
Suasana dari luar Apartemen Star terlihat sepi, Para penghuni sedang sibuk dengan Pekerjaan mereka, dan sudah lama tidak kembali. Akan tetapi Kamar nomer 2 berbeda di dalam kamar terlihat empat orang sedang melakukan diskusi, meja di depan mereka di penuhi dengan berbagai jenis cemilan kripik kentan, Coklat, Minuman soda, Biskuit.
Setelah kembali Dari Gedung olahraga yang berada di pusat kota, Arin langsung mandi dan mengganti pakaiannya, dia berpamitan kepada ibunya lalu pergi menuju Kamar Chanan.
Mereka berdiskusi tentang apa yang terjadi di pertandingan basket antara Sekolah Utara dan Selatan. Arin percaya dengan instingnya kalau mereka menggunakan kekuatan dan berbuat curang dalam pertandingan.
“Tapi Arin, kamu tahu kan kalau pertandingan Resmi pasti di awasi oleh panitia, dan mereka pasti menggunakan alat untuk mendeteksi ESP.”
Chanan membantah pernyataannya dengan serius dan mereka terus berdebat akan itu.
“Kalau begitu, kenapa Citra yang jelas pemain handal membiarkan bola melewati dia dengan mudah ?”
“Bukan berarti aku meragukan kemampuan temanmu, tapi sangat sulit untuk menganggap mereka curang dengan banyak alat pendeteksi ESP, saat seseorang menggunakan kekuatannya alat itu akan langsung berbunyi, panitia pasti akan mengetahui itu dan menangkap mereka.”
Maria dan Haqi melihat perdebatan itu hanya tertawa dan terus memakan cemilan.
“Kalian tenanglah, Kita di sini untuk mendiskusikan itu.”
“Benar kata Maria, dan Chanan, Citra sendiri yang bilang ke Arin kalau bola itu menghilang seperti sulap, kami di sini untuk memecahkan itu kan, Kau juga sudah melihat sendiri video yang aku rekam, apa kamu ingin bilang kalau aku mengedit itu ?”
Dia sedikit kesal dengan dan ikut dalam pembicaraan.
“Tidak bukan begitu, hanya saja sulit untuk dipercayai.”
“Baiklah, Gimana kalau panitia ada dipihak mereka ?”
“Kalau itu-.”
“Dan anggap saja ada kekuatan yang tidak terdeteksi bagaimana ?”
“Itu malah lebih tidak logis, mengingat Setiap Esper saat mereka menggunakan kekuatan akan muncul beberapa gelombang ESP, AKKHH memikikan ini aku semakin pusing.”
Chanan memegangi kepalanya dan terlihat kesal.
Bel kamarnya berbunyi, Maria pergi dan membuka pintu.
“Siapa ya ?”
Di depan pintu terlihat Cindy dan Alvan yang berdiri membawa banyak sekali makanan di tangan mereka.
“Oh kalian ayo masuk.”
Keduanya Masuk membawa banyak sekali makanan dan menyimpanya di atas Kasur Chanan karena tidak ada tempat lagi.
“Selamat Malam.”
“Malam Cindy, Alvan.”
Haqi membalas salam dari Cindy.
“Ayo duduk, sempit sih hahaha.”
Mereka duduk dan mulai berbicara.
__ADS_1
“Kalau gitu ini video yang kamu minta, Semua pertandingan mulai Dari Badminton, Sepak bola, Tenis, dan bulu tangkis.”
Dia memberikan sebuah memori kepada Arin. Arin mengambilnya dan memasukannya ke dalam laptop milik Chanan.
“Aku terkejut karena SMA Utara memenangkan hampir semua pertandingan.”
“Semua pertandingan ?”
Chanan terkejut dengan perkataan Cindy dan menatapnya.
“Benar, mereka hampir menang dengan mudah, dan entah kenapa aku mendengar kalau bola yang dibawa oleh pemain dari SMA Utara.”
Arin tersenyum mengejek orang yang tidak percaya akan perkataanya.
“Cih, Arin jika ingin mengejekku katakan lah dengan jelas seperti biasa.”
Dia tidak menanggapi perkataan, dan mulai melihat video pertandingan yang di berikan oleh Cindy, dia sangat fokus dan mulai menonton satu persatu video yang ada. Dia menghabiskan waktu lebih dari 1 jam. Selama Arin sedang fokus, semua orang mengobrol dan saling bercanda.
“Sudah kuduga.”
Semua orang menatap ke Arin yang tiba-tiba berbicara.
“Kenapa rin ?”
Cindy bertanya akan tetapi dia malah menatap Alvan.
“Hey Prince, Saat kau menonton pertandingan, apa terasa ada sesuatu yang aneh dari mereka ?”
Dia tidak mengerti maksud dari perkataan gadis di depannya.
“Apa kau tidak merasakan gelombang ESP dari mereka ?”
“Hmmmm, kalau itu aku juga merasa sedikit aneh.”
“Aneh kenapa ?”
Maria bertanya dan mulutnya dipenuhi oleh makanan.
“Kalian taukan aku memiliki kekuatan Elektrokinesis dan berada ditingkat paling tinggi yaitu S.”
“Tentu.”
“Aku dapat merasakan gelombang kekuatan setiap orang, dan aku merasakan ada kekuatan yang diaktifkan saat pertandingan berlangsung, itu terjadi beberapa kali.”
Semua orang melihat Alvan yang sedang menjelaskan apa yang dia lihat dan rasakan.
“Tidak berlangsung lama, hanya terjadi sesaat, aku benar-benar merasakan sebuah gelombang dari arah lapangan dan luar lapangan, tapi aku ragu karena mesin pendeteksi ESP ada di sekitar sana menyotor kearah lapangan, jadi jika terjadi kecurangan alat itu akan berbunyikan.”
(Sudah kuduga aku juga merasakan Gelombang ESP yang cukup besar saat hari pertama pertandingan, Aku yakin mereka menggunakan suatu kekuatan. Tapi gadis yang menggunakan kekuatan mind control saat ini sedang menjadi tahanan rumah. Jadi apa itu.)
Arin melihat keatap dan memikirkan sesuatu, Chanan mengetahui apa yang dipikirkannya, awalnya dia ragu, tetapi kali ini keluar dari mulut seorang esper dengan pringkat S dan kekuatanya dapat dengan mudah merasakan sebuah gelombang kekuatan.
“Baiklah setelah pekerjaanku selesai, aku akan meneliti video yang kalian rekam.”
__ADS_1
“Apa kalian berpikir SMA Utara melakukan kecurangan ?”
Cindy yang dari tadi kebingungan karena tidak bisa mengikuti pembicaraan bertanya. Dia hanya disuruh oleh Arin untuk merekam pertandingan tanpa diberitahu alasannya.
“Intinya seperti itu.”
Arin menjawab dan menyerahkan laptop kepada Chanan.
“Setelah kejadian kemarin, kalau sekolah mereka berani melakukan kecurangan, benar-benar memiliki keberanian.”
“Memang benar, harusnya mereka tidak akan berani karena banyak tekanan dari berbagai pihak.”
Cindy dan Alvan saling memandang dan menganggukan kepala.
“Aku juga berpikir sama seperti kalian, tapi setelah melihat pertandingan basket tadi, dan perkataan dari Citra, sesuatu di dalam diriku mengatakan kalau mereka melakukan kecurangan.”
Maria mengajukan pendapatnya dan mengambil makanan yang di bawa oleh Cindy.
Arin berpikir bagaiman cara untuk mengungkap kecurangan mereka tapi pasti sangat sulit untuk dilakukan.
“Apapun yang terjadi, aku tidak akan kalah dari mereka yang melakukan kecurangan.”
Semua orang yang mendengar perkataanya tersenyum dan memandangi wajah serius yang dia keluarkan.
“Kami juga akan membantu sebisa kami.”
“Tentu saja haha untuk adikku, aku akan melakukan apapun, Chanan kau harus berjuang keras.”
“Baik-baik tapi setelah pekerjaanku selesai.”
“Aku juga akan berusaha menggunakan kekuatanku untuk melihat apa yang akan terjadi.”
Haqi mengepalkan tangannya dan berbicara. Alvan yang penasaran akan kekuatannya, belum memiliki waktu untuk bertanya, dia menatap Haqi dan berbicara.
“Oh iya ngomong-ngomong kekuatan Haqi apa ?, bisa tau kalau Arin sedang dalam bahaya waktu itu, aku sangat penasaran ?”
“Ahh aku belum bilang padamu ya haha maaf-maaf, kekuatanku adalah Pregkognisi.”
“Prekognisi ?, kekuatan untuk melihat masa depan iya kan ?”
Cindy ikut bertanya.
“Benar, tapi aku hanya dapat menggunakan kekuatanku kepada orang yang telah aku temui, dan hanya sampai 5 menit ke depan saja, sungguh lemah yah.
“Tidak-tidak, Jika tanpa kekuatan Kak Haqi, Mungkin kemarin aku akan mendapatkan luka yang lebih parah lagi.”
Dia memuji Haqi yang murung karena dia menggangap dirinya sangat lemah.
“Terima kasih ya CIndy.”
Mereka saling menatap dan tersenyum.
Chanan berdiri dan menyalakan komputernya yang berada di meja. Lalu dia memindahkan Video dan mulai meneliti itu, Arin berdiri di belakangnya dan mengamati apa yang dia lakukan. Maria terus makan tanpa berhenti, Haqi, Alvan dan Cindy menghabiskan waktu dengan mengobrol.
__ADS_1