TRIGGER

TRIGGER
BAB 1, Chapter 20. Dia bukan manusia


__ADS_3

Arin sedang makan di kantin sekolah, di depannya ada Maya dan Naila, Beberapa hari sudah berlalu sejak dia mengunjungi ekskul basket, semenjak itu Naila selalu datang ke kelas F untuk menemui Arin dan Maya. mereka berdua selalu mengikuti Arin untuk makan bersama. Terkadang seluruh anggota basket ikut makan di meja yang sama, dan ini menjadi bahan pembicaraan yang cukup besar di sekolahnya.


“Rin kamu engga akan ikut latihan bersama kami ?.”


Naila bertanya dengan memasakan wajah penuh harapan.”


“Semua orang sangat ingin berlatih bersama mu .”


Kemudian Arin menatap kearah Naila dan berbicara.


“Mulai Hari ini sampai hari pertandingan aku akan ikut.”


“EH SUNGGUH ?.”


Dia membantingankan kedua tanganya ke meja dan berteriak cukup keras.


“Hey Naila berisik, semua orang melihat kearah sini jadinya.”


Maya yang sedang memakan memarahinya.


“Maafkan aku .”


ia kembali duduk.


“Ngomong-ngomong apakah kau sudah menemukan mereka ?.”


“Belum.”


“Aku juga tidak mendapatkan petunjuk sama sekali.”


“Karena itu aku ikut berlatih, hari ini.”


“Agar mereka memperhatikan mu ?.”


“Ya, ku pikir mereka memiliki mata-mata.”


“Apa yang kalian berdua bicarakan ?.”


Naila bingung dan tidak dapat mengerti apa yang sedang dibicarakan keduanya.


“Ah engga ko .”


Setelah kejadian penyerangan terhadap Intan, Arin selalu pulang memutar jalan dan mengunjungi tempat sepi, dia menjadikan dirinya sendiri menjadi umpan dengan mengunjungi berbagai tempat, Bahkan dengan sengaja mendekati perbatasan kota utara.


“Penyidik dan polisi belum mengambil langkah apa pun, bahkan setelah mendengar laporan dari Intan.”


“Ya, tak ada guna nya, mengharapkan bantuan .”


“Kalau gitu mulai hari ini aku akan mengikuti mu secara diam diam menggunakan kekuatanku.”


“Terserah,tapi jangan menghalangiku.”


“HEY JANGAN NGOBROL CUMAN BERDUA DONG, AKU TIDAK MENGERTI APA YANG KALIAN BICARAKAN .”


Naila memarahai mereka dan Maya hanya tertawa.


------------------------------------


Telihat beberapa anggota ekskul basket sudah bersiap di lapangan untuk berlari. Arin, Maya, Naila, dan Riana menuju ruang Klub untuk mengganti pakaian mereka.


“Ini pakaian yang disiapkan oleh pelatih.”


Saat dia datang ke ruang guru dan bilang akan ikut berlatih Kana sangat senang dan segera menyiapkan pakaian, dan menitipkannya kepada Riana.


“Ya.”


Lalu Arin melepaskan jaket dan pakaian yang ia kenakan lalu menggantinya. Setelah berganti pakaian ia melipat baju, jaket dan celana lalu memasukannya ke dalam loker penyimpanan.

__ADS_1


“Dilipat dulu ya rajin sekali.”


“Aku dengar dari Intan kalau kamu memiliki penyakit gila kebersihan hahaha.”


“Sudah ayo yang lain sudah menunggu.”


“Ya.”


Setelah menutup loker, mereka pergi menuju lapangan dan menghampiri pelatih.


------------------------------------


“Baiklah hari ini Arin akan mulai berlatih dengan kita, sampai hari sabtu dimana pertandingan akan dimulai, kalian tetap semangat, mungkin untuk Kirana dan Intan akan lama untuk sembuh, akan tetapi Lana sepertinya akan ikut jika kita memenangkan dua pertandingan, jadi semangatlah.”


“Ya pelatih.”


Mereka menjawab serentak.


“Baiklah hari ini dimulai dari lari 5 kali mengelilingi lapangan, kalau gitu mulai.”


Kemudian Semua anggota ekskul mulai berlari mengelilingi lapangan sepak bola yang berada di halaman belakang sekolah. Arin menghampiri Kana dan bertanya.


“Pelatih ?.”


“Ya, kenapa Rin ?.”


“Aku akan lari sesuai tempo ku sendiri mungkin akan memakan waktu, tidak apa apakan ?.”


“Ya tidak apa apa lakukan semau mu saja.”


Setelah mengatakan itu dia melihat Arin melakukan setting terhadap smart watch yang dia miliki.


(Woi woi, dia ingin berlari dengan jarak 5 km ?. para anggota lainnya akan berlari 5 putaran berarti sekitar 1 km sajakan ?)


Lalu Arin mulai berlari mengelilingi lapangan.


------------------------------------


“Oi oi itu Arin mau sampai kapan dia berlari bukanya udah lebih dari 5 putaran ?.”


“Ya mungkin udah 8 dia sudah melewatiku beberapa kali.”


“Dia sudah berlari 10 putaran dalam waktu sekitar 10 menit.”


Kana menghampiri para muridnya yang sedang beristirahat dan membicarakan Arin.


“Eh benarkah itu pelatih  ?.”


“Ya tadi dia mendatangiku dan bilang akan lari dengan tempo milik dia sendiri.”


“Wah gila udah 10 kali dan dia masih ingin berlari ?.”


“Kalian mungkin akan terkejut setelah mendengar angka yang dia setting pada smart watch miliknya.”


“Berapa emangnya ?.”


Maya dan Raina bertanya secara bersamaan


“5 km.”


“Eh ?.”


“Seriusan pelatih ?.”


Sheila dan Lina terkejet dan bertanya.


“Bukannya nanti dia akan kelelahan dan tidak akan bisa berlatih ?.”

__ADS_1


“Entah lah, aku juga belum pernah melihat dia berlatih, tapi aku tidak ingin mengganggunya.”


“Hahaha aku sungguh mengagumi dewi itu sejak SMP saat itu aku kalah telak melawan mereka.”


“Jika Arin masih bisa melakukan latihan setelah lari ini dia sungguh monster.”


Maya berbicara setelah Raina.


Naila, Olivia dan Tina yang selesai beralri menghampiri mereka dan tergeletak di tanah dengan nafas yang terengah engah.


“Hey baru 5 putaran kalian sudah lelah ?, liat tuh Arin masih berlari.”


“Dia bukan manusia pelatih.”


“Benar dia melewati kami terus menerus.”


“Dia berlari tanpa mengurangi temponya dan tidak melambat sama sekali ini mengerikan, aku malu sebagai siswa kelas 1 yang berada di kelas A.”


SMA barat memiliki kelas khusu yaitu kelas A, di sana berkumpul mereka yang memiliki riwayat berprestasi entah di bidang akademik, Ekskul, kekuatan esper.


------------------------------------


Arin sudah berlari selama kurang lebih 30 menit, Anggota klub basket dan pelatih diam dan melihatnya dari pinggir.


“Bukanya udah 25 putaran ?, harusnya udah 5 km kan ?.”


“Kalau tidak salah 1 putaran itu sekitar 185 m, karena dia menggunakan alat bantuan menghitung berarti dia akan berlari sekitar 2 sampai 3 putaran lagi.”


“5 putaran itu sebenarnya kurang dari 1 km ya.”


Kana menjelaskan hitungan jarak yang di lakukan oleh Arin.


Saat putaran ke 27 selesai Arin melihat kearah jamnya angka yang dia tempuh adalah 4995 meter masih ada kurang 5 meter lagi, lalu dia berlari 1 putaran lagi dan menaikan temponya ke batas maksimal, semua yang melihat itu terkejut, bahkan beberapa anggota klub lain mulai melihat dia berlari dan menjadi sorotan saat ini.


“Wah dia malah menaikan temponya.”


“Huhuhu…. Hiks….. Hiks……”


Semua anggota klub basket melihat kearah Kana yang mengeluarkan sedikit air mata dan mengelapnya menggunakan tangan.


“KALIAN HARUSNYA SEPERTI ARIN, DIA BERLARI TANPA MENGELUH, KALIAN 15 PUTARAN SAJA SUDAH MERASA SEPERTI DI NERAKA.”


Kana meneriaki para muridnya yang sedang duduk santai di pinggirnya.


Arin yang telah menyelesaikan larinya datang menghampiri mereka dan berbicara


“Aku sudah selesai, maaf membuat menunggu pelatih.”


“BAGUS, BAGUS, tidak apa-apa, seharusnya mereka ini berlatih seperti dirimu,”


Dia menujuk kearah murid.


“Kalian semua tidak harus seperti Arin, akan tetapi jadikan lah dia sebagai panutan, ini menjadi bukti bahwa mereka yang meraih posisi tertinggi itu melalui hasil keras dan usaha yang tidak terbayangkan, JADI LAKUKAN DENGAN BERSUNGGUH-SUNGGUH.”


“BAIK.”


“Baiklah sekarang saatnya kita masuk ke gedung olahraga dan melakukan latihan dasar.”


Kemudian pelatih melihat kearah Arin.


“Arin istirahat dulu aja, kau baru menyelesaikan larimu.”


“Tidak apa-apa, ini hanya rutinitasku setiap minggu.”


Kana memiliki senyum lebar yang belum pernah dilihat oleh siapa pun.


“Baiklah kalau begitu, tapi jangan memaksakan dirimu.”

__ADS_1


Seluruh anggota basket pun masuk ke dalam gedung dan mulai berlatih Dribble, Shooting sebanyak 50 kali, passing, dan lay up.


__ADS_2