TRIGGER

TRIGGER
BAB 3, Chapter 60. Ingatan yang menghantui


__ADS_3

Seperti biasa Arin bangun pagi, menyiapkan sarapan pagi dan menghangatkan Air untuk mandi, Amalia keluar dari kamar dan melihat anaknya sedang merapihkan meja makan.


“Jam 6, seperti biasa cepat ya.”


Tidak ada jawaban sama sekali dan Arin pergi untuk mandi.


“Moodnya masih jelek ya.”


Dia duduk di sofa dan menonton TV.


Tidak lama itu Arin keluar dan langsung pergi menuju kamarnya, dia berjalan perlahan sembari mengeringkan rambutnya menggunakan handuk, membuka pintu kamar dan duduk di kursi. Setelah rambutnya kering dia menyimpan handuk di atas meja dan mengabil jaket berwarna hitam di dalam lemari. Arin mengenakan Rok pendek, Kaos bertangan panjang, jaket berhodie untuk menutupi wajahnya.


Dia berencana untuk pergi ke suatu tempat.


Saat Arin menuruni tangga Amalia terkejut karena anaknya tidak mengenakan pakaian sekolah.


“Rin sekarang hari senin kan ?, udah jam 07.30 nanti telat.”


“Aku tidak akan sekolah.”


Amalia melihat ekspresi yang dikeluarkan anaknya mencemaskannya, Arin pergi berjalan menuju keluar rumah.


“Dia kembali seperti pertama kali Nia meninggal ya.”


Raut wajahnya sangat menyeramkan, tatapan matanya tajam dan mulut cemberut membuat semua orang menjauh dan tidak berani mendekati gadis itu.


“Sebaiknya aku menelepon ke wali kelasnya, sakit aja kali ya.”


Amalia tidak marah karena dia tau kalau anaknnya itu sangat rajin dan tidak pernah meninggalkan kepentingan sekolah, Arin menjadi seperti ini adalah tahun lalu semenjak kematian Sahabat baiknya, sebagai ibunya dia hanya berharap agar Arin cepat kembali pulih dan mendukungnya dari belakang.


“Ah iya sebaiknya aku bilang ke Maria dan Chanan.”


Dia mengambil handphone dan memberitahukan kepada wali kelasnya kalau Arin sakit dan tidak akan masuk sekolah, setelah itu dia berjalan menuju apartemen Star.


------------------------------------


Arin pergi menuju Kota Barat Daya dimana kenangan terburuknya terjadi, dia menaiki bus menuju ke sana. Pulau Aurora sangat besar dan terbagi menjadi 8 kota. Dari kota Barat menuju Barat Daya membutuhkan 30 menit menggunakan Bus.


Terlihat cukup sepi di dalam bus, hanya ada 10 orang termasuk Arin di dalamnya, dia duduk di dekat kaca dan memandang keluar.

__ADS_1


Setelah sampai di sana dia berjalan perlahan dan menuju distrik perbelanjaan. Tempat dimana dia berjalan saat ini adalah kota yang indah dan banyak orang yang berjalan, berbeda dengan dulu saat Angin besar memporak porandakan distrik ini, semua orang menangis, mobil terbalik, seluruh kaca pecah, banyak korban yang terluka. Sekarang semuanya telah kembali normal.


Arin berjalan dan masa lalu terbayang olehnya, kota yang hancur lebur dan banyak orang yang menangis.


(Sudah lama aku tidak ke sini,)


Dia berjalan perlahan dan memandangi beberapa tempat yang tertanam di kepalanya.


(Setiap kali ke sini, bayangan kota hancur, orang-orang menangis selalu membayangi diriku.)


Setelah kejadian yang dialaminya, dia 4 kali berkunjung menuju Kota Barat daya, Maria dan orang-orang dari Apartemen Star selalu menemaninya untuk menghilangkan trauma yang Arin alami, ini adalah pertama kalinya dia datang sendirian ke tempat ini.


Dia sampai disebuah toko makanan, di jalan ini lah Nia tertimpa oleh mobil yang mengakibatkan nyawanya menghilang. Arin memandangi dan mengingat kejadian itu dengan sangat jelas tapi setelah 8 bulan perlahan ingatan itu perlahan mulai menghilang dari kepalanya, tetapi ingatan ini kembali karena Intan datang kepadanya dan membahas kembali kejadian itu.


(Memang seharusnya aku tidak berdekatan dengan siapun.)


Arin mengepalkan tangannya dan berjalan menuju sisi kota barat daya, di sana ada sebuah tempat luas yang sangat sepi, tidak ada seorang pun yang mengunjunginya, Hutan buatan yang dibuat beberapa peneliti untuk meneliti  binatang langka, tetapi telah ditinggalkan karena projek tidak berkembang dengan hasil yang baik, Sekarang tempat itu terbengkalai, tapi di sana sangat bagus dan indah, jalanan tertata rapih dan sudah tidak dilarang untuk masuk, terkadang orang datang berkunjung untuk melihat keindahannya atau untuk menguji nyali mereka karena katanya tempat ini muncul hantu serta UMA (Unidetified Mysterius Animal). Akan tetapi hewan yang tersisa di sana hanyalah burung dan serangga saja.


------------------------------------


Kelas F sangat berisik saat mereka tau kalau Arin menjadi MVP di pertandingan sabtu kemarin. Semua murid tidak menyangka kalau Seorang gadis yang dijuluki Ratu Es sangat berbakat dan menjadi sangat menonjol.


Seorang gadis berbicara.


“Benar kita beruntung menonton pertandingan kemarin.”


“Sialan aku menyesal tidak menonton kemarin.”


“Ah kenapa kalian tidak mengajaku.”


Beberapa murid kecewa.


“Hey Intan, Maya Kemana Arin ?”


Keduanya hanya diam dan tidak menjawab.


“Biasanya dia sudah datang dari jam 7an kan ?”


“Iya Arin datang pagi untuk membersihkan kelas.

__ADS_1


Mereka semua mengobrol tentang permainan Arin saat bermain Basket di pertandingan melawan SMA Utara.


Ting, Tong..


Bel tanda sekolah dimulai berbunyi, semua orang kembali ke tempat duduk . 5 menit kemudian guru datang dan masuk ke dalam kelas.


“Ko kursi di belakang kosong ya ?”


“Arin masih belum datang.”


Devina mengangkat tangannya.


“Oh Arin, tadi orang tuanya memberitahu kalau dia akan Izin sekolah untuk beberapa hari.”


Setelah mendengar perkataan itu Intan dan Maya sedikit terkejut.


“Kenapa pak ?”


Seluruh kelas berisik dan bertanya.


“Kata wali kelas kalian, dia sakit sih.”


Intan dan Maya memandangi kursi kosong yang berada di sudut kelas.


(Sampai sakit ya ?, aku sedikit terkejut sih.)


Maya membuka handphone miliknya dan memberikan pesan kepada Arin untuk mengkonfirmasi informasi tersebut.


(Arin.)


Intan hanya memandangi meja dimana Arin duduk dan menyebut namanya.


------------------------------------


Angin berhebus di hutan Barat daya terlihat seorang gadis berdiri di sana, Angin besar seperti saat hujan badai menerbangkan beberapa dedaunan, telihat beberapa jenis burung dan serangga terbang keluar dari hutan, mencari tempat berlindung.


Arin memengang Trigger miliknya lalu mengendalikan Angin yang berada di sekitarnya. Emosi yang dia miliki saat ini sangat tidak stabil, dia melampiaskan itu dengan menggunakan kekuatan Aerokinesis miliknya dan memoton sejumlah pohon. Raut wajah yang dia keluarkan sangat menyeramkan, Angin berputar di tangan kanan dan sekitar tubuhnya. Arin mengayunkan tangannya dari Kanan ke kiri. Seketika Angin besar berputar, membuat sebuah tornado yang cukup besar untuk menghepaskan pepohonan di depannya.


“SUDAHKU PUTUSKAN.”

__ADS_1


__ADS_2