
Kana menghentikan mobil yang dikendarainya di tepi jalan, ketika melihat sosok pria yang sangat ia kenali sedang bermesraan dengan seorang wanita.
Itu adalah sosok William bersama Asyifa yang sedang menikmati udara sore di sebuah taman, tak jauh dari apertemen Asyifa.
"Ya ampun, kenapa selera adik iparku sangat tidak masuk akal sekali?"
Kana mengeluarkan ponselnya untuk mengambil beberapa foto pasangan kekasih itu, dan kemudian menghubungi suaminya.
"Halo sayang, ada apa?" sapa Haykal.
"Halo juga sayang, aku cuman ingin menayakan sesuatu tentang William. Apa kamu tau, kalau sekarang adikmu sudah mempunyai pacar?"
"Kalau soal itu, aku sudah tahu dari momy yang menceritakannya padaku. Memangnya ada apa, sayang? Apa kamu bertemu William dan juga pacarnya di suatu tempat?"
"Yah, aku tak segaja melihat William bersama pacarnya sedang berkencan di sebuah taman, ketika dalam perjalanan pulang"
"Oh iya? Lalu, coba katakan seperti apa calon adik iparku itu?"
"Calon adik ipar? Kamu pasti bercanda sayang, tampilannya saja seperti manusia yang ketinggalan zaman! Apa lagi soal wajahnya, bagaimana bisa William menjadikan gadis itu sebagai pacarnya?"
"Apa maksudmu, gadis itu penampilannya tidak setara dengan keluarga kita dan bukan tipe menantu momy?"
"Aku rasa gadis di masa lalu adikmu masih jauh lebih bagus dibandingkan dengan gadis yang sekarang! Tidak masalah jika ia berasal dari keluarga kaya seperti keluarga kita, tapi dari penampilannya ku rasa itu tidak mungkin!"
"Apa separah itu?"
"Ya ampun sayang, apa kamu tidak percaya padaku? Baiklah, akan ku kirimkan foto yang sempat ku ambil ke ponselmu sekarang dan coba lihat sendiri!"
Kana segera memilih dua foto yang menunjukan dengan jelas seperti apa sosok Asyifa dan mengirimkannya pada Haykal.
"Sebenarnya apa yang di pikirkan William, apa matanya sudah tidak bisa dipakai melihat lagi? Awas saja kalau saat aku mencari tahu latar belakang keluarga gadis itu dan bukan berasal dari keluarga kaya, maka habislah dia!"
"Aku hanya ingin bilang, selera adikmu itu benar-benar unik! Setelah lama berpisah dari kekasihnya yang miskin tapi cantik itu, kini ia berpacaran dengan gadis miskin dan tidak cantik sama sekali!"
"Pulanglah ke rumah momy Kana, aku juga akan segera ke sana"
"Untuk apa? Aku sangat cape sekarang, aku hanya ingin segera sampai dirumah dan beristirahat diatas kasur!"
"Kita harus memberikan info yang kita ketahui kepada momy, Kana! Lalu menyusun rencana untuk menyingkirkan gadis itu dari hidup William, sama seperti kita menyingkirkan gadis sebelumnya!"
"Sepertinya akan menjadi skenario yang sangat menarik. Baiklah sayangku, sampai berjumpa di rumah momy!"
__ADS_1
Kana memandangi sekali lagi wajah Asyifa yang sedang tersenyum bahagia dengan pipi memerah disamping William, dengan tatapan jijik.
"Yah, silakan nikmati waktumu bersama pria yang kamu cintai itu, karna sebentar lagi drama penyiksaan akan menghampirimu! Kasian, gadis yang sangat malang"
****
Asyifa berjalan tanpa arah di dalam kamarnya dengan raut wajah cemas.
Kemudian ia menuju ruang tamu di mana kedua sahabatnya berada, dan secara sembarangan menjatuhkan tubuhnya diatas sofa.
"Astaga, kamu membuatku kaget Asyifa!"
"Maaf Mira, tapi aku rasa perlu bertanya tentang hal ini kepada kalian berdua!"
"Bertanya tentang apa, Fa?"
"Begini Ngel, aku ingin bertanya kepada kalian berdua yang sudah sering pacaran. Apa kalian pernah betemu dengan keluarga pacar kalian sebelumnya?"
"Keluarga pacar yah? Aku beberapa kali pernah bertemu, kalau kamu Ra?"
"Aku juga pernah, memangnya ada apa sih? Apa keluarga William mengajakmu bertemu, atau William melamarmu untuk segera menikah denganya?" ucap Mira bercanda.
Namun saat candaan itu tidak direspon sama sekali oleh Asyifa dan wajah gadis itu malah memerah karna malu, saat itu juga Mira dan Angel menjadi histeris.
"Iya, tapi ada beberapa hal yang belum pasti juga jadi jangan terlalu senang dulu!"
"Ya ampun, kami turut berbahagia untukmu yah Asyifa! Selamat sayang"
Mira dan Angel memeluk Asyifa dengan sayang, membuat Asyifa tidak bisa bertahan untuk tidak tertawa melihat tingkah keduanya.
Namun ketiganya tidak tahu bahwa pembicaraan mereka terdengar jelas di telinga tetangga sebelah, yaitu Zidan yang memiliki telinga sensitif terhadap suara-suara.
"Ok sekarang lepaskan pelukan kalian, karna ada hal yang lebih penting!"
"Apa itu, Fa? Jangan bilang kamu ingin meminta bantuan kami yang sudah berpengalaman ini, untuk mengajarimu supaya terlihat sempurna dimata keluarganya William!Iya kan?"
"Benar banget Mira! Aku mohon bantuan kalian berdua yah, please"
"Iya kita pasti bantu! Kalau begitu besok, kamu harus pulang bareng sama kita, mengerti?"
"Kenapa begitu Ngel? Terus William gimana dong? Kalian kan tahu, waktu buat kami ketemu berdua kan hanya pas jam pulang kerja aja! Kalau aku ikut kalian, terus kapan kami punya waktu ketemuan?"
__ADS_1
"Aduh Asyifa, kalau kamu ikut sama William terus, kapan kita bisa perawatan tubuhmu buat ketemu sama keluarga William?"
"Perawatan? Memangnya harus sampai perawatan segala yah, Ra?
"Ya harus dong! Dengar yah, menurut info yang aku dapat, kakak ipar William itu seorang model terkenal dan ibunya adalah wanita anggun yang sangat cantik! Bagaimana bisa kamu bertemu mereka dengan kondisi wajah dan seluruh tubuhmu seperti ini?!"
"Ah begitu yah?"
"Iya Asyifa, yang Mira katakan itu benar! Bahkan perawatan saja tidak cukup, kamu harus membeli beberapa pakaian, gaun dan berbagai hal lainnya"
"Aku rasa tidak perlu sampai membeli pakaiannya deh, lagi pula pakaianku sudah banyak di lemari"
Mira dan Angel saling berpandangan dan kemudian menarik Asyifa ke dalam kamarnya sendiri.
"Duduklah disini!"
Setelah Mira menyuruh Asyifa duduk diatas kasur, ia dan Angel mulai mengeluarkan satu persatu pakaian dari dalam lemari.
Menganjukannya ke depan wajah Asyifa, kemudian membuang pakaian itu ke lantai begitu saja. Membuat Asyifa melotot melihat hal itu.
"Apa yang sebenarnya sedang kalian berdua lakukan? Hentikan, itu semua pakaianku yang bergarga!" teriak Asyifa sambil memungut kembali pakaiannya.
"Apa kamu ingin menggunakan semua pakaian itu untuk bertemu keluarga William?" Angel bertanya dengan serius
"Memangnya kenapa? Pakaianku juga banyak yang bagus serta layak untuk dipakai!"
"Jangan pernah lakukan itu, Asyifa! Meskipun pakaian ini masih bagus, tetapi semuanya sudah ketinggalan zaman!"
"Masa sih Ngel?"
"Aku berkata serius Asyifa! Jadi lebih baik besok kamu ikut kami berdua perawatan dan berbelanja, oke?"
"Tapi Mira, Angel, aku harus berhemat untuk menabung. Aku tidak bisa menggunakan uang secara sembarangan!"
"Tenang saja, biar aku yang bayarkan semuany besok. Jadi, kamu hanya perlu mengikuti aku dan Mira, tidak usah memikirkan semua biayanya! Bagaimana?"
"Tidak, jangan! Aku akan memakai uangku sendiri saja, Ngel"
"Tidak apa-apa Asyifa. Anggap saja sebagai ucapan terima kasih, karna sudah mengizinkan aku dan juga Mira untuk tinggal bersamamu di apertemen ini secara gratis, oke?
"Aku setuju dengan Angel! Aku juga akan membantumu dengan sungguh-sungguh menggunakan tenagaku sebagai ucapan terima kasih, jadi jangan ditolak!"
__ADS_1
"Kalau begitu, mohon bantuannya yah, senior Mira dan juga senior Angel!"
Bersambung...