The Ugly Wife

The Ugly Wife
Perubahan Zidan


__ADS_3

Zidan meletakkan sebuah tas belanjaan besar diatas meja kerja Asyifa, membuat gadis itu memandangi wajah bosnya dengan kening berkerut.


"Apa ini pak Zidan?"


"Kamu punya mata kan? Eh, maksud saya kamu bisa melihatnya sendiri"


Asyifa mengerucutkan bibirnya saat mendengar ucapan sinis sang bos, kemudian memeriksa isi dari tas tersebut.


Di dalamnya berisi tiga buah kotak makanan besar, tiga botol air mineral serta beberapa makanan ringan.


Melihat semua itu, kerutan di dahi Asyifa semakin bertambah. Dengan tatapan heran, ia melihat wajah bosnya yang seperti biasa tetap sedatar tembok.


"Ini semua harus saya antarkan ke mana yah pak?" tanya Asyifa yang menggira kalau ia akan disuruh mengantarkan makanan tersebut kepada seseorang.


"Itu semua saya belikan untuk kamu dan juga kedua sahabatmu"


"Eh? Maksud pak Zidan, semua ini buat saya, Mira dan juga Angel, begitu?"


"Iya!"


"Tumben pak, biasanya juga kita di suruh makan siangnya ke kantin"


"Udah makan aja kalau saya kasih, bisa kan?"


"Iya bisa pak. Terima kasih yah pak Zidan yang baik hati" Asyifa mengucap terima kasih sambil tersenyum manis.


Melihat senyuman Asyifa, wajah Zidan malah memerah dan menjadi salah tingkah.


"Iya sama-sama, tapi terima kasihnya tidak usah pakai senyum-senyum segala. Oh iya satu lagi, lain kali jangan maju-majuin bibirmu kayak tadi di depan orang lain kecuali sama saya! Kamu mengerti?"


"Loh, memangnya kenapa pak?"


"Kamu itu banyak banget yah pertanyaannya kalau di kasih tau, bisa tidak di iyakan saja biar cepat selesai?"


"Iya, iya pak Zidan, saya mengerti!"


"Bagus! Jangan lupa ajak kedua sahabat kamu ke sini, buat makan siang"


"Siap pak, sekali lagi terima kasih pak"


"Iya, saya balik ke ruangan saya dulu. Makan siangnya jangan lama yah, soalny habis ini kita ada rapat penting di luar. Tapi jangan terlalu cepat juga, nanti kamu tersedak!"


"Jadi, saya harus lama atau cepat nih pak?"


"Jangan terlalu lama dan jangan terlalu cepat juga, pokoknya begitulah!"


"Baik pak"

__ADS_1


Setelah peninggalan Zidan, Asyifa mengirimkan pesan singkat kepada Mira dan juga Angel untuk segera datang ke ruangannya, karna pak Zidan membelikan mereka bertiga makan siang.


Tak butuh waktu lama, kedua gadis itu telah muncul di depan pintu ruang kerja Asyifa sambil tersenyum lebar.


"Hai ibu Asyifa, kami datang untuk menyantap makan siang istimewa dari bos Zidan"


Asyifa memutar bola matanya malas melihat tingkah alay Mira "Jangan banyak tingkah, ayo cepat makan! Habis ini, aku ada egenda rapat penting di luar sama pak Zidan dan klien dari perusahaan lain"


Asyifa meletakkan ketiga kotak makanan beserta air di hadapan Angel dan juga Mira yang sudah mengambil tempat duduk di kursi yang ia sediakan.


"Tumben pak Zidan belikan kita makan siang, dalam rangka apa nih?"


"Jangan tanya aku Ngel, aku sendiri bingung sama bos kita itu! Dari pagi, sikapnya beda banget dari biasanya!"


"Memangnya ada hal lain lagi yang di lakukan pak Zidan, selain belikan makan siang buat kita bertiga, Fa?"


"Banyak, Ra! Nih yah, pagi tadi pak Zidan ingatkan aku buat jangan lupa bawa berkas yang dibutuhkan untuk rapat hari ini"


"Ingatkan bawa berkas itu, termaksud kategori aneh yah? Menurut aku kalau masih sebatas ingatkan bawa berkas aja sih, masih wajar lah! Iya kan, Ngel?"


Angel menganggukan kepala tanda setuju, namun saat Asyifa menunjukkan chat Zidan pagi itu di ponselnya, kedua gadis itu saling berpandangan.


Isinya: Selamat pagi Asyifa, kamu sudah bangun? Saya cuman mau ingatkan, jangan lupa bawa berkas untuk rapat kita siang nanti. Jangan lupa untuk sarapan juga, dan hati-hati ke kantornya, kalau ada apa-apa hubungi saya.


"Serius itu pak Zidan yang chat, Fa?"


"Kok bisa halus banget bahasanya, padahal chat-chat sebelumnya pakai nada marah, cuek dan judes semua. Aneh banget!"


"Iya kan, aneh banget? Bukan cuman itu aja Ra, pak Zidan bahkan menungguku di depan pintu masuk perusahaan hanya untuk memastikan aku baik-baik saja! Dan sekarang, dia membelikan kita bertiga makan siang. Kira-kira, ada apa yah?"


"Tidak aneh sih menurutku, apalagi kan pak Zidan suka...."


Ucapan Angel tiba-tiba terhenti, dan dengan cepat ia menutup mulutnya menggunakan kedua telapak tangannya.


"Kok berhenti? Memangnya pak Zidan suka apa Ngel? Jangan buat penasaran dong!"


"Bukan apa-apa kok, Ra. Ayo kita makan aja yuk, mumpung di kasih gratis sama bos, mending nikmati aja kan? Buat apa pusing-pusing mikirin alasannya"


"Tapi kayaknya kamu tahu deh alasannya, ayo kasih tau kita juga!"


"Aduh Asyifa, jam makan siang hampir habis loh! Mending makan aja yah, nanti lagi kita bahasnya, kamu kan harus rapat diluar habis ini, nanti telat!"


Angel buru-buru menyuapkan makan siangnya ke mulut, berusaha menghindari tatapan menyelidik dari Asyifa dan juga Mira.


*****


"William, tunggu nak!"

__ADS_1


William yang baru saja akan masuk ke dalam mobilnya terhenti karna mendengar suara Ratih memanggil namanya.


"Ada apa mom? William harus segera pergi ke kantor sekarang, William pulang hanya untuk mengambil berkas penting yang tertinggal di rumah"


"Ya ampun, momy cuman ingin bicara dengan kamu sebentar saja! Apa tidak boleh?"


Ratih sengaja memasang wajah kesal pada anak bungsunya itu.


"Jangan marah dong mom. Baiklah, katakan ada apa?"


"Kapan kamu akan membawa pacarmu untuk dikenalkan kepada momy dan keluarga kita yang lainnya?"


"Astaga momy, William pikir ada apa! Apa momy segitu tidak sabarnya ingin bertemu dengan Asyifa?"


"Asyifa? Apa itu nama pacarmu? Bagus sekali namanya, momy suka"


"Bukan cuman namanya saja yang bagus, tapi tingkah laku dan semua yang ada pada diri Asyifa sangat bagus dan cantik mom!"


Ratih memasang senyuman terbaiknya, seolah ikut merasa bahagia "Momy jadi tidak sabar bertemu dengannya. Apa bisa mengajaknya ke rumah kita hari minggu ini?"


"Hari minggu ini mom?"


"Iya! Momy akan memasakan banyak makanan enak untuk menyambut kedatangannya, oke?"


"Begini saja, William akan bertanya terlebih dahulu pada Asyifa. Apakah dia bisa datang atau tidak, nanti William akan menghubungi momy"


"Baiklah, momy tunggu kabar baik darimu!"


William mencium kedua pipi momynya "Siap mom, William berangkat dulu yah. Bye"


"Bye sayang"


Setelah mobil William hilang dari pandangannya, Ratih mengelurkan ponsel dari saku bajunya dan menghubungi Kana.


"Halo sayang, momy hanya ingin mengabarkanmu untuk jangan lupa datang ke rumah hari minggu ini. Akan ada tamu penting yang dibawa adik iparmu, kamu bisa kan?"


"Tentu saja bisa mom, bukan kah kita harus menyambutnya dengan sangat istimewa?" jawab Kana diseberang sana sambil tersenyum jahat.


Haykal yang baru saja keluar dari dalam rumah, menghampiri ibunya "Sepertinya, ayah juga akan hadir di acara spesial kita mom"


"Oh ya? Sungguh suatu kabar yang sangat menggembirakan! Jangan beritahu ayahmu tentang hal ini, karna kita juga perlu respon spontan dari ayahmu, untuk menyadarkan tamu penting kita itu!"


"Kasihan sekali dia jika harus berhadapan dengan ayah, yang selalu mengatakan segala sesuatu secara blak-blakan seperti itu mom" ucap Kana tanpa ekspresi kasihan sedikit pun.


"Tidak perlu kasihan sayang. Semua itu kita lakukan untuk kebaikannya sendiri, supaya dia sadar akan posisinya! Bukan begitu Haykal?"


"Benar sekali mom, aku jadi tidak sabar untuk menanti datangnya hari minggu!"

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2