
“Hey sebaiknya kita hentikan ini segera!”
“Benar kita sudah membuat keributan, apa lagi di sekitar sini banyak sekali CCTV!”
beberapa orang yang mulai sadar melihat kearah teman-temannya yang sedang mendekati gadis yang jadi incaran mereka.
“HAHA, KALAU ADA PETUGAS DATANG AKU AKAN HAJAR MEREKA SEKALIAN!”
“Tapi CCTVnya, kegiatan kita sudah terekam, kita harus cepat-cepat melarikan diri.”
Mendengar perkataan temannya orang itu menjadi semakin kesal. Dengan cepat ia mengumpulkan energi lalu menyerang kamera yang berada di sekitarnya
“Sekarang seluruh kamera di sekitar sini sudah hancur, kalian tidak akan mengeluhkan ?”
Dengan tatapan dingin pria itu melihat kearah teman-temannya.
Semua orang melihat tingkah laku pria yang terlihat percaya diri, semenjak dia mendapatkan kekuatan pria itu jadi seolah-olah berkuasa dan bertindak seenaknya.
(Orang ini sudah termakan oleh kekuatannya sendiri!)
Ketika seseorang mendapatkan kekuatan besar, mereka akan terlihat sangat sombong lalu merendakan orang lain, terlebih lagi jika awalnya orang itu selalu di pandang rendah, sekarang pria itu hanya melampiaskan amarahnya yang selalu dia pendam.
“Sekarang kau tidak bisa apa-apa lagi!”
Pria itu mencoba untuk menyentuh wajah gadis yang memandang dengan tatapan amarah kearahnya.
Tetapi tubuh Devina dikelilingi oleh sebuah perisai transparan, tangan pria itu tidak bisa mencapainya sama sekali.
“Kalian tidak akan bisa menyentuhku!”
Sembari terengah-engah gadis itu berbicara.
“PERISAI INI MEMBUATKU KESAL.”
Pria itu mengumpulkan kembali energi di tangannya, dari tatapanya sangat terlihat jelas kalau dia ingin membunuh Devina.
“KALAU GITU MATILAH.”
Devina terus menerus menerima serangan laser dari pria itu, meskipun seranganya berhasil tahan oleh kekuatan Power Defend miliknya. Gadis itu terpental dengan serangan yang membabi buta.
“SIALAN PELINDUNG MILIKNYA TIDAK HANCUR-HANCUR.”
“Akkkhh.”
Devina hanya dapat mengerang kesakitan, mendapat serangan itu, tubuhnya terlontar ke udara beberapa kali.
(Sialan aku harus melakukan sesuatu, semakin lama seranganya semakin kuat.)
__ADS_1
Pria itu hanya tertawa sembari terus menerus melepaskan serangan kearah gadis itu, ekspresi yang dia keluarkan sangat menakutkan seperti seorang psikopat yang sedang menikmati menyiksa lawannya, teman-temannya mulai takut melihat kelakuan itu.
“AYO KITA LIHAT SAMPAI KAPAN KAMU BISA BERTAHAN !”
Energi sangat besar dia kumpulkan pada kedua telapak tangannya.
“Bukannya ini keterlaluan ?”
“Hey jika terus seperti ini, gadis itu bisa mati.”
Mereka sangat ingin menghentikan pria itu, tetapi tidak ada yang berani karena melihat kekuatan miliknya yang terus meningkat.
“RASAKAN !”
SIIIINNNNGGGG!!!!!!!!!, BAM!!!!!
“HAH ?”
Devina yang pasrah menutup matanya, daru belakang tubuhnya terasa angin yang sangat besar berhebus. Sesaat setelah ditembakan laser itu terbelah dua dan menyerang gedung di sekitar mereka.
Angin yang besar berhebus diantara mereka, seseorang turun dari langit dan berdiri dihadapan Devina.
“Siapa ?”
Gadis itu bergumam sembari melihat seseorang berdiri di depannya. Dia tidak dapat melihat siapa yang telah menyelamatkannya. Kepala orang itu di tutupi oleh hodie.
“Kamu ?”
Mendengar suara dari orang dihadapannya, Devina dapat mengetahui kalau dia adalah seorang gadis, tetapi wajahnya di tutupi oleh masker berwarna hitam, jadi dia tidak melihat jelas orang itu. Orang yang berdiri dihadapannya saat ini seperti mengenal dirinya.
“SIAPA KAMU, TIBA-TIBA TURUN DARI LANGIT SEPERTI ITU ?”
Pria itu merasa sangat kesal karena serangan miliknya di potong menjadi dua bagian dan tidak dapat mengenai targetnya.
Tidak ada jawaban sama sekali, orang itu hanya mengamati sekitarnya dengan teliti, lalu memandangi pria yang berteriak kearahnya.
“AKAN KU BUAT KAMU MENYESAL SEPERTI GADIS ITU!!”
Pria itu kembali mengumpulkan energi untuk menyerang dengan sekuat tenaga.
“Aku tidak menyangka kalau kekuatan darinya sangat kuat.”
“Kalau saja aku juga mendapatkan obat itu.
Cahaya terang menyinari mereka, orang-orang yang melihat itu merasa sangat iri dengan kemampuan itu.
“HAH ?”
__ADS_1
“Apa yang terjadi ?”
Tiba-tiba saja energi yang terkumpul di telapak tangan pria itu menghilang, di saat semua orang terkejut Devina menyadari kalau orang yang berdiri dihadapannya melakukan sesuatu.
(Ada angin yang muncul di tengah, membuat energi yang terkumpul menjadi tidak beraturan lalu menghilang, siapa orang ini ?)
Dia mengamati orang yang berdiri dihadapannya, dia sangat berterima kasih karena telah diselamatkan, tetapi Devina sangat penasaran dengan identitas dari orang yang berdiri itu.
Sebuah angin terkumpul di bawah gadis itu, lalu melontarkannya kearah musuh dengan sangat cepat.
“AKH.”
Pukulan sangat keras mengenai wajah pria itu, darah keluar dari mulutnya, pukulan telak di dagu membuat pria itu tidak sadarkan diri.
“Apa yang tejadi ?”
“Hati-hati dia seorang esper!”
“Sialan ayo serang!”
Ketika melihat temannya dilumpukan dengan cepat mereka sangat panik, mereka menyadari kalau tindakan yang di lakukannya sudah sangat keterlaluan, semua orang berpikir kalau orang yang berdiri di hadapannya kali ini adalah agen dari shield yang diutus untuk menangkap mereka.
Dengan ekspresi panik orang-orang itu berlari sembari mengepalkan tinjunya,
SWOOOSH!!!!
Angin yang sangat besar keluar dari telapak kaki mereka lalu melontarkan orang-orang itu 3 meter keatas. Benturan yang sangat keras terjadi saat mereka mendarat, para pria itu mengerang kesakitan.
“Lemah !”
Sembari mengejek Gadis itu berjalan kearah Devina yang sedang menatapnya.
“Dalam sekejap dia mengalahkan semua orang!”
Dengan ekspresi terkejut Devina memandangi gadis itu. Dia benar-benar terkejut dengan adegan yang terjadi dihadapannya. Seorang gadis misterius tiba-tiba muncul lalu mengalahkan semua orang yang dari tadi membuatnya menjadi terluka.
“Kamu tidak apa-apa Ketua ?”
“Hah ?”
Mendengar kata ketua Devina tidak dapat menyembunyikan keterkejutannya, karena hanya orang-orang dari kelas F yang menyebutnya begitu, tetapi tidak ada seorangpun pengguna Aerokinesis yang berada dikelasnya, terlebih lagi control dari kekuatan orang dihadapannya sangat kuat.
“Siapa kamu ?”
Karena melihat lawan bicaranya memasang ekspresi ragu, akhirnya gadis itu menghempaskan hodie jaket lalu melepaskan masker yang dia kenakan.
“HAh, Arin ?”
__ADS_1