
“KAU TIDAK AKAN BISA MELARIKAN DIRI.”
Sembari berteriak pria berambut panjang melompat lalu memukul jalan dengan keras.
Retakan terjadi pada tanah, dengan cepat mengejar Devina yang sedang berlari. Retakan itu semakin cepat, kaki kanan gadis itu masuk ke celah retakan dan terjatuh ke tanah.
“Apa yang terjadi ?”
Dia melihat ke belakang, beberapa pria mengerjarnya, entah sejak kapan orang-orang itu sudah memegang besi dan kayu.
Dengan ekspresi panik gadis itu berusaha bangkit.
“Kau tidak akan bisa lari kemana-mana.”
Salah satu musuh yang berlari mengangkat tangannya, sebuah cahaya terkumpul pada telapak tangan pria itu. Dalam sejekap mata cahaya itu menyerang Devina bagaikan sebuah laser.
SIIING!!!!!
Devina terpental cukup jauh akibat serangan, tapi anehnya tidak ada sedikitpun luka pada tubuh gadis itu, ekspresi wajahnya terlihat sangat kesal, sorot matanya di penuhi dengan amarah.
“Sialan, mereka menggunakan kekuatan di tempat umum.”
Orang-orang di sekitar mereka yang melihat ke ributan malah kabur melarikan diri, bukannya membantu seorang gadis yang tengah di serang oleh segerombolan pria.
“KAMU TIDAK AKAN BISA KABUR DARI KAMI.”
Mereka mendekat Devina yang masih terjatuh, beberapa memasang wajah mengejek sembari tersenyum. Mereka benar-benar meremehkan gadis itu.
“Kalian jangan gunakan kekuatan di sini !”
“Benar gimana kalau petugas keamanan datang untuk menangkap kita.”
Ada dua orang pria yang memasang ekspresi takut, mereka menegur kedua temannya yang menggunakan kekuatan dengan seenaknya.
“Hahaha kalian iri kan dengan kekuatan kami !”
“Jika petugas datang kita habisi saja mereka!”
Dengan teguran itu mereka malah menjadi semakin bersemangat dan mengejek temannya.
“Semenjak memakan obat itu kalian menjadi sombong.”
“Sudahlah sekarang kita urus gadis itu.”
Devina memandangi mereka dengan hati-hati, dia memikirkan cara bagaimana agar bisa lepas dari pandangan mereka semua, tetapi melihat ada dua orang yang dapat menggunakan kekuatan sepertinya akan menjadi sangat sulit.
(Sialan, kekauatan apa itu tadi, apa laser ?)
Tanpa ekspresi takut gadis itu memandangi pria yang sedang berdebat satu sama lain.
“Hey-hey sudah terpojok tapi masih melihat kita dengan ekspresi seperti itu ya.”
__ADS_1
“Aku sangat suka dengan wanita yang keras kepala seperti mu hahaha.”
Sembari mengejek pria menjulur kan tangannya kearah Devina.
Sing, sing, sing!!!!!!
Laser dengan cepat menyerang gadis itu, tetapi sebelum serangan itu mencapai tubuhnya laser itu melebur ke empat arah lalu menghilang.
“Apa yang terjadi ?”
“Kenapa serangannya tidak mengenai gadis itu ?”
Kemudian pria itu melakukan beberapa serangan lagi, tetapi hasilnya sama.
Seperti ada sebuah perisai yang melindungi gadis dihadapan mereka. Semua serangan yang mengarah kearahnya terpental.
(Berkat kekuatan ku aku tidak terkena serangan ini, tapi akan bahaya jika aku tidak melarikan diri dari sini.)
Devina bediri lalu berjalan kearah musuh dengan wajah mengejek.
“Baiklah karena kalian keras kepala, aku akan bermain dengan kalian semua.”
Gadis itu langsung berlari kearah dua pria yang paling dekat dengannya, dia memukul perut pria itu lalu menendang orang yang berada di sampingnya.
“CIH, GADIS INI BERANI.”
“SERANG !”
“APA ?”
Orang-orang itu terkejut ketika melihat balok kayu yang diarahkan ke Devina hancur sebelum menyentuh tubuhnya, gadis itu tidak melewatkan kesempatan lalu menarik tangan musuh dan membantingnya.
Salah satu dari mereka yang menyerang menggunakan besi terkejut ketika memandangi besi yang di pegangnya menjadi bengkok, wajahnya membiru karena takut pada seorang gadis yang terlihat sedang marah.
“SIALAN DIA SEORANG ESPER !”
“APA KEKUATNYA ?”
Musuh terlihat panik lalu mulai menyerang gadis itu.
“ADA SEPERTI SEBUAH PERISAI TIDAK TERLIHAT YANG MELINDUNGI GADIS ITU.”
Devina mengayunkan tinjunya ke musuh, pria itu menggunakan balok kayu untuk menangkis serangan gadis itu.
“HAH ?”
Tetapi balok kayu itu hancur sebelum tinju gadis itu mencapainya.
“UKH!!!”
Salah satu dari mereka mengambil tempat sampah lalu melemparkannya.
__ADS_1
“Aku tidak tau apa kekuatannya, yang pasti semua serangan kita akan ditolak sebelum mencapai tubuhnya.”
Melihat benda yang dilemparkanya terpental, seorang pria menganalisis kemampuan esper dari lawan.
Pria yang dapat menembakan laser mengumpulkan kekuatannya lalu menyerang Devina terus menerus.
“Percuma saja kalian tidak akan bisa menyentuhku.”
Sembari mengejek gadis itu berbicara, dia tampak terlihat baik-baik saja, tetapi aslinya gadis itu sangat panik karena harus menghadapi banyak orang sekaligus.
(Untungnya mereka hanyalah berandalan bodoh, kalau tidak aku pasti kesulitan melawan mereka.)
SING, SING, SING!!!!!
“Sudah ku bilang percuma, bahkan jika rudal menghantamku aku tidak akan terluka!”
Sembari menyembunyikan ketakutannya gadis itu terus berbicara. Tentu saja semua itu hanyalah geretakan, karena dia sendiri belum pernah menermia serangan dari rudal, tetapi dia mampu menahan semua serangan jenis senjata riffel, peluru-peluru yang mengarah kearahnya mampu dia balikan saat tes di sekolah.
“JANGAN MAIN-MAIN DENGAN KU.”
Dengan provokasi dari Devina pria yang mampu menembakan cahaya dari tangannya terlihat sangat marah, pria itu memfokuskan semua kekuatannya cahaya yang cukup besar terkumpul.
SIIIIIIIING, BAAAM!!!!!
Sekarang itu mampu di blokir menggunakan kekuatan milik Devina, tetapi kekuatannya cukup besar dan membuat ledakan saat menyentuh barier miliknya, gadis itu terpental ke belakang, kepalanya terbentuk ke tanah, pelahan darah mulai keluar menutupi mata sebelah kanannya.
“Sial, Power defend milikku mampu menghindari”
Sembari berusaha bangkit gadis itu memegang sisi kepalanya yang mengeluarkan darah.
(Serangannya seperti sebuah Senapan Anti tank.)
Peneliti pernah menyuruhnya untuk menahan sebuah serangan dari senapan anti tank. Senapan anti tank adalah senapan Antimaterial yang dirancang untuk menebus lapisan baja pada kendaraan tempur seperti tank. Dengan kaliber yang besar mereka mampu menembus tembok bahkan baja sekalipun.
Karena para peneliti sangat penasaran dengan kekuatan Power defend gadis itu, mereka nekat mengujinya. Tetapi hasil dari tes itu cukup mengejutkan, Devina mampu memblokir serangan, tetapi tubuhnya terpental dengan jauh, tangan kanannya patah akibat terbentur dengan lantai, seluruh tubuhnya dipenuhi dengan luka.
“AHAHA KATANYA TIDAK ADA YANG BISA MENYENTUHMU ?”
Pria itu menjadi sangat percaya diri lalu mengumpulkan energi dengan julah yang besar.
SIIIIIIINNNNGG!!!!!!!!!, BAM
Kali ini Devina terpenal jauh akibat laser yang ditembakan kearahnya, badannya berguling-guling di tanah, telihat banyak sekali luka goresan pada tubuhnya.
Dengan ekspresi senang pria itu berjalan perlahan mendekati Devina yang sedang mengerang kesakitan ditanah.
“Sakit!”
Gadis itu mengeluarkan air mata, dia duduk di tanah lalu memandangi orang-orang yang sedang melihatnya dengan tatapan mengejek.
Mereka sudah memastikan kalau ini adalah kemenangan mereka, gadis itu terlihat akan menangis sembari memegangi bahu kirinya
__ADS_1
“DENGAN INI CHECKMATE HAHAHA !”