TRIGGER

TRIGGER
BAB 2, Chapter 40. pertandingan ke 2 (1)


__ADS_3

Pusat kota Hari sabtu sangat dipenuhi oleh orang yang datang untuk menonton pertandingan berbagai klub dari setiap sekolah. Klub basket akan bertanding pukul 14.00 SMA Barat Vs SMA Timur laut dan SMA utara VS SMA Selatan.


Terlihat Dua orang sedang berkeliling melihat berbagai tempat dan mengobrol bersama.


“Sayang sekali ya Gina tidak bisa ikut.”


“Iya semalam dia datang ke kamarku dan terus mengeluh karena di beri sekali banyak tugas jadi tidak bisa ikut.”


“Chanan juga sedang mengerjakan kerjaan dari tempat kerjanya jadi tidak bisa ikut.”


“Haha sayang sekali ya, padahal mungkin kita bisa melihat Arin bermain.”


“Kurasa dia tidak akan bertanding Hari ini .”


“Oh kau melihatnya dengan kekuatanmu qi ?”


“Engga juga, tapi kurasa Arin akan bertanding Besok di final saat dan mungkin lawannya Sekolah Utara.”


“Hoho..  Kalau gitu kita harus mengerjakan apa yang diminta oleh .”


“Iya kau fokus saja lihat mereka dengan mata milikmu, aku akan menggunakan kamera yang Chanan pinjamkan, dengan teknologi baru yang dibuat perusahaanya pasti tidak akan melewakan sedikit pun gerakan.”


“Haha kalau gitu kita harus menyapa Arin dan teman-temannya dulu kan ?”


“Bukannya akan menggangu, mereka sedang bersiap untuk bertandingkan ?”


“Tidak tenang saja aku sudah mengirim pesan, dan dia bilang saat ini sedang diam di ruang tunggu, Pertandingan di mulai jam 14.00 dan saat ini masih jam 13.00.”


“Ya sudah ayo kita ke sana.”


Mereka berdua pergi menuju ke ruangan yang dipakai SMA Barat untuk menunggu dan beristirahat. Mereka berkeliling mencari ruangan itu dan menghabiskan waktu 15 menit, karena tempat ini sangat besar dan dipenuhi orang, membuat keduanya tersesat beberapa kali. Setelah sampai ditujuan Maria mengetuk pintu. Riana yang berdiri di dekat pintu masuk membukanya.


“Iya siapa ya ?, Ah kak Maria jadi beneran datang ya.”


“Haha tentu saja.”


“Ayo masuk ke dalam karena di luar banyak sekali orang.”


“Iya karena itu Kami berkeliling mencari tempat ini selamat 15 menit.”


“Benar itu melelahkan karena harus mengikuti Arus.”


Mereka berdua masuk ke dalam dan mulai menyapa setiap anggota yang ada. Maria dan Haqi berjalan menghampiri Arin yang dia di pojok ruangan sambil membaca buku dia berdiri di sana bersama dengan Intan dan Maya.


“Wah Intan kau memakai seragam pertandingan ?”


“Apa kau akan bertanding ?”


“Tidak haha, aku akan melihat dari bangku penonton saja bersama para senior yang terluka.”


“Gimana kalau kita nonton bareng aja tan.”


“Boleh tuh kak.”


Disaat mereka sedang mengobrol beberapa orang datang dan membuka pintu. Orang yang masuk adalah Kirana, Lana Lina dan Kana.


“Gimana pelatih ?”


Naila bertanya Kirana yang berada di sebelahnya menjawab.


“Sangat penuh jadi sangat sulit untuk mencari anggota osis, aku sudah mengirim pesan kepada komite disiplin, jadi mereka akan membantu kita untuk merekam pertandingan lawan ko.”


“Siapa itu yang sedang bersama Ar-.”


Kana yang melihat Arin sedang mengobrol dengan seseorang yang tampak familiar dimatanya.


“Hey bukannya itu Maria Dewa petarung ?”


Lana yang menyadari orang tersebut, setiap penggemar Boxing pasti akan mengetahui Maria dalam sekali melihat. Mereka berdua membuat keributan dan membuat Arin dan Maria melihat kearah pintu masuk.


“Kenapa berisik, apa terjadi sesuatu ?”


“Tidak, Ketika seseorang bertemu idolanya tentu saja akan bereaksi seperti itu.”


“Emang aku terkenal yah rin ?”

__ADS_1


“Bukannya kak Maria adalah dewa petarung ?”


“Uwaaahhh dari mana kamu mendengar itu, sangat memalukan.”


“hahahha.”


Arin mengejeknya Haqi dan Maya tertawa cukup keras.


Mereka yang berdiri di pintu masuk datang mendekati dan mulai berkenalan.


“Apakah kau Maria Dewa petarung dari Gym Monarch ?”


Meski sudah tau orang yang ada di depannya, Kana ragu dan bertanya lagi. Dia tidak menyangka akan bertemu idolanya di tempat seperti ini.


“Iya aku Maria dan kakaknya Arin salam kenal ya.”


“Eh… kakaknya Arin ?”


Seluruh anggota klub basket memandangi Arin karena terkejut dengan pernyataan yang dikeluarkannya.


“Terserah lah.”


Setelah menjawab itu dia mulai kembali membaca buku yang dipegang oleh nya. Ketiga orang yang berada di dekatnya hanya bisa mentertawakan itu.


“Suatu kehormatan bisa bertemu di sini. Aku Lana salam kenal.”


Lana menjulurkan tangannya dan bersalaman dia sangat senang dan melompat-lompat.


“Aku Kana pelatih dari klub basket salam kenal, Setiap ada pertandingan aku pasti akan menonton dan mendukung mu,”


Mereka juga bersalaman dan saling berkenalan. Ruangan menjadi sangat berisik dan penuh tawa, padahal saat Maria dan Haqi belum datang mereka terlihat sangat tegang karena gugup.


Karena keasikan mengobrol mereka tidak sadar kalau waktu sudah menujukan pukul 13.35.


“Hey sekarang sudah jam 13.35 ayo kita cepat ke lapangan .”


“Wah iya ayo jangan sampai telat.”


Semuanya bersiap dan mengambil perlengkapan yang dibutuhkan. Lalu mereka keluar menuju lapangan, ditengah jalan Kirana, Lana, Intan, dan Haqi berpisah dari mereka dan menuju bangku penonton.


“Iya kami akan berusaha sebaik mungkin.”


Arin berjalan menghampiri Maria dan Haqi.


“Kalau gitu Mohon bantuannya kak.”


“Iya serahkan saja pada kami.”


“Padahal akan lebih baik kalau Foto copy ikut menonton pertandingan, karena dia akan mengingat apa yang dia lihat.”


“Wahahaha Kejamnya perkataanmu rin, tapi tenang saja Chanan sudah meminjamkanku Kamera buatanya.”


“Kalau gitu sampai jumpa.”


Mereka berpisah dan menuju kursi penonton.


------------------------------------


Sesampainya bangku penonton pertandingan Antara SMA Barat Vs SMA Timur laut, Kirana, Intan, dan Lana berhenti dan mencari tempat duduk.


“Kalau gitu Aku dan Haqi Akan menuju lapangan sebelah ya Intan.”


“Eh kak tidak akan menonton pertandingan Arin ?”


“Iya Arin meminta kami untuk melihat pertandingan dari SMA Utara dan merekamnya.”


“Tenang saja SMA kalian aku yakin akan menang hari ini, Dan ini permintaan langsung dari Arin jadi kami harus melakukannya dengan teliti.


“Tapi kenapa ?”


Kirana tampak bingung dan bertanya.


“Untuk berjaga-jaga saja haha.”


“Kalau gitu kita berpisah di sini ya, sampai jumpa lagi.”

__ADS_1


Haqi dan Maria pergi meninggalkan mereka. Lana tampak sangat kecewa dan memasang muka murung.


“Padahal aku sangat ingin mengobrol lebih banyak dengan kak Maria.”


“Haha nanti juga ngobrol lagi santai saja.”


Kirana menghibur dan menepuk punggungnya.


Intan yang mendengar perkataan mereka berdua tampak bingung dan penasaran dengan apa yang terjadi, akan tetapi dia sangat ingin mendukung sekolahnya dan akhirnya memilih untuk menonton pertandingan SMA Barat.


------------------------------------


Setelah berpisah Haqi dan Maria mencari tempat kosong yang posisinya bagus untuk merekam dan melihat pertandingan. Saat mereka sedang berkeliling di sana terlihat Alvan, Cindy dan beberapa temannya sedang mengobrol. Mereka pun menghampirinya.


“Hey Alvan.”


“Eh Haqi dan Kak Maria.”


“Ngapain kamu di sini ?”


“Ah ini merekam pertandingan SMA Utara ?”


“Untuk apa ?”


“Itu.. “


Alvan menatap kearah Cindy yang sedang mengobrol.


“Ah jangan bilang permintaan maaf untuk Arin ?”


Haqi yang menyadari itu mengajukan pertanyaan.


“Iya semacam itu haha, karena tanganya sedang terluka jadi aku dan beberapa teman datang untuk merekam.”


“Jangan bilang kau sudah di sini dari pagi ?”


Maria yang memperhatikan mereka seperti kelelahan bertanya.


“Iya kami sudah menonton seluruh pertandingan Dari SMA Utara dan merkamnya, Cindy bilang harus semua pertandingan haha.”


“Haha dasar Arin.”


Cindy yang menyadari kalau Alvan sedang berbicara dengan dua orang yang dia kenal akhirnya datang mendekati mereka dan menyapa.


“Kak Maria dan Kak Haqi, Sudah lama tidak bertemu, Maaf sudah merepotkan kalian Waktu itu.”


“Tak apa.”


“Ya, bagaimana keadaanmu ?”


“Berkat kak Maria ini menjadi lebih baik, terima kasih banyak, Aku akan membalasnya suatu hari nanti.”


Maria memperhatikan gadis yang berada di depannya sepertinya dia sudah sedikit berubah dan sekarang dapat tersenyum dengan tulus.


“Terserah kamu saja.”


“Ngomong-ngomong kalian sudah menonton pertandingan dari pagi jadi gimana ?”


Cindy sedikit memiringkan kepalanya.


“Itu gimana bilangnya ya, pokoknya Seluruh Klub dari SMA Utara memenangkan pertandingan dan maju kebabak final, Aku sudah merekam seluruh pertandingannya dan akan mengirimkannya kepada Arin malam nanti.”


Maria dan Haqi saling memandang dan menganggukan kepala mereka.


“Iya baiklah, karena pertandingan akan di mulai kita lebih baik melihat ini dulu dan mengobrolnya malam hari saja di apartemen nanti.”


“Baik, Kalau gitu aku akan kembali bersama teman-temanku, sampai jumpa.”


Cindy dan Alvan meninggalkan mereka dan mulai fokus melihat pemanasan sekolah Utara.


“Baiklah karena pertandingan akan di mulai Sebainya kamu merekan itu dengan benar qi.”


“Kamu juga gunakan Angel Eyes milikmu dan jangan melewatkan gerakan mereka.”


Haqi mengeluarkan Kamera yang dibawanya dan melakukan setting. Tidak Lama setelah itu waktu menunjukan pukul 14.00 dan pertandingan Basket antar sekolah pun dimulai.

__ADS_1


__ADS_2