
“Akh sial kenapa kalah mulu sih !”
“Setiap berpasangan dengan Maria aku selalu kalah.”
Maria serta Haqi terlihat sangat kesal, mereka kalah bermain game melawan Ina dan Gina. Mereka bermain bomberman dengan team 2 vs 2.
Arin yang melihat itu menertawakan Maria sembari memakan choco ball. Pada awalnya dia ikut bermain game bersama mereka, tetapi karena Chanan mengantuk akhirnya dia memilih untuk tidak bermain, dengan alasan tidak sedang mood. Ina bilang kalau dia saja yang tidak akan bermain, tetapi Arin langsung pergi lalu duduk di sofa dan membaca sebuah buku.
“Ga kerasa sudah jam 20.00.”
”Ah Benar, aku harus segera pulang !”
Ina terkejut setelah mendengar perkataan Haqi, dia tidak sadar kalau waktu cepat berlalu. Ini pertama kalinya dia dapat bermain seperti ini. Setelah ke datangannya ke pulau Aurora dan belajar di SMA Utara. Dia selalu saja direndahkan oleh guru dan temannya, setiap malam dia sering menangis, menyalahkan dirinya sendiri. Lama kelamaan kepercayaan dirinya menghilang dan mulai tidak mempercayai lagi orang lain. Tetapi sebelum semua itu semakin parah akhirnya dia bertemu Arin dan orang-orang di sekitarnya.
Kehangatan, Canda tawa, kepercayaan terhadap teman, benar-benar membuat Ina merasa iri. Tapi sekarang dia menjadi bagian dari mereka. Dia tidak ingin pulang dan terus bermain dengan semuanya.
Kekecewaan dapat terlihat dari ekspresi anak itu, Haqi dan Gina dapat dengan mudah menyadari itu.
“Kenapa engga nginep aja Na ?”
Sembari meletakan stik yang di pegangnya Maria menoleh ke samping.
“Eh?”
“Tidak akan ku biarkan pulang, sampai aku mengalahkamu !”
Dengan senyuman penuh semangat.
“Tapi aku belum minta izin.”
Ina menundukan kepalanya.
“Apa tidak apa-apa ?, aku ini masih berstatus tahanan, tapi aku selalu pergi keluar sesuka hati, bahkan menginap di rumah sakit !”
Meskipun sudah dinyatakan tidak bersalah, tapi dia tetap menggunakan gelang GPS. Dia benar-benar merasa tidak boleh bertindak seenaknya untuk menebus kesalahannya karena sudah melukai murid-murid dari SMA Barat.
__ADS_1
“Tidak apa-apa aku sudah meminta izinnya !”
Chanan bangun dari sofa lalu meregangkan tangannya.
“Aku sudah menduga akan menjadi seperti ini.”
Dia berjalan menuju dapur untuk mengambil air minum.
“Kukuku, kerja bagus fotocopy !”
“Ya kerja bagus Chanan.”
Maria dan Gina memujinya, dengan ekspresi penuh semangat.
“AYO LANJUTKAN MAINYA !”
”Tapi-.”
Ekspresi senang terlihat dari wajah Ina, tetapi gadis itu masih ragu. Apakah boleh seperti ini. Dia sangat ingin tinggal dan terus bermain bersama semuanya.
Chanan yang selesai minum memandangi mereka dari jauh.
Alasan Shield memasangi GPS pada Ina adalah untuk keselamatannya, karena beberapa murid yang terlibat dalam penyerangan di SMA Barat seperti Kevin, Hera, dan Bailse sampai saat ini masih menghilang. Jika mereka terikat dengan Sebuah organisasi, takutnya Ina akan di culik. Untuk itulah Shield membawa gadis itu untuk melindunginya.
“Apa tidak apa-apa rin ?”
Ina bertanya kepada Arin, terlihat keraguan dari sorotan matanya, gadis itu menggenggam kedua tangannya.
“.….”
Arin berdiri dari sofa lalu berjalan perlahan menuju kamar mandi.
“Terserah saja, Kamu bisa menggunakan baju tidurku, aku mandi dulu !”
Tanpa menoleh gadis itu berjalan.
__ADS_1
“Arin juga udah setuju tuh !”
“Ayolah, aku tidak akan membiarkan kamu pulang sebelum aku menang.”
“Ikuti saja ke egoisan dari Maria hahaha.”
Haqi tertawa, melihat tingkah laku Gadis di pinggirnyam dia seperti anak kecil yang tidak mau kalah.
“Baiklah jika kalian memaksan !”
Dengan senyum puas Ina berkata.
------------------------------------
“Oi oi, apa ini tidak apa-apa !”
Seorang pria melihat kearah temannya sembari melihat berita yang muncul di media.
“Gimana jika shield mampu mengendus kita gara-gara mereka !”
“Mereka benar-benar menggunakan kekuatan Esper yang kita berikan untuk merampok ya !”
“Hahaha, sekelompok orang bodoh.”
Seorang pria yang terlihat seperti pemimpin mereka berjalan dengan tenang.
“Santai saja, Shield tidak akan tau keterlibatan kita, lagi pula kita juga membatu mereka untuk menghapus beberapa jejakkan !”
Dengan keributan yang dilakukan oleh orang-orang yang melakukan perampokan, jejak mereka akan susah di temukan dan menghilang. Saat ini pihak shield juga sudah di desak untuk segera turun tangan. Karena sudah terbukti pada Esper terlibat, menggunakan kekuatan mereka untuk berbuat kejahatan.
”Benar kata ketua, tugas yang kita terima adalah membagikan obat in saja kan.”
“Baik, baik kami mengerti.”
Keempat orang itu berjalan perlahaan, menuju sebuah gedung. Di sekitar mereka sangat sepi.
__ADS_1