
5 jam berlalu setelah Maria, Alvan, Cindy dan Kalia mensetting healingpod. Saat ini kerjaan mereka sudah selesai. Waktu menunjukan pukul 17:21. mereka berbaling di lantai karena terlihat kelelahan.
“Baru segitu udah cape, gimana sih !”
Maria menyindir mereka.
“Yang kami pusing itu kabel-kabel ini.”
“Benar aku kira tinggal pasang beres.”
“Ternyata kaya ngerakit komputer hahaha.”
Alvan tertawa.
“Tentu saja, karena alat ini baru saja datang, oleh karena itu kita harus mengecek semuanya normal agar nanti tidak terjadi kesalahan.”
“Sungguh melelahkan haha.”
“Haqi dan Chanan mengirimku pesan tadi, mereka mengatakan akan datang jam 6 sore sambil membawa makan.”
“Ah asik .”
“Syukurlah, aku sudah lapar saat ini.”
Cindy berbicara.
“Gimana kalau ke kantin ?”
“Tidak-tidak, bukannya nanti di bawain.”
“Perut kami tidak akan cukup.”
“Ehhh…..”
Maria mengajak mereka untuk pergi menuju kantin, tetapi Cindy dan Kalia menolaknya, karena Haqi akan membawa makanan. Maria terlihat kecewa saat ini.
“Yang lebih penting, Apakah semuanya sudah selesai kak ?”
Alvan bertanya.
“Huuuh… Iya sepertinya sudah, tinggal menunggu obatnya datang hari sabtu nanti.”
Ekspresi mereka menjadi cerah setelah mendengar perkataan itu.
“Keluar yu, bosen diem di sini terus.”
__ADS_1
Kalia berdiri lalu berbicara.
“Baiklah, karena sudah selesai ayo.”
Maria melepaskan Jas lalu menyimpannya di atas meja dan berjalan keluar, diikutdi oleh ketiga orang itu. Kali ini dia memastikan bahwa pintu terkunci dengan benar dan berjalan.
Maria mengajak mereka berkeliling dan memperlihatkan suasana di Universitas Selatan, meskipun sudah masuk liburan musim panas, tapi kampus nya saat ini masih cukup ramai oleh para siswa.
“Oh iya kak, bukannya udah masuk liburan ?, tapi sepertinya kantin masih buka.”
Kalia bertanya.
“Tentu saja, karena para peneliti masih tetap melanjutkan penelitian mereka, jadi tidak ada libur di kampus ini.”
“Eh.. ga ada libur ?”
“Kalau buat mahasiswa ada, tapi mereka yang sudah melakukan penelitian seperti aku, pasti akan menghabiskan waktunya di sini hahaha.”
Tidak lama setelah itu ada panggilan masuk ke handphone milik Maria. Dia mengangkatnya.
“Engga lagi ngajak anak-anak keliling.”
Suara Haqi tidak dapat terdengar oleh Cindy dan kalia.
“.…..”
“Oke.”
Setelah mematikan telepon, dia mengajak mereka bertiga untuk pergi menuju taman yang berada di dekat pintu masuk.
Maria dengan santai berjalan di depan diikuti dengan Cindy dan kalia, Alvan yang mengikuti mereka dari belakang merasakan ada sesuatu yang mengawasi mereka dari tadi.
(Dari tadi aku merasakan ada tatapan yang melihat kearah kami.)
Dia berjalan sambil mengawasi sekitarnya dengan waspada, Karena dia tau kalau mereka saat ini sedang ditargetkan oleh seseorang.
(Apa cuma perasaanku saja ?)
------------------------------------
“HEY MARIA KAMU MAKAN TERLALU BANYAK.”
“Kasian yang lain baru makan sedikit.”
Terlihat Chanan dan Haqi yang sedang memarahi Maria karena menghabiskan makanan yang mereka bawa.
__ADS_1
Mereka duduk di sebuah meja, Chanan membawa bento serta minuman dan Haqi membawa pizza, kentang dan berbagai makanan lainnya. Setelah membagikan bekal makanan, Haqi membuka pizza dan makanan lainnya lalu di simpan di tengah.
“Haha, tidak apa-apa kok.”
“Benar kita makan bento juga sudah kenyang.”
Alvan dan kalian menjawab.
“Tuuhh…”
“Haaaahhh, terserah deh.”
Haqi yang pasrah melanjutkan makannya.
“Gimana apakah sudah selesai ?”
Chanan bertanya.
“Sudah, tapi ada baiknya nanti kamu cek lagi.”
“Oke.”
Mereka melanjutkan makannya, langit sudah mulai gelap lampu di taman mulai dinyalakan. Suasana di sekitar di sana mulai sepi. Lebih dari 30 menit mereka semua duduk di sana dan menghabiskan makanannya.
“Baiklah, karena sekarang sudah gelap kita harus kembali.”
“Engga kerasa ya udah jam 18:10 lagi.”
“Apa ada yang barang bawaanya tertinggal di labku ?”
“Tidak kak, kami sudah menyimpannya di dalam tas.”
“Oke.”
Mereka membersihkan dus dan sisa makanan lainnya, lalu memasukannya ke dalam sebuah plastik dan membuangnya ke tempat sampah yang tidak jauh dari sana.
“Apa kalian akan ke rumah sakit ?”
“Kayanya tidak.”
“Benar aku sangat lelah.”
Cindy dan kalia yang merasa sangat lelah ingin segera kembali ke apartemen mereka untuk tidur.
Mereka berjalan menuju halte bus lalu menaiki naik.
__ADS_1