternyata kamu sedari tadi di dalam kamar sedang mengganti pakaian dan juga menghapus riasanmu? Aku pikir kamu marah padaku Ngel!"
"Aku memang marah padamu kok, tapi aku sadar kalau masih membutuhkanmu untuk menemaniku mencari dimana keberadaan Asyifa" jawab Angel datar.
"Hehehe, jangan marah-marah dong Angel yang cantik dan baik hati. Oh iya, kalau aku boleh tahu, kamu berniat akan mencari Asyifa dimana?"
"Entahlah, aku juga tidak tahu. Tapi yang pasti aku akan menelpon Zidan terlebih dulu, baru lah pergi mencari Asyifa keluar"
"Menelpon Zidan? Untuk apa, jangan bilang kalau kamu ingin meminta tolong padanya untuk ikutan mencari Asyifa juga? Astaga Angel, aku yakin Asyifa pasti akan kesal dan tidak setuju dengan idemu itu. Apa kamu lupa kalau hubungan Asyifa dan Zidan sudah berakhir?" protes Mira tak setuju.
"Kebiasaan yah kamu, suka banget untuk menyimpulkan semuanya sendiri! Siapa juga yang mau meminta bantuan Zidan buat cari Asyifa? Aku mau nelpon Zidan, karna seperti yang aku ceritakan tadi, kalau orang terakhir yang Asyifa ajak bicara adalah Zidan dan juga Kinara. Siapa tahu saja Zidan tahu kemana Asyifa pergi melalu pembicaraan mereka!"
"Ah, begitu. Maaf lagi yah Ngel, hehehe. Kalau memang itu niatmu, maka aku juga pasti akan sangat setuju. Silakan nelpon Zidan Ngel, biar aku ke kamar ganti pakaian dulu" ucpa Mira, lali secepat kilat berlari masuk ke dalam kamar miliknya.
Angel yang melihat tingkah sahabatnya yang paling sesukanya itu dengan tatapan kesal, tapi kemudian hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan.
Menunggu beberapa saat, akhirnya sang pemilik nomor diujung sana pun mengangkat panggilan tersebut dengan suara yang nyaris tak terdengar.
"Hallo? Siapa ini, kenapa malah menelponku di jam segini?" tanya Zidan meski dengan suara pelan, tapi dalam suara tersebut dapat terdengar jelas nada kesalnya.
"Ini dengan Angel, Zidan. Maaf karna aku menelpon di jam segini dan mengganggu waktu tidurmu. Tapi tujuanku benar-benar penting dan sedikit mendesak"
"Ah, ternyata kamu Ngel. Ada apa?"
"Aku ingin menanyakan soal Asyifa. Kalau aku boleh tahu, apa yang tadi sempat kalian bertiga bicarakan di dekat pintu keluar?"
__ADS_1
"Bukan hal yang penting kok. Aku hanya menghampirinya untuk menanyakan soal kelancaran acara, dan memastikan bahwa tidak ada masalah serius yang terjadi"
"Ternyata begitu. Apa dia tidak berbicara atau pun menyinggung akan kemana setelah dari pesta? Misalnya ingin pergi ke panti asuhan atau sebagainya?"
"Sebentar Angel, apa ada sesuatu yang buruk terjadi pada Asyifa? Jangan bilang kalau dia belum juga pulang sedari tadi?" tanya Zidan, terdengar mulai hilang rasa kantuknya.
"Bisa dibilang begitu. Apa kamu mempunyai petunjuk kemana dia pergi?" jawab Angel jujur dengan sedikit terpaksa.
Mendengar kabar bahwa Asyifa belum juga pulang setelah pesta usai, Zidan yang masih sangat mencintai wanita tersebut langsung menjadi sangat khawatir.
Tanpa banyak berpikir lagi, ia segera bangkit dari tidurnya dan mulai sibuk mencari baju di dalam lemarinya untuk dipakai.
"Aku juga tidak tahu dia pergi kemana. Tapi yang pasti, dia sempat bilang kalau ingin pergi membuat pestanya sendiri karna belum sempat menikmati pesta yang diadakan oleh perusahaanku"
"Yang benar saja! Apa dia akan pergi ke bar, seperti yang biasa dilakukan oleh kebanyakan orang saat ingin membuat pestanya sendiri?" tanya Angel cemas.
"Tidak, sepertinya tidak. Karna tadi Kinara juga sempat menanyakan hal tersebut pada Asyifa, tapi dia menjawab tidak akan mungkin pergi kesana, karna belum punya pengalaman sama sekali"
"Lalu pergi kemana kalau bukan kesana? Aku bahkan sudah mencoba untuk mencarinya ke sekitar tempat yang ada di dekat gedung pesta tadi, dan juga beberapa tempat yang sering dikunjunginya. Tapi dia tidak ada di mana pun, hingga akhirnya aku memutuskan pulang dan meminta bantuan Mira untuk mencarinya bersama"
"Tenanglah Ngel, aku yakin dia pasti baik-baik saja diluar sana. Aku juga akan keluar dan ikut membantu kalian mencarinya. Jika masih tidak ketemu juga, aku akan meminta bantuan dari pihak berwajib" ucap Zidan mencoba menenangkan Angel.
"Kamu ingin membantu mencari Asyifa? Apa kamu serius, bukannya kalian berdua sudah tidak punya hubungan apa-apa lagi? Aku sih senang jika kamu memang berniat untuk membantu, tapi kalau kamu merasa tidak nyaman, sebaiknya tidak usah. Aku dan Mira saja sudah cukup kok" tolak Angel, merasa sedikit tak enak hati.
"Aku tidak masalah kok Ngel. Meskipun aku dan Asyifa memang sudah tidak mempunyai hubungan lagi, tapi tetap saja aku harus ikut membantu mencarinya. Dia kan tetangga dan juga salah satu karyawanku"
"Baiklah jika itu maumu, aku sangat berterima kasih sekali. Kalau begitu, kita bertemu lima menit lagi di luar apertemen. Aku masih harus menunggu Mira bersiap-siap sebentar"
__ADS_1
"Aku juga harus bersiap, sampai jumpa di depan nanti" pamit Zidan, sebelum akhirnya memutuskan sambungan telepon.
Bersambung....