
“OI OI BOHONGKAN.”
Seorang pria yang terjatuh di tanah melihat kearah depan dimana teman-temannya sedang bertarung dengan seorang gadis.
“Mereka bilang ini adalah tugas yang gampang.”
Wajahnya membiru, seluruh tubuhnya bergetar.
Mereka diberitahu kalau tugasnya sangat mudah, Karena hanya membawa Sekelompok anak SMA dan seorang gadis dari universitas selatan, mereka sangat bersemangat saat diiming-imingi akan di jadikan anggota tetap, oleh karena itu beberapa orang langsung setuju.
Semuanya berpikir kalau ini akan menjadi kesempatan mereka mengubah hidup mereka, orang-orang di pulau Aurora selalu memandang rendah kepada mereka yang tidak memiliki kekuatan. Beberapa orang merasa terkucilkan lalu membuat kelompok-kelompok dan sering menyerang pengguna kekuatan saat mereka lengah untuk balas dendam.
“Apa gadis itu Esper, lalu apa kekuatannya sampai bisa mengalahkan kita seperti ini.”
Dia merasa frustasi melihat teman-temannya satu persatu dikalahkan oleh seorang gadis yang hanya menggunakan tinjunya.
“KENAPA PUKULAN KAMI TIDAK ADA YANG KENA.”
“SERANG POKOKNYA KEPUNG DIA.”
Gadis itu dengan mudah menghindari pukulan serta tendangan yang diarahkan kepadanya.
“Tapi sudah lebih dari setengahnya mereka kalahkan.”
Terlihat retina mata dari gadis itu mengeluarkan aura berwarna merah saat bertarung dengan mereka, membuatnya terlihat seperti iblis yang akan memangsa sekitarnya.
Pemandangan ini akan tertanam kepada beberapa orang yang masih sadar, seorang gadis terlihat sedang menari keasikan sembari tertawa memukuli pria-pria yang berusaha menyerangnya.
Swosh, Swoosh…..
Mereka terus berusaha memukul Maria, tapi dia dengan mudah menghindari semua serangan itu dan menyerang balik.
Pukulan yang dilancarkan oleh Maria sangat mematikan, dia menyerang dititik lemah manusia, Seperti ginjal, jantung, perut, dagu, belakang leher, yang membuat musuh pingsan akibat pukulannya.
“KUKUKUKUKU, AYOLAH MASA HANYA SEGINI SAJA KEKUATAN KALIAN.”
Gadis itu tersenyum, di bagian pipi sebelah kanannya ada beberapa noda darah yang menempal.
Gadis berlari lalu menyerang orang-orang yang masih berdiri.
“WAAAAAAAAAAAAAAAHHH.”
Salah satu pria melihat wanita yang tersenyum sembari tangannya dipenuhi dengan darah mendekatinya berlari menyelamatkan dirinya.
“Mau lari kemana bodoh ?”
Dia dengan cepat menyusulnya lalu memukul wajahnnya.
“Setelah menyerang, berkata yang tidak-tidak kepada seorang gadis, sekarang ingin melarikan diri ?”
Hanya tersisa tiga orang yang berdiri, mereka tidak percaya semuanya dapat dikalahkan oleh seorang gadis yang awalnya mereka remehkan.
“Apa yang sebenarnnya terjadi ?, semua serangan kita dihindari dengan mudah.”
“Ga…dis… Gadis itu tersenyum saat dia memukuli kita.”
Pria itu mengingat kembali saat Maria bertarung sembari tersenyum lebar dan tertawa.
“Aku tidak mau ikut campur lagi.”
Orang-orang itu berusaha melarikan diri tetapi maria berhasil menangkap mereka lalu menghajarnya.
Setelah tidak ada yang sadarkan diri kembali dia akhirnya menumpuk mereka lalu duduk di atasnya sembari memfoto kejadian ini, untuk memberitahukan kejadian ini kepada teman-temannya dari Gym Monarch.
------------------------------------
__ADS_1
“Ya jadi intinya seperti itu !”
”Ehhhh….”
Salah satu halis Alvan mengangkat dan tersenyumnya yang terkesan memaksa.
“Seriusan ?”
“Sudah ku bilang tadi untuk tenangkan.”
Haqi menepuk bahunya.
“Kalau kamu melihat masa depan, beritahu aku dong.”
“Eh, aku tidak tahu ko ?
“Hah ?”
”Kalau Maria benar-benar dalam kondisi yang sangat bahaya, barulah prekognisi milikku akan aktif.”
Ekspresi Alvan yang kebingungan saat ini membuat Haqi sangat ingin tertawa.
“Lagian aku pernah melihat dia membantai lebih dari 100 anggota gangster di kota barat daya hahaha.”
“Sudah-sudah, Alvan malah makin bingung itu.”
Chanan mendekat kearah tumpukan itu dan memperhatikan wajah mereka.
(Kalau tidak salah mereka itu geng Hamer yang terdiri dari orang-orang tanpa kekuatan Esperkan ?, kenapa melakukan hal seperti ini.)
Dia bingung karena biasanya, orang-orang ini hanya akan membuat keributan tidak sampai menculik seseorang, mereka cukup terkenal karena sering menggangu pengguna kekuatan yang keluar saat di malam hari.
“Hah, mereka bilang sesuatu tentang organisasi kan, apa mereka yang selalu mengawasi kita belakangan ini ?”
“Iya tapi mereka semua hanyalah sekumpulan berandalan yang berkelompok di sekitar sini, aku ingat wajah mereka semua.”
“Target, organisasi, apa sih yang dari tadi kalian bicarakan aku tidak mengerti ?”
Ketiga pria itu menatap Maria, yang dengan polosnya berbicara.
“Hahaha sungguh Ria ya.”
”Intinya, mereka terkait dengan orang-orang yang mengawasi kita beberapa hari ini, sepertinya target utama mereka kali ini adalah kamu !”
“hoooo… Kenapa aku ?”
Maria memiringkan kepalanya.
“Tentu saja, karena kamu yang mampu meneliti komposisi dari obat yang mereka buat kan ?”
Maria melipatkan kedua tangannya dan berpikir.
“Hoho jadi ceritanya seperti itu ya ?”
Saat dia sedang berbicara, terasa handphone miliknya bergetar lalu mengambilnya.
“Yoo Gina ada apa ?”
“ADA APANYA GIMANA !!!”
Terdengar teriakan yang sangat keras dari handphone itu, semua orang serentak memandanginya
“KALIAN DIMANA SIH, LISTRIK TIBA-TIBA MATI, ARIN BILANG JANGAN BERGERAK TETAP DIAM DI SINI, LALU SAAT LISTRIK SUDAH MENYALA DITEMUKAN ORANG-ORANG YANG TIDAK SADARKAN DIRI TIDAK MENGENAKAN PAKAIAN.”
Mendengar omelannya mereka sadar kalau Gina saat ini sedang sangat marah dan panik.
__ADS_1
“Tunggulah aku akan segera ke sana, jadi diam di kamar jangan keluar !!”
“APA YANG SEBENARNYA TERJADI.”
Maria menutup telepon dan berlari tanpa memperdulikan apapun.
“Jangan bilang mereka juga menargetkan Arin dan Gina ?”
“Tentu saja kan, karena kita sering berkumpul di ruangan itu.”
“Bukannya terlalu terang-terangan menyerang ke rumah sakit ?”
Alvan bertanya.
“Kita pikirkan itu nanti, sekarang apakah kamu bisa ikuti Maria ke rumah sakit ?”
“Tentu, aku juga khawatir dengan Arin serta kak Gina.”
“Baiklah.”
“Jadi kalian berdua akan di sini ?”
”Ada yang ingin aku tanyakan ke mereka, aku juga sudah menghubungi anggota shield.”
Ketiganya menganggukan kepala, Alvan pergi mengejar Maria yang sedang berlari sedangkan Haqi dan Chanan duduk diam di sana.
“Lemahnya.”
Haqi duduk di tanah, memandangi ke langit.
“Hah ?”
“Maria yang seorang wanita dapat menghajar 50 orang ini, sedangkan aku melawan 5 orang kalah.”
“.…”
“Mengecewakan ya.”
Pria itu terus menghina dirinya sendiri.
“Jika kamu menggunakan senjata-, aku menang karena menggunakan tesser gun ini, kamu sudah berjuang kan.”
“Jangan menghiburku.”
“.….”
“Maria pasti menggunakan kekuatan mata miliknya, untuk menghindari setiap serangan lawan, seperti kekuatan prekognisi milikku kan ?”
Chanan melihat temannya yang terpuruk saat ini.
“Kekuatan milikmu adalah melihat Masa depan, kekuatan itu sangat kuat dan akan banyak menguras stamina, kamu bisa menguasai sampai seperti ini sudah cukup !”
“.….”
“Maria itu spesial, Angel eyes, kekuatan yang dapat melihat jarak jauh serta menebus sesuatu, tapi dia dapat membuat mata itu untuk memprediksi, seperti kebohongan dan gerakan lawan.”
“Intinya aku harus lebih berusaha kan ?”
“Benar haha.”
“Tapi Maria tidak terlihat kelelahan sama sekali.”
Dengan suara kecil Haqi bergumam.
Chanan mendekati tumpukan manusia itu dan mencoba melihat wajah mereka satu persatu.
__ADS_1