TRIGGER

TRIGGER
BAB 2, Chapter 31. Rasa bersalah


__ADS_3

Beberapa anggota ekskul membagi menjadi 2 tim, ada yang berlatih Lay up dan melakukan Three Poin Shoot, Arin serta Maya berlatih menembakan 3 poin, karena kakinya sedang terluka dia tidak banyak melakukan gerakan, hanya berlatih shooting saja. Saat mereka sedang berlatih tiba-tiba beberapa anggota komite disiplin datang mencarinya.


“Arin, Maya ada yang ingin aku bicarakan bisa.”


Devina datang menghampiri mereka berdua.


mereka berhenti melakukan shooting dan berjalan mendekatinya, Lalu Devina tiba-tiba menundukan kepalanya.


“Terima kasih karena telah menyelamatkan Cindy, meski aku melakukan patroli bersama dia tapi malah terjadi hal seperti itu.”


“Biar ku tegaskan, Aku tidak menyelamatkan orang itu.”


“Ya.”


Mereka berdua sedikit kesal mendengar, ucapan terima kasih.


“Ya banyak yang terjadi diantara kalian tapi tetap saja aku ingin berterima kasih dengan benar.”


“Terserah.”


Arin kembali berjalan menuju keranjang bola dan mulai berlatih Shooting.


“Kau tau dari siapa ketua kelas ?”


“Cindy mengatakannya sendiri kepadaku.”


“Oh kalian jadi cukup dekat ya ?”


Devina mengambil nafas panjang dan mulai berbicara kepada Maya.


“Tidak juga, Semenjak kejadian itu aku terus mengawasinya agar dia tidak melakukan hal yang sama.”

__ADS_1


“Gitu ya ?”


“Aku juga menyadari kalau sifatnya agak aneh saat berpatroli, saat sampai di sekolah aku menyadari kalau dia tidak bersama kami, lalu kami semua berpencar untuk mencarinya tapi tidak ketemu, dan aku tidak menyangka dia malah menjadi korban penyerangan itu.”


------------------------------------


Devina dan Daniel yang sampai di gerbang sekolah tiba-tiba ditanya oleh kelompok lain yang sudah selesai melakukan patroli.


“Vin bukannya kelompok kamu ada 3 orang ?”


“Ya, emangnya kenapa ?”


“Kalau gitu satu orang lagi mana ?”


Mereka berdua berbalik ke belakang dan menyadari Cindy tidak ada di sana.


“Eh Cindy kemana ?”


“Tidak dari awal kalian datang hanya berdua saja !”


“APA, bahaya kalau gitu kita harus mencarinya.”


“Kalau gitu, kami juga akan mencari membantunya.”


Beberapa kelompok membantu mereka untuk mencari Cindy dan mulai berpencar mencari ke beberapa tempat.


(Sejak kapan kami terpisah dengannya aku bahkan tidak menyadari itu, sudah cukup lama kami mencari tapi tidak ketemu aku harap dia baik-baik saja.)


Devina berlari mencari ke beberapa tempat yang mereka lalui, langit sudah gelap dan tidak ada tanda-tanda dari gadis itu.


(Tunggu ada yang salah, sejak kapan kami mulai berpisah dengannya ?, semenjak dari taman dia tidak pernah berbicara, mungkin yang mengikuti kami itu ilusi ?)

__ADS_1


“Daniel taman kita akan menuju ke sana.”


“Ya.”


Mereka bergegas berlari menuju ke teman, pemandangan yang ada di depan mereka membuat mereka semua terkejut.


“Tadi kita lewat ke sini kan ?”


“Apa yang terjadi di sini ?”


Taman itu terlihat sangat berantakan dan hancur tidak ada satu pun pohon yang berdiri dan beberapa dari mereka hancur.


“Cari dulu Cindy, aku akan panggil seluruh anggota untuk ke sini.”


Mereka mulai mencarinya ke setiap sudut, lalu beberapa kelompok datang dan mulai membantu mencari akan tetapi tidak ada Jejak dari Cindy, mereka mencari hingga larut malam dan akhirnya kembali.


Saat malam hari dia berusaha menghubunginya dan terus melakukan telpon dan chat, tapi tidak ada jawaban sama sekali.


Keesokan paginya Devina mengeceknya menuju kelas A, di sana terlihat Cindy yang dipenuhi oleh perban sedang duduk di bangkunya dan seluruh orang memandangi kearahnya.


“CINDY HEY KAMU KENAPA ?.”


“Tidak apa-apa, terima kasih sudah mencemaskanku.”


“Apanya yang tidak apa-apa seluruh tubuhmu seperti itu dan tangan kananmu.”


“Tidak ko ini sudah diobati.”


“Tidak, tidak ikut aku dulu keruang guru, aku ingin tau apa yang terjadi setelah kamu menghillang.”


Devina menarik tangan kirinya dengan perlahan dan membawa dia menuju ruang guru. Di sana dia bercerita kepada seluruh guru dan anggota osis kalau dia di serang oleh beberapa orang dari SMA Utara, lalu dia bercerita kalau dia diselamatkan oleh Arin, Maya dan Alvan.

__ADS_1


__ADS_2