TRIGGER

TRIGGER
BAB 1, Chapter 23 Pertempuran di mulai


__ADS_3

Swossh Brak..Brak..


Cindy sedang berlari menghindari benda-benda yang terbang menuju kearahnya, bukan hanya benda seperti batu, botol kaca. Terkadang bola api juga menyerangnya. Saat ini dia sedang sangat terdesak, keberadaan musuh yang tidak diketahui dan serangan yang tidak berhenti menuju kearahnya.


(Apa yang harus ku lakukan mengendalikan air sangat sulit sambil menahan sakit ini, tapi jika aku tidak membuat Barier akan sangat sulit untuk menghidari serangan musuh.)


Lalu dia berusaha mengumpulkan Air yang tersisa untuk menutupi seluruh tubuhnya, Dari seluruh penjuru banyak sekali benda yang terbang kearahnya dengan sangat cepat. Tetapi dia berhasil membuat perisai tepat waktu untuk melindungi seluruh tubuhnya dan berhasil menghindari cidera yang sangat berat.


“HAHAHAHAHA TAK DISANGKA KALAU ANAK INI BISA BERTAHAN CUKUP LAMA.”


Terdengar suara tertawa seseorang dan ia melakang keluar dan menunjukan dirinya, Cindy yang sedang berusaha sangat keras untuk tetap menjaga kekuatan agar tidak menghilang melihat ke depannya dan memasang wajah yang sangat marah.


“Kau membuat perisai seperti anak yang kami serang terakhir kali ya hahaha.”


Setelah mendengar itu dia menyadari kalau orang yang berada di depannya adalah pelaku yang menyerang sahabatnya.


“JADI KALIAN YANG TELAH MENYERANG KALIA ?”


Dengan amarah di menatap kepada seseorang yang ada di depanya.


“Oh jadi anak itu teman mu ?, pantas saja menggunakan teknik yang sama persis hahaha, kalau begitu terima ini.”


Lalu pria itu mengangkat kedua tangannya dan barang di sekitarnya mulai terbang dan menyerang kearah Cindy.


“Haha… jadi perisai milikmu bisa menahan semuanya, tidak seperti temanmu itu.”


“Kalau begitu sekarang adalah giliranku kan?.”


Lalu ada lagi orang yang keluar dan mengangkat tangan kananya, di sana terkumpul Api yang sangat besar.


“HYDROKINESIS MILIKMU ATAU PYROKINESIS MILIKKU YANG YANG AKAN MENANG HAHAHA.”

__ADS_1


Lelaki itu memasang wajah menghina dan melemparkan bola api besar yang berada di tangannya .


BAM…..


Api itu dengan cepat menghantam perisai air milik Cindy, dan menguapkan sebagian besarnya,dan membuat perisai yang tersisa sangat tipis. Saat dia sedang panik memikirkan jalan lain, bola api kedua yang lebih besar datang menghantam kearahnya dengan keras dan menguapkan seluruh air lalu membuat dirinya terdorong 1 meter ke belakang dan terjatuh ke tanah.


“HAHA DUA SERANGAN SUDAH MENGHILANG, SANGAT LEMAH.”


Lalu dia memandang rekannya dan tersenyum.


“Habisi dia.”


“Hahaha baiklah, dengan ini akan selesai.”


Lalu sejumlah besar benda terbang dan menuju Cindy dengan cepat.


Saat ini waktu baginya berjalan sangat lambat, dia dapat melihat kembali kenangan masa lalunya saat dia sedang membully satu gadis dengan sekelompok orang.


Dia  melihat jarak benda yang menyerangnya semakin dekat.


(Saat ini aku berada diposisi gadis itu, dikelilingi oleh para predator yang akan memangsa kelinci tidak berdaya, haha jadi ini yang namanya karma ya ?, akhirnya aku tau rasanya tidak berdaya.)


Ia menangis tidak berdaya tersenyum, sesaat sebelum seluruh barang menghantam tubuhnya dia menutup matanya.


Cindy sudah pasrah akan hal yang akan menimpanya saat ini, akan tetapi meskipun begitu serangan tak kunjung datang kearahnya, akhirnya dia perlahan membuka matanya dan melihat seseorang mengenakan pakaian SMA Barat berdiri dihadapannya. Lalu dia menyadari kalau sekitarnya berhembus angin yang sangat besar yang membuat seluruh benda itu berputar di sekitarnya.


(Apa yang terjadi ?)


------------------------------------


Setelah selesai dari latihan basket Arin dan Maya berkeliling ke lokasi yang jarang di lewati. Arin berjalan sendirian dan menjadikan dirinya sebagai umpan untuk memancing musuh, Maya yang mengawasinya dari kejauhan dan berteleportasi ke tempat tinggi untuk memudahkan dirinya melihat sekitar. Dengan sangat waspada mereka berdua berjalan.

__ADS_1


Mereka sedang menuju daerah perbatasan kota Barat dan Selatan, langit sudah mulai gelap. Saat Maya ingin berteleportasi ke hadapan Arin dan mengajaknya untuk segera kembali. Dari kejauhan dia melihat Arin melihat kearahnya dan menyuruhnya untuk mendekat. Ia langsung berteleportasi ke hadapannya.


“Mau kembali ?, Sudah gelap juga”


“Tidak, aku merasakan ada 5 orang di sana.”


“Taman ?”


Sesaat Arin menunjuk kearah taman dari kejauhan mereka melihat cahaya terang berwarna merah. Maya langsung memegang tangannya dan melakukan teleportasi ke atas pohon dan mengamati situasi.


Di sana terlihat seorang gadis yang sedang di seorang oleh dua orang Pria yang ada di depannya.


“Pindahkan aku ke depan anak itu, tapi kau diam di sini dan tetap awasi.”


Arin menatapnya dan memberikan perintah.


“Apa yang kau bicarakan ?, aku juga akan ikut bertarung.”


“Tidak, masih ada 2 orang yang bersembunyi kau cari mereka.”


“Tapi.. jika aku melakukan itu kau juga akan terkena serangan mereka ?”


“CEPATLAH..”


Akhirnya Maya menuruti perintah  dan memindahkanya ke hadapan gadis yang sedang tergeletak di tanah. Dari kejauhan dia melihat Angin yang sangat besar mengelilingi Arin dan menerbangkan semua benda yang berada di sekitarnya


“Sudahku duga hahaha.”


Dia tersenyum dan tertawa.


“Baiklah aku akan mengawasi dari kejauhan, dan mencari dua orang lainnya.”

__ADS_1


Setelah mengatakan itu ia menghilang dan berpindah tempat untuk mencari sisanya.


__ADS_2