The Ugly Wife

The Ugly Wife
Kecurigaan Asyifa


__ADS_3

Zidan duduk berhadapan dengan William yang baru saja selesai berbicara dengan dokter Renata. Kedua pria itu pun, kini sedang berada di kantin rumah sakit yang nampak sepi.


Zidan rasa perlu berbicara berdua dengan William tanpa adanya Angel, yang terlihat masih dipenuhi dengan emosi. Bukannya tak merasa marah, tapi Zidan mencoba untuk bijaksana dengan menahan amarahnya.


Ia perlu tahu cerita dari sudut William, untuk bisa memutuskan apa yang harus dilakukan selanjutnya. Apakah dia harus memberi tahu Asyifa akan perselingkuhan William dengan gadis lain, atau memaksanya bertobat dan berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama.


"Siapa wanita itu?" tanya Zidan langsung masuk ke pokok permasalahan, tanpa adanya basa-basi sedikitpun.


"Bukannya kamu juga sudah tahu siapa wanita itu, Zidan?"


"Aku tahu dia adalah selingkuhanmu, tapi yang aku ingin tahu sekarang adalah mengenai identitas dirinya"


"Dia adalah Aliya, mantan pacar yang paling aku cintai" jawab William jujur.


"Apa dia adalah wanita yang sudah lama menghilang dari hidupmu, karna tidak disukai oleh keluargamu?"


"Da_da_dari mana kamu bisa tahu, cerita tentang apa yang terjadi diantara hubunganku dengan Aliya?" tanya William heran.


"Dari Raka. Dia adalah sahabatku, sekaligus sahabat dari wanita selingkuhanmu itu. Kamu bisa menanyakan pada wanita itu, apa dia mengenal yang namanya Raka dan juga Kinara"


"Ki_Kinara? Maksudmu, Kinara yang adalah ibu tirimu itu? Dia sahabatnya Aliya? Astaga, bagaimana bisa Aliya berteman dengan wanita seperti itu?" tanya William terkejut.


Zidan yang mendengar semua kekagetan William, hanya bisa mendengus sambil melemparkan senyuman mengejek ke arah pria di depannya.


"Kenapa kamu berekspresi seperti itu?" tanya William, merasa sedikit tersinggung.


"Aku tidak tahu, apakah kamu ini adalah pria yang bodoh karna dibutakan oleh cinta, atau memang bodoh sejak dilahirkan oleh ibumu"


"Apa maksudmu?!" tanya William tampak marah. Ia jelas tidak terima dikatai oleh Zidan seperti itu.


"Barusan kamu bertanya, kenapa wanitamu itu bisa bersahabat dengan Kinara? Apa kamu sendiri tidak bisa melihat kemiripan diantara keduanya?"


"Aliya tidak mirip dengan Kinara! Meraka jelas sama sekali berbeda! Aliya adalah wanita dengan hati yang baik dan penuh kehangatan, bukan seperti Kinara yang rakus akan harta yang dimiliki oleh dirimu atau ayahmu!"


"Mereka mirip, William. Mereka sama-sama menggoda dan merebut suami orang lain untuk dijadikan miliknya sendiri. Jangan bilang kamu tidak menyadari hal ini?"


William yang mendengar penjelasan Zidan, merasa tertampar dan menjadi sangat malu serta marah. Ia merasa tidak terima Aliya dikatai sebagai seorang pelakor diantara dirinya dan juga Asyifa.


Bagaimana pun juga, Aliya lah yang duluan hadir dalam hidup William. Maka bagi pria itu, Aliya bukannya sedang menjadi pelakor atau merebut dirinya dari Asyifa, tapi wanita itu hanya datang mengambil apa yang sudah menjadi miliknya sejak dulu.


"Akan aku anggap jawabanmu adalah kamu menyadari akan hal itu. Sekarang yang ingin aku ketahui, sejak kapan kalian berdua mulai berselingkuh di belakang Asyifa?"


"Sejak usia kandungan Asyifa menginjak usia 5 bulan. Tapi Aliya tidak bisa disalahkan akan hal ini, karna dia bahkan tidak tahu jika aku sudah menikah dan memilik seorang istri yang sedang hamil anak kami"


"Kalau begitu, kamu bisa mengatakan semua pada Aliya untuk mengakhiri hubungan kalian berdua!" putus Zidan tanpa ingin mendengar penjelasan William lebih lanjut.


"Tidak bisa"


"Tidak bisa? Apa kamu akan lebih memilih wanita itu dibandingkan Asyifa yang sedang mengandung anak kalian?"


"Aku tidak pernah berkata seperti itu!"


"Kalau begitu, tentukan siapa yang akan kamu pilih. Asyifa, atau perempuan itu!" pinta Angel yang tiba-tiba muncul ditengah percakapan kedua pria itu.


William yang melihat kedatang Angel, hanya bisa menggeleng lemah. Ia seolah memohon pada Angel untuk tidak memberikan pilihan apa pun pada dirinya. Namun Angel yang merasa sakit hati karna sahabatnya telah diperlakukan seperti itu, tetap bersikeras agar William mau menentukan pilihannya.


"Aku tidak bisa, Angel. Aku tidak bisa memilih diantara Asyifa dan juga Aliya, aku mohon kalian berdua mengerti akan posisiku. Asyifa adalah istri yang aku nikahi karna rasa cinta, dan sekarang sedang mengandung anak kami. Sedangkan Aliya, adalah wanita yang sangat aku cintai dan rindukan setiap harinya dalam hidupku. Ini adalah pilihan yang sangat sulit untukku!" jelas William panjang lebar, berharap Angel dan juga Zidan mau mengerti akan posisi dirinya yang serba sulit.


"Lalu, siapa yang akan mengerti akan posisi Asyifa? Siapa yang akan mengerti rasa sakit hati yang nanti dirasakan oleh sahabatku, jika mengetahui semua kenyataan pahit tentang suaminya?" teriak Angel marah.


"Angel" panggil Zidan yang mencoba untuk menenangkan gadis itu. Karna bagaimana pun, sekarang mereka sedang berada di rumah sakit, dan tidak seharusnya mereka membuat keributan disana.


"Asyifa sedang berusaha menjaga calon buah hati kalian sambil terus mencoba dekat dengan keluargamu dan juga mengerjakan semua tugasnya sebagai seorang istri dan seorang sekretaris. Apa kamu tidak merasa kasian pada wanita malang yang bahkan tidak bisa memanggil ibu sesuka hatinya pada wanita yang melahirkan dirinya? Apa kamu harus menambahkan penderitaan dalam hidup Asyifa, dengan berselingkuh dibelakang dirinya? Apa kamu bahkan masih manusia, setelah Asyifa memaafkan kesalahmu di masa lalu, ini kah balasanmu padanya?"

__ADS_1


"Angel cukup" pinta Zidan tegas saat melihat Angel semakin tak terkendali.


"Tunggu sampai Mira mengetahui hal ini juga, kami berdua akan benar-benar membunuhmu dan wanita itu dengan kedua tangan kami!"


Dengan berlinang air mata, Angel maku dan mencengkram kerah baju William dan tanpa takut merobeknya. Kejadian itu pun menjadi tontonan banyak orang yang sedang lewat dan berkumpul menjadi satu.


Haykal yang juga datang untuk mengunjungi Asyifa setelah mendapat kabar dari William, dan baru saja keluar dari ruangan sang adik iparnya itu, pun ikut menjadi penasaran.


Dengan susah payah, dia mencoba untuk melihat lebih jelas apa yang terjadi dari balik kerumunan. Setelah semuanya jelas, ia menjadi sangat terkejut saat melihat adiknya sedang diperlakukan dengan tidak pantas oleh seorang wanita.


"Hei, apa yang kamu lakukan pada adikku? Cepat lepaskan tanganmu sekarang juga dari tubuh adikku!" teriak Haykal marah.


"Apa kakakmu juga tahu tentang dosa yang telah kamu perbuat?" tanya Angel sinis.


"Kakak, cepat pergi dari sini, biar William yang akan mengatasi masalah ini"


"Tidak, kakak akan membantumu. Ini sudah termaksud dalam kekerasan di tempat umum, kita bisa menuntut wanita ini!"


"Ti_tidak kak. I_ini, ini bukan kekerasan, ini hanya salah paham kecil saja. Kakak tidak harus sampai ikut campur, sebaiknya kakak pergi temani Asyifa saja diruangannya" jelas William terlihat panik.


Melihat tingkah William, Zidan mulai mengerti kalau Haykal tidak mengetahui apa yang telah dilakukan oleh adiknya. Sedang William menjadi panik, karna tidak ingin semuanya diketahui oleh kakaknya.


"William berselingkuh dari Asyifa, itulah alasan mengapa wanita ini bertindak kasar pada adik anda" jelas Zidan, yang membuat Haykal menatapnya tak percaya.


"Se_selingkuh? William? Tidak, tidak mungkin William selingkuh dari Asyifa. Aku sangat tahu sebesar apa dia mencintai Asyifa, bagaimana mungkin dia mengkhianati wanita yang dicintainya?, dan lagi, Asyifa sedang hamil keturunan dari William. Itu semua pasti tidak benar, bukan begitu William?"


William yang mendapat pertanyaan dari Haykal, hanya bisa menundukkan kepalanya dalam diam. Ia tidak berani menatap wajah kakaknya itu, setelah pernah memohon pada Haykal untuk menerima Asyifa karna hanya Asyifa yang bisa membuatnya bahagia.


"Kenapa tidak menjawab, dan katakan kalau semua yang dikatakan oleh Zidan itu adalah benar? Dasar pengecut!" sindir Angel sambil mendorong tubuh William hingga jatuh terduduk.


Melihat kondisi adiknya yang mengenaskan, Haykal mencoba untuk tetap tenang. Bahkan, ia masih bisa membubarkan semua orang yang menonton kejadian itu, demi menjaga muka sang adik.


"Apa benar kamu berselingkuh dengan wanita lain, dibelakang Asyifa?" tanya Haykal, setelah semua orang telah bubar.


"Siapa? Siapa wanita itu?"


"A_aku_aku akan meninggalkannya. kakak tidak perlu tahu siapa wanita itu, aku berjanji akan mengakhiri hubungan diantara kami. Aku memilih untuk tetap bersama dengan Asyifa, dan calon anak kami"


William yang takut kalau Haykal akan berbuat sesuatu yang jahat kepada Aliya seperti di masa lalu, tak ingin kakaknya itu mengetahui keberadaan sang wanita.


Dengan terpaksa, ia harus menjatuhkan pilihan pada Asyifa dan berjanji untuk tidak berhubungan lagi dengan Aliya. Namun semua itu hanya akan dilakukannya untuk sementara waktu saja, dan setelah keadaan mulai membaik, ia akan melanjutkan kembali perselingkuhannya.


"Apa kamu berjanji?" tanya Haykal yang tidak ingin menghakimi adiknya terlalu jauh. Haykal rasa, William telah cukup mendapat amukan dari Zidan dan juga Angel, tanpa perlu ditambah juva oleh dirinya.


"Aku janji kak"


"Kalian berdua juga sudah mendenger sendiri ucapan William bukan, apa kalian bisa menyembunyikan semua hal ini dari Asyifa?" tanya Haykal pada Angel dan juga Zidan.


"Menyembunyikan semuanya? Enak sekali ucapan kakak, aku tidak mau!"


"Aku akan melakukannya"


"Zidan! Apa yang kamu bicarakan, apa kamu tega melihat Asyifa hidup dengan pria ini tanpa tahu seperti apa wujud aslinya?"


"Aku melakukannya demi sebuah kehidupan yang ada dalam rahim Asyifa saaat ini. Apa tidak bisa kamu juga melakukannya demi dia, Ngel?"


Angel yang mendengar alasan Zidan, seketika menjadi tersentuh hatinya. Ingin rasanya ia memutar waktu dan menahan Asyifa untuk menerima kembali William. Bagaimana bisa takdir begitu jahat, tidak bisa menyatukan pria seperti Zidan bersama dengan Asyifa.


"Baiklah" jawab Angel pasrah.


*****


Asyifa yang sudah tiga hari diijinkan untuk beristirahat di rumah, menatap dinding kamarnya dengan tatapan malas dan bosan. Kini kerjaannya hanya berbaring dan terus berbaring tanpa bisa melakukan apa-apa.

__ADS_1


Ingin rasanya ia kembali pulih dan bisa cepat beraktifitas seperti sedia kala. Asyifa merasa sangat merindukan Angel dan juga Mira, serta bau ruangan kerjanya di perusahaan.


"Sayang, sampai kapan aku harus berbaring terus seperti ini?" tanya Asyifa manja pada sosok William yang sedang sibuk dengan ponselnya.


"Sampai kamu sembuh total. Kata doktermu, kamu butuh banyak sekali waktu untuk beristiraha sayang" jawab William tanpa mengalihkan pandangannya sedetik pun dari ponsel.


"Tapi aku bosan, William! Kamu juga selalu sibuk sendiri, tanpa mau menemaniku melakukan hal lain yang bisa menghilangkan rasa bosanku"


"Baiklah. Apa yang mau kamu lakukan?" tanya William meletakkan ponselnya.


"Bagaimana kalau kamu dan aku, keluar dan berkencan seperti waktu kita masih pacaran? Aku juga sangat ingin menikmati ice cream yang sering kita beli dulu"


"Tidak bisa Asyifa, kamu itu masih sakit. Bagaimana kalau kita pesan antar saja, dan makan berdua di rumah?"


"Tapi aku juga pengen keluar rumah, sayang. Boleh yah? Tolong ijinkan" rengek Asyifa.


William baru saja akan memprotes keinginan Asyifa, ketika tiba-tiba ponselnya berbunyi. Saat dilihat, ternyata Aliya lah yang menelpon William. Dengan cepat, pria itu menjauh dari Asyifa untuk menerima telepon.


"Halo sayang?"


"Halo, kamu dimana? Kenapa beberala hari ini tidak datang ke rumah lagi? Kamu tidak ingin menghilang tiba-tiba untuk membalas dendam padaku bukan?"


"Tentu saja tidak, sayang. Bagaimana aku bisa melakukan hal itu? Aku hanya sedang sibuk dengan beberapa pekerjaan saja, jadi tidak bisa menyempatkan diri datang ke rumahmu. Maaf yah"


"Begitu. Apa hari ini kamu juga tidak akan datang?" tanya Aliya dengan nada yang dibuat semanja mungkin.


"Apa kamu merindukanku?"


"Tentu saja, aku merindukanmu! Apa kamu tidak merindukanku?"


"Aku juga merindukanmu, Aliya. Kamu tidak usah sedih, sekarang juga aku akan bersiap datang ke rumahmu. Oke?"


"Benarkah? Baiklah, akan aku tunggu. Bye sayang, hati-hati di jalan"


"Bye" balas William mengakhiri telepon.


Pria itu pun kembali berjalan masuk ke dalam kamar, untuk menemui Asyifa. Ia harus memikirkan alasan yang tepat untuk bisa keluar menemui Aliya. Lagipula, Asyifa juga sudah terlihat jauh lebih sehat, jadi tidak masalah untuk ditinggalkan sendiri.


"Siapa?" tanya Asyifa


"Itu sekretarisku. Dia menelpon karna ada beberapa pekerjaan yang harus dibahasnya dengaku"


"Kenapa harus menjawabnya diluar? Biasanya juga kamu jawab di depanku" tanya Asyifa heran.


"Tidak usah berpikir yang aneh-aneh, aku melakukannya karna takut kamu akan merasa terganggu saja sayang. Kamu kan butuh banyak istirahat"


"Aku akan percaya, jika kamu mengabulkan permintaanku tadi"


"Tidak bisa sayang, aku harus pergi menemui sekkretarisku untuk melihat dokumen yang dibahasnya barusan. Aku akan membelikan kamu ice cream yang kamu inginkan nanti, jadi janga sedih" ucap William sambil mencium kening Asyifa dan masuk ke dalam kamar mandi.


Asyifa yang kesal, hanya bisa terdiam saja mendengar ucapan sang suami. Bahkan saat dirinya sedang terbaring sakit, William masih bisa pergi keluar untuk membahas pekerjaan tanpa takut meninggalkan dirinya sendirian di rumah.


Pandangan Asyifa pun jatuh pada ponsel William, yang diletakkan diatas meja samping temlat tidur. Dengan penasaran, Asyifa pun meraih ponsel itu dan mulai memeriksa isinya.


Ada satu chat yang menarik Asyifa untuk membukanya, yaitu chat dengan nama Aliya. Entah mengapa firasat Asyifa berubah menjadi buruk, ketika membaca nama wanita itu di ponsel William


Perasaan Asyifa semakin menjadi curiga saat sebuah pesan dari Aliya masuk. Isi pesan itu, "cepatlah, aku menunggumu" membuat jantung Asyifa berdegup kencang.


Jemari Asyifa baru saja akan membuka pesan itu, ketika terdengar suara William yang akan segera keluar. Dengan cepat, Asyifa segera meletakkan kembali ponsel itu pada tempatnya.


"Siapa Aliya? Apa dia adalah rekan yang dibicarakan oleh William barusan? Tapi kenapa cara chatnya terlihat sangat santai sekali terhadap William yang adalah bosnya?"


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2