The Ugly Wife

The Ugly Wife
Resmi Jadian


__ADS_3

William menuntun tubuh Asyifa perlahan, yang kedua matanya telah ditutupi oleh sehelai sapu tanggan.


Mereka saat ini sedang berada di sebuah villa milik keluarga William yang letaknya lumanyan jauh dari perkotaan.


"William, apa masih lama sampainya?"


"Sedikit lagi sampai, bersabarlah"


William membawa Asyifa menuju bangunan yang terletak di bagian belakang villa, disana juga terdapat sebuah danau kecil yang ditumbuhi berbagai macam bunga yang indah disekitarnya.


"Kita sudah sampai, silakan buka matamu" ucap William sambil melepaskan tutupan mata Asyifa.


"SURPRISE!" teriak Mira dan juga Angel yang ternyata ikut berada duluan disana dengan sebuket bunga besar di tangan mereka masing-masing.


"Ya ampun!" ucap Asyifa terlihat sangat terkejut dengan pemandangan di depannya.


Di hadapannya ada sebuah meja dengan 4 buah kursi yang berwarna putih, serta di lantai bangunan terdapat puluhan balon yang berwarna putih juga.


Yang lebih membuatnya terkejut adalah tulisan yang berada di tengah-tengah lautan balon, yang terukir indah menggunakan kelopak bunga mawar merah.


"WILL YOU BE MY LOVER?" begitu tulisnya.


Angel maju dan memberikan sebuket bunga kepada William, dan setelah menerima bunga itu, William pun berlutut dihadapan Asyifa.


"Asyifa, will you be my lover?" tanya William menggulang tulisan di hadapan mereka.


Tak terasa setetes air mata turun membasahi pipi Asyifa. Ia tak pernah menyangka dirinya bisa berada dalam posisi yang diimpikan oleh semua gadis di dunia.


Ditembak dengan sangat romantis oleh pria yang di cintainya, bahkan bermimpi pun Asyifa tak berani namun kini semuanya terjadi dalam hidupnya dan itu berkat William.


"Kenapa aku, Will? Aku bukan gadis yang cantik, bahkan penampilanku juga tidak menarik sedikit pun!"


"Siapa bilang kamu tidak cantik? Bagi ku kamu itu cantik dan juga imut. Penampilanmu memang tidak seperti gadis lainnya, tapi bagiku itulah daya tarik dirimu yang membuatku jatuh cinta. Aku jatuh cinta padamu Asyifa, maka harus kamu yang menjadi kekasihku!"


"Tapi kamu tau kan, aku bukan berasal dari keluarga kaya seperti dirimu, aku hanya lah gadis miskin yang beruntung bisa bekerja di sebuah perusahaan besar!"


"Aku tau Asyifa, aku sudah cukup mengetahui bagaimana dirimu dan keadaan keluargamu. Aku sama sekali tidak mempermasalahkannya, aku tetap mencintaimu!"


"Baguslah jika kamu tidak keberatan sama sekali dengan semua itu"


"Jadi, apa jawabanmu, Asyifa?"


"Iya, aku mau!" ucap Asyifa sambil mengambil buket bunga dari tangan William.

__ADS_1


Mendengar jawaban Asyifa, William langsung bangkit berdiri dan memeluk gadis itu erat seolah tak ingin mereka terpisahkan.


Plok.. Plok... Plok...


Angel dan Mira bertepuk tangan ikut bahagia melihat pasangan yang baru saja jadian itu.


"Selamat William, kerja keras kita menyiapkan semua ini akhirnya berhasil sesuai dengan harapanmu"


"Terima kasih Angel, aku sangat berterima kasih kepada kalian berdua yang sudah mau membantuku menyiapkan semua ini"


"Sama-sama, Will"


Mira melangkah maju memeluk Asyifa dan ikut memberikan buket bunga yang ada ditangannya kepada gadis itu.


"Selamat Asyifa, semoga hubungan kalian berdua berjalan lancar hingga nanti sampai pada tahapan yang lebih serius lagi"


"Terima kasih banyak, Mira"


"Sama-sama, Asyifa"


"Nah, sekarang waktunya kita merayakan hari jadian kalian berdua, dengan makan-makan! Pelayan!" seru Angel bersemangat.


Tak lama kemudian dari dalam ruangan keluar 2 orang pelayan, sambil mendorong masing-masing sebuah troli dengan berbagai macam menu makanan diatasnya.


"Wow, kalian sampai menyiapkan makanan juga. Bukankah ini terlalu berlebihan? Pasti menghabiskan banyak uang" ucap Asyifa merasa tak enak hati kepada William.


"Betul kata William! Anggap saja ini sebagai pajak jadian kalian berdua untuk aku dan juga Angel, bagaimana?"


"Setuju! Ayo berpesta!" ucap Angel sambil membuka sebotol anggur.


*****


"Nanana... Nanana... Nanananana..."


"Ada apa ini, kenapa kamu bersenandung malam-malam? Apa kamu kerasukan?" tanya Haykal heran.


Ia baru saja keluar dari dalam rumah dan menemukan adiknya sedang menari-nari gembira sambil bersenandung di halaman.


"Bukan kerasukan kak, tapi aku seperti ini karna sedang merasa sangat bahagia!"


"Siapa itu yang baru datang, Haykal? Apa itu adikmu?" tanya Ratih dari dalam rumah.


"Iya benar mom. Ini adalah anak bungsumu dan sepertinya dia sedang kerasukan!"

__ADS_1


William yang mendengar perkataan kakaknya hanya bisa menatap pria itu dengan tatapan kesal. Ia baru saja tiba di rumahnya setelah mengantar Asyifa pulang ke apartemen gadis itu, dan malah bertemu kakaknya saat dirinya sedang menarikan tarian gembira.


Tiba-tiba Ratih ikut keluar untuk bergabung bersama kedua anaknya.


"William, bagaimana nak? Apa rencanamu berhasil? Dia menerimanya bukan? Ayo cepat, ceritakan pada momy!"


"Berhasil mom! Ah, aku sangat senang sekali, terima kasih untuk pinjaman villanya mom!" ucap William sambil memeluk tubuh ibunya dengan sayang.


"Ada apa sih? Apa aku ketinggalan sesuatu yang menyenangkan?"


"Jangan beritahu dia mom, tadi kakak mengatai ku sedang kerasukan!"


"Baiklah, momy janji tidak akan memberitahu kakakmu! Tapi kamu harus berjanji pada momy untuk membawanya ke sini, oke?"


"Sabar yah mom, aku tidak bisa membawanya ke sini dalam waktu dekat karena kami baru jadian. Tapi aku pasti akan membawanya ke sini untuk berkenalan dengan momy dan yang lainnya"


"Baiklah, tapi jangan terlalu lama!"


"Ada apa sih mom? Siapa yang jadian? Kamu punya pacar, Will?" tanya Haykal masih sangat penasaran dengan percakapan Ratih dan juga William.


"Siap. Tapi ngomomg-ngomong, aku merasa sangat cape mom, aku ingin istirahat" rengek William, tak memperdulikan kehadiran dan pertanyaan Haykal.


"Tentu saja cape, kamu menyetir berjam-jam saat pergi dan pulang dari villa kita yang letaknya lumayan jauh! Pergilah mandi sekarang, dan momy akan membuatkanmu segelas jus untuk menyegarkan badan"


"Terima kasih mom, momy memang yang terbaik!" ucap William sambil mengecup pelan pipi kanan Ratih.


Setelah William masuk, Haykal segera mendekati Ratih "Apa yang terjadi mom? Ceritakan juga padaku!"


"Kamu tidak perlu tau, siapa suruh mengatai adikmu seperti itu!"


"Ya ampun momy, ayolah ceritakan juga padaku!"


"Baiklah, baiklah! Momy tidak akan menceritakan detailnya, tapi yang jelas adikmu baru saja menyatakan cinta pada gadis yang disukainya dan dia diterima"


"APA? Maksud momy, William punya pacar sekarang? Tapi bukannya dia belum bisa move on dari wanita itu?"


"Jangan pernah membahas wanita itu lagi Haykal! Wanita itu sudah lama hilang dari hidup adikmu dan sekarang dia sudah memiliki gadis lain yang sangat dicintainya!"


"Aku hanya khawatir terhadap William mom. Wanita itu memang hilang dari hidup adikku karena dia sedang berada di negara lain, tapi bagaimana jika suatu saat nanti mereka bertemu kembali ketika wanita itu telah kembali ke negara ini?"


"Tidak boleh, mereka tidak boleh bertemu lagi dan tidak akan pernah! Camkan perkataanku baik-baik Haykal, karna aku tidak akan membiarkan semua itu terjadi!"


"Baik mom, aku akan terus mengawasi keberadaan wanita itu!"

__ADS_1


"Bagus, momy percaya padamu" ucap Ratih menepuk pundak anak pertamanya itu dengan bangga, dan berjalan masuk kembali ke dalam rumah diikuti Haykal.


Bersambung...


__ADS_2